Satunews.id, Bogor – Lapangan Perumahan Nirwana Bojong meledak oleh sorak-sorai. Ribuan pasang mata jadi saksi klimaks panas Turnamen Sepak Bola Kades Cup TwelveFeo U.35+ Bukan sekadar laga—ini panggung gengsi, adu mental, sekaligus bukti kuatnya solidaritas warga Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal.Minggu(19/04/2026)
Sejak awal digulirkan, turnamen besutan Pemerintah Desa Bojong bersama Karang Taruna Bina Muda ini langsung menyedot perhatian. Atmosfer kompetisi terasa hidup—ditambah live musik dan momen reuni Karang Taruna yang membakar nostalgia, membuat lapangan berubah jadi lautan emosi: riuh, hangat, dan penuh cerita.
Kepala Desa Bojong, Ade Nurdiana, hadir langsung mengawal jalannya laga, didampingi unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, panitia, hingga tokoh masyarakat dan pemuda. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tapi bukti dukungan nyata demi suksesnya hajatan akbar warga.
Sebanyak 10 klub terbaik turun gelanggang, terbagi dalam dua grup. Setiap pertandingan berjalan keras, penuh tensi, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Hingga akhirnya, dua tim terkuat melaju ke partai final: Poper FC vs Tunas Muda FC—duel yang sejak awal sudah diprediksi bakal “panas”.
Dan benar saja—laga final berubah jadi pertarungan sengit tanpa ampun. Jual beli serangan tak terhindarkan, hingga skor imbang 1-1 bertahan sampai peluit panjang. Tegang? Sudah pasti. Nafas penonton seolah tertahan.
Drama pun tak terelakkan: adu penalti jadi penentu segalanya.
Sorak penonton pecah, tekanan memuncak di titik putih. Satu per satu algojo maju dengan beban berat di pundak. Dan di detik penentuan—Poper FC memastikan kemenangan dengan skor 2-1, mengunci gelar juara dalam laga penuh drama yang membakar adrenalin.

Momen penuh haru langsung menyelimuti lapangan saat Ade Nurdiana menyerahkan trofi dan piagam penghargaan kepada Tunas Muda FC sebagai runner-up dan Poper FC sebagai kampiun. Tepuk tangan menggema, menjadi penghormatan atas perjuangan keras kedua tim.
Dalam sambutannya, Kepala Desa menegaskan makna besar di balik turnamen ini.
“Ini bukan sekadar kompetisi. Ini ruang kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan membangun kekompakan warga. Ke depan, kita ingin lebih besar dan lebih meriah lagi,” tegasnya.
Tak berhenti di situ—malam puncak berubah jadi pesta rakyat. Hiburan musik mengguncang suasana, penyerahan penghargaan berlangsung meriah, dan langit Desa Bojong ditutup dengan gemerlap kembang api yang memukau.
Kades Cup TwelveFeo U.35+ 2026 bukan hanya tentang siapa menang atau kalah. Ini adalah simbol persatuan, semangat, dan kebanggaan warga. Sebuah perhelatan yang tak sekadar dikenang—tapi akan selalu dirindukan.
(Aminah)



























