Desa Wangunjaya, Permata di Lereng Gunung Salak: Potensi Pertanian, Perikanan, dan Wisata Alam Menjanjikan

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:16 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Desa Wangunjaya Sukabumi, Kawasan Subur dengan Potensi Pertanian dan Wisata Alam

Satunews.id, Sukabumi – Desa Wangunjaya yang berada di wilayah Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, memiliki potensi sumber daya alam yang sangat menjanjikan. Berada di kawasan lereng kaki Gunung Salak, desa ini dikenal memiliki lingkungan yang asri, udara sejuk, serta ketersediaan sumber air yang melimpah sehingga menjadi modal besar bagi pengembangan sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga pariwisata berbasis alam.

Secara geografis, Desa Wangunjaya berada di kawasan dataran tinggi dengan topografi berbukit dan bergelombang. Letaknya yang berdekatan dengan kawasan konservasi Gunung Salak menjadikan wilayah ini memiliki kesuburan tanah yang tinggi serta iklim yang mendukung berbagai aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desa Wangunjaya berbatasan dengan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ciambar dan sekitarnya, termasuk Desa Ambarjaya dan Desa Ginanjar. Kondisi geografis tersebut menjadikan desa ini sebagai salah satu wilayah strategis yang memiliki potensi pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam.

Potensi Pertanian Menjadi Andalan

Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Desa Wangunjaya. Hamparan lahan persawahan dan perkebunan yang luas dimanfaatkan warga untuk membudidayakan berbagai komoditas unggulan, seperti padi, jagung, palawija, sayuran, hingga aneka buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Kesuburan tanah dan pasokan air yang memadai membuat hasil pertanian masyarakat mampu berkembang dengan baik dan menjadi salah satu sumber penghasilan utama warga.

Perikanan Air Tawar Berkembang Pesat

Selain pertanian, sektor perikanan air tawar juga memiliki prospek yang menjanjikan. Sumber mata air pegunungan yang jernih dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar, seperti ikan nila, ikan mas, dan lele.

Potensi ini terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk perikanan yang berkualitas dan sehat.

Peternakan Menjadi Penopang Ekonomi Warga

Masyarakat Desa Wangunjaya juga aktif mengembangkan sektor peternakan, baik dalam skala rumah tangga maupun usaha menengah. Komoditas peternakan yang banyak dikembangkan antara lain domba, sapi potong, kambing, serta berbagai jenis unggas.

Keberadaan lahan hijau yang cukup luas menjadi salah satu faktor pendukung berkembangnya usaha peternakan di wilayah tersebut.

Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata Alam

Keindahan alam yang dimiliki Desa Wangunjaya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan sektor pariwisata. Panorama pegunungan, udara yang sejuk, serta lingkungan yang masih alami membuka peluang besar bagi pengembangan desa wisata berbasis agrowisata dan ekowisata.

Potensi wisata alam ini dinilai mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola secara optimal melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Desa Wangunjaya memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai kawasan agribisnis dan wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi. Dukungan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan potensi secara berkelanjutan menjadi kunci untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa di masa mendatang.

(Redaksi)

Berita Terkait

Polda Jabar Gelar Lomba Ketahanan Pangan Meriahkan HUT Bhayangkara ke 80
Dinkes Bandung Perluas Layanan Psikolog Klinis di Puskesmas, Warga Diminta Manfaatkan Konseling Sejak Dini
KDM Pastikan SPMB Jabar Transparan dan Tanpa Titipan, Orang Tua Diminta Tak Panik
WIITEX 2026 Jadi Gerbang Ekspor Dunia, Jabar Perkuat Dominasi Teh, Kopi, dan Kakao Premium
Pekan Kreativitas Siswa dan Pelepasan Kelas VI SDN Cibereum Hilir 1: Merajut Kenangan, Mengukir Prestasi, Menyongsong Masa Depan Gemilang
MUSPROV III APINDO Kalbar Sukses Digelar, Edi Suhita Resmi Nahkodai Organisasi Pengusaha hingga 2031
PSEL Bandung Raya Tuai Kritik, WALHI Ingatkan Risiko Ekologis: “Jangan Ulangi Tragedi Leuwigajah”
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kota Cimahi Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah dan Aksi Nyata Hadapi Perubahan Iklim

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:34 WIB

Polda Jabar Gelar Lomba Ketahanan Pangan Meriahkan HUT Bhayangkara ke 80

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:40 WIB

Dinkes Bandung Perluas Layanan Psikolog Klinis di Puskesmas, Warga Diminta Manfaatkan Konseling Sejak Dini

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:34 WIB

KDM Pastikan SPMB Jabar Transparan dan Tanpa Titipan, Orang Tua Diminta Tak Panik

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:20 WIB

Pekan Kreativitas Siswa dan Pelepasan Kelas VI SDN Cibereum Hilir 1: Merajut Kenangan, Mengukir Prestasi, Menyongsong Masa Depan Gemilang

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:41 WIB

MUSPROV III APINDO Kalbar Sukses Digelar, Edi Suhita Resmi Nahkodai Organisasi Pengusaha hingga 2031

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:26 WIB

PSEL Bandung Raya Tuai Kritik, WALHI Ingatkan Risiko Ekologis: “Jangan Ulangi Tragedi Leuwigajah”

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:21 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kota Cimahi Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah dan Aksi Nyata Hadapi Perubahan Iklim

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:20 WIB

35 Perusahaan dalam 5 Tahun Jadi Sorotan, PWDPI Desak Transparansi dan Penelusuran Aliran Dana

Berita Terbaru