Proyek Bendungan Cijuray Diduga Merugikan Warga : Perbaikan Jalan Hanya Janji, Warga Minta Pemda Turun Tangan

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 19 Juli 2025 - 22:11 WIB

5087 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Satunews.id – Jum’at, 18 Juli 2025. Pembangunan Bendungan Cijuray yang dikerjakan oleh pihak kontraktor atas nama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane menuai keluhan dari warga. Warga Desa Bendungan dan sekitarnya menilai bahwa aktivitas proyek tersebut telah merusak jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat dalam beraktivitas.

Kerusakan parah diakibatkan oleh lalu-lalang truk dan alat berat milik kontraktor proyek. Hingga kini, janji perbaikan jalan dari pihak pengelola proyek maupun instansi terkait belum juga terealisasi secara konkret.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah beberapa kali kami bersihkan, tapi debu terus beterbangan saat musim panas. Saat hujan, tanah merah berubah jadi lumpur yang lengket di kendaraan dan sandal, menyebabkan lingkungan Masjid sangat kotor. Kami bahkan harus menyapu bersih jalan sebelum ke masjid,” ujar warga yang kecewa.

Warga mengaku sudah melakukan pertemuan resmi dengan pihak BBWS dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), namun hasilnya nihil. Mereka hanya mendapat janji-janji tanpa bukti nyata perbaikan.

Bahkan, dalam pertemuan lanjutan yang melibatkan pihak Kecamatan Jonggol, Kapolsek, Danramil, dan perwakilan PPK serta BBWS, tidak ada titik terang. Pihak PPK dalam hal ini Willy Raharjo menyatakan bahwa jalan yang rusak merupakan kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas PUPR, karena statusnya adalah jalan kabupaten.

“Itu kan kewenangan Pemda, dalam hal ini Dinas PUPR, karena itu jalan kabupaten,” kata Willy.

Saling lempar tanggung jawab antara pihak BBWS, PPK, dan Pemda ini membuat masyarakat geram. Warga menilai ini adalah bentuk pembiaran yang terstruktur, agar warga lelah menyuarakan haknya.

Masyarakat dari empat desa di dua kecamatan mendesak agar Bupati Bogor dan Kepala Dinas PUPR segera mengambil tindakan tegas. Warga menuntut hak mereka untuk mendapatkan akses jalan yang layak dan tidak tercemar dampak proyek negara.

Menanggapi Polemik ini Derij Selaku Wakil Pemimpin Redaksi Media Nasional Satunews.id menyoroti pentingnya respown cepat dari pihak terkait.

“Jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan atas UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Pasal 1 Ayat (5), Jalan kabupaten adalah jalan yang menghubungkan pusat kecamatan dengan pusat kabupaten dan/atau antar pusat kecamatan dalam satu kabupaten. Pasal 15 Ayat (2), Pemerintah kabupaten bertanggung jawab atas penyelenggaraan jalan kabupaten”.

“UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 22, Setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal (Analisis Dampak Lingkungan), termasuk upaya pengelolaan dampak terhadap sosial dan infrastruktur warga sekitar”.

“Peraturan Menteri PUPR Nomor 21/PRT/M/2018 tentang Pedoman Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan, Setiap pelaksanaan proyek infrastruktur harus memperhatikan dan meminimalkan dampak terhadap sosial kemasyarakatan, termasuk kerusakan akses jalan warga”.

Warga tidak butuh janji, tapi bukti. Pemerintah daerah diharapkan hadir menyelesaikan masalah secara profesional, bukan justru bersembunyi di balik kewenangan.

(Aminah/Red)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru