Ketahanan Pangan Harus Bermanfaat Untuk Masyarakat

- Redaksi

Kamis, 4 Januari 2024 - 03:59 WIB

504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Kab. Bandung // Desa Tanjungwangi Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, menerapkan program Ketahanan Pangan dari Dana Desa untuk tahun 2022 dengan membangun penggilingan padi. Struktur Geografi Desa Tanjungwangi yang terdiri dari dataran pesawahan dengan pebukitan memmbuatnya menjadi daerah penghasil padi yang potensial di wilayah Kecamatan Pacet.

Dalam kesempatan berbincang dengan Satunews.id  pada (3/1,/24), Sekretaris Desa Tanjungwangi, Agus Suparman yang mewakili Kepala Desa Tanjngwangi Deden Koswara, S.Pd mengatakan bahwa untuk program Ketahanan Pangan 2022 sudah selesai dibangun.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita membeli mesin giling padi 2 unit, membangun bangunan penggilingan padi, membangun tempat penjemuran padi serta membeli stok padi. Stok padi ini digiling disana untuk kemudian bisa dibagikan pada masyarakat yang membutuhkan” kata Sekdes Agus Suparman.

Kebutuhan stok pangan sangat diperlukan untuk mengatasi kemiskinan ekstrim. Diakui oleh
Sekdes bahwa tidak semua masyarakat miskin tercover oleh program BPNT, maupun PKH dan BLT. Masih saja ada masyarakat dalam waktu waktu tertentu kehabisan beras atau bahan pangan.

“Disinilah tugas dan fungsi ketahanan pangan
harus berjalan. Saya sudah sampaikan ke RT, RW maupun tokoh masyarakat yang membutuhkan beras mendesak karena tidak makan, untuk datang ke Desa. Kita bantu! Itu pasti. Makanya stok beras itu penting di tiap Desa untuk mengantisipasi hal2 yang sifatnya urgent” sambungnya.

Hingga saat ini Desa Tanjungwangi masih menyimpan stok beras untuk antisipasi hal tersebut. Pembangunan mesin giling padi ini menjadi percontohan bagi Desa penghasil padi yang lain, karena kebanyakan program ini dibuat untuk membangun Jalan Usaha Tani. Meskipun pembangunan Jalan Usaha Tani masuk dalam daftar Ketahanan Pangan karena membantu peningkatan ekonomi.

Mesin giling di Desa Tanjungwangi tidak dibuka untuk umum, agar tidak menyaingi pengusaha mesin giling bagi masyarakat. Jadi, khusus hanya digunakan untuk menggiling gabah sebagai stok pangan Desa.

Sedangkan untuk program Ketahanan Pangan 2023, Desa Tanjungwangi membangun jalan sepanjang 145 m dengan lebar 4 m. Total nilai rupiah program Ketahanan Pangan sebesar 200 juta. Selain membangun Jalan Usaha Tani 2023, fihak Desa tetap membelanjakan sebagian dana tersebut untuk membeli gabah petani.

Masyarakat bisa membeli beras ke penggilingan padi milik Desa dengan harga pasaran, namun kualitas beras yang dihasilkan adalah beras premium.

Selanjutnya Sekdes mengatakan bahwa program Ketahanan Pangan Desa Tanjungwangi sudah dijalankan sesuai dengan platform yang berlaku, dan dampaknya harus dirasakan oleh masyarakat sesuai dengan harapan pemerintah.

Jangan lagi ada masyarakat yang mengalami Krisis pangan, atau ada masyarakat miskin yang tidak makan. Pemerintah membuat program Ketahanan Pangan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat untuk mengatasi permasalahan pangan di tingkat bawah.

(Rina)**

Berita Terkait

Polda Sumsel Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Jalanan, Tujuh Terduga Pelaku Masih Diburu
Pangdam III/Siliwangi Tegaskan Sinergi TNI-Kejaksaan di Lepas Sambut Kajati Jabar 2026
127 CPNS Cimahi Resmi Jadi PNS, Ngatiyana: Ini Awal Pengabdian, Bukan Garis Finish
Wali Kota Cimahi Ngatiyana Hadiri Sertijab Kejati Jabar di Gedung Pakuan Bandung
3 PR Besar Farhan-Erwin 100 Hari Pimpin Bandung: Sampah 1.101 Ton/Hari, Macet, Banjir 60 Titik
“Kita Nggak Punya DPRD”, Dian Rahadian Beber Strategi Hanura Jabar Hadapi Pemilu 2029
Empat Patung Legenda Persib Dipamerkan di Grey Art Gallery Braga, Karya Seniman Mantan Pemain
“Jangan Drop Out Sekolah”: Pesan Tegas Dispora Bandung di Malam Penghargaan Atlet 2026

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:54 WIB

HJB Ke-544, SATUNEWS.ID Tegaskan Komitmen Mengawal Pembangunan Bogor Maju dan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:49 WIB

HJB Ke-544, Ketua APDESI Jonggol Ahmad Yani Serukan Kolaborasi dan Gotong Royong Wujudkan Bogor Istimewa yang Maju dan Berdampak

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:40 WIB

HJB Ke-544 Jadi Momentum Persatuan dan Pembangunan, Lurah Ciriung Ajak Warga Bergerak Serempak untuk Bogor Istimewa

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:28 WIB

HJB Ke-544, H. Udin Saputra Ajak Masyarakat Bersatu Wujudkan Bogor Maju dan Berdampak Nyata

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:22 WIB

Langkah Baru Menuju Masa Depan Gemilang! Boy Akbar Saoet JR Resmi Lulus SD, Kebanggaan Keluarga dan Harapan Bangsa

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:36 WIB

Dadan Hindayana Dicopot, Nanik S Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:28 WIB

Desakan Usut Dugaan TPPU Tambang Ilegal di Hutabargot Menguat, Kejagung dan PPATK Diminta Telusuri Aliran Dana

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:23 WIB

FGD MKI–IPB Soroti Dampak Permen KP No. 5 Tahun 2026, Rekomendasikan Masa Transisi Tiga Tahun untuk Lindungi Nelayan dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru