Kondisi Korban Keracunan di SDN I dan II Cimerang KBB Membaik

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 12 Oktober 2023 - 01:37 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

K B B // Petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Dokter Daniel menyebut, keluhan yang dialami puluhan siswa SD Negeri I dan II Cimerang menunjukkan gejala keracunan usai mengonsumsi minuman kemasan.

Daniel mengatakan, pihak sekolah langsung gerak cepat melakukan komunikasi konfirmasi kejadian keracunan tersebut kepada Puskesmas Padalarang.

“Teramakasih pihak sekolah karena cepat menginformasikan kejadian ini ke Puskesmas Padalarang, memang gejalanya menuju ke arah keracunan seperti, pusing, mual-mual dan sakit perut,” kata Daniel kepada wartawan di Padalarang, Rabu (11/10/2023).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, ada 20 siswa yang mengalami gejala keracunan tersebut telah melewati masa kritis dengan menunjukkan kondisi kesehatan yang terus membaik setelah menerima perawatan medis.

“Fase kristis yaitu empat jam pertama, hingga saat ini sudah terlewati karena pukul 10.00 WIB kejadiannya dan pukul 12.00 WIB kami sudah di sini kerja sama dengan dari pihak sekolah

Daniel pun menuturkan, dari 20 siswa yang mengalami keracunan ada dua siswa dengan gejala dehidrasi dan kini kondisi kesehatannya sudah terjadi perbaikan seluruhnya.

“Untuk ke depan kami dan dinas terkait akan berkordinasi untuk pembinaan lebih lanjut bagi para pedagang di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Antisipasi Korban Keracunan Bertambah

Pihaknya telah berkordinasi dengan pihak sekolah untuk tetap siaga sebagai bentuk antisipasi jika ada tambahan siswa yang mengalami keracunan.

“Jadi bila ada gejala-gejala itu untuk cepat menghubungkan pihak sekolah atau Puskesmas, kami telah menyediakan nomor hotline,” ujarnya.

Ia pun menganjurkan jika gejalnya berlangsung berat agar langsung mendatangi sarana kesehatan yang terdekat.

“Karena memang ini termasuk KLB itu ditanggung oleh pemerintah daerah,” paparnya.

Daniel menambahkan, pihaknya membawa dua sampel untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat.

“Ada 2 sampel yang kami ambil untuk diuji di Labkesda, produk minuman kemasan. Untuk hasilnya biasanya keluar 1-2 hari ke depan,” pungkasnya. ***

Kondisi Korban Keracunan di SDN I dan II Cimerang KBB Membaik

Petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Dokter Daniel menyebut, keluhan yang dialami puluhan siswa SD Negeri I dan II Cimerang menunjukkan gejala keracunan usai mengonsumsi minuman kemasan.

Daniel mengatakan, pihak sekolah langsung gerak cepat melakukan komunikasi konfirmasi kejadian keracunan tersebut kepada Puskesmas Padalarang.

“Teramakasih pihak sekolah karena cepat menginformasikan kejadian ini ke Puskesmas Padalarang, memang gejalanya menuju ke arah keracunan seperti, pusing, mual-mual dan sakit perut,” kata Daniel kepada wartawan di Padalarang, Rabu (11/10/2023).

Ia menjelaskan, ada 20 siswa yang mengalami gejala keracunan tersebut telah melewati masa kritis dengan menunjukkan kondisi kesehatan yang terus membaik setelah menerima perawatan medis.

“Fase kristis yaitu empat jam pertama, hingga saat ini sudah terlewati karena pukul 10.00 WIB kejadiannya dan pukul 12.00 WIB kami sudah di sini kerja sama dengan dari pihak sekolah

Daniel pun menuturkan, dari 20 siswa yang mengalami keracunan ada dua siswa dengan gejala dehidrasi dan kini kondisi kesehatannya sudah terjadi perbaikan seluruhnya.

“Untuk ke depan kami dan dinas terkait akan berkordinasi untuk pembinaan lebih lanjut bagi para pedagang di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Antisipasi Korban Keracunan Bertambah

Pihaknya telah berkordinasi dengan pihak sekolah untuk tetap siaga sebagai bentuk antisipasi jika ada tambahan siswa yang mengalami keracunan.

“Jadi bila ada gejala-gejala itu untuk cepat menghubungkan pihak sekolah atau Puskesmas, kami telah menyediakan nomor hotline,” ujarnya.

Ia pun menganjurkan jika gejalnya berlangsung berat agar langsung mendatangi sarana kesehatan yang terdekat.

“Karena memang ini termasuk KLB itu ditanggung oleh pemerintah daerah,” paparnya.

Daniel menambahkan, pihaknya membawa dua sampel untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat.

“Ada 2 sampel yang kami ambil untuk diuji di Labkesda, produk minuman kemasan. Untuk hasilnya biasanya keluar 1-2 hari ke depan,” pungkasnya. ***

(Cpdar)

Berita Terkait

Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta
Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi
IPPAT Jabar Gelar Halal Bihalal di Holiday Inn Bandung, Usung Tema Integritas Profesi
Kata Melly Guslaw: “Turunin ke hidup sehari-hari. Itu baru karakter bangsa.” Setuju? 
PAN Perkuat Struktur di Jabar, Targetkan 11 Kursi DPR RI dan Masuk 4 Besar Nasional
Kapolda Jabar Perkuat Sinergi Melalui Silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat
Budayawan Bogor Bersatu: Teh Mela Pimpin Panitia Halal Bihalal di Kebun Raya
MEMALUKAN! Anggaran Publikasi Muscab PKB di Sentul Jadi Sorotan, Saling Lempar Tanggung Jawab

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 19:14 WIB

Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 22:05 WIB

Sorotan Anggaran Publikasi Kemensos, Transparansi Kerja Sama Media Dipertanyakan

Selasa, 14 April 2026 - 14:40 WIB

Atasi Drainase Mampet, Kades Klapanunggal Turun Langsung Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Selasa, 14 April 2026 - 08:57 WIB

IPPAT Jabar Gelar Halal Bihalal di Holiday Inn Bandung, Usung Tema Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 - 14:43 WIB

Didukung Menteri Sosial, Bupati OKU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Senin, 13 April 2026 - 14:19 WIB

Kata Melly Guslaw: “Turunin ke hidup sehari-hari. Itu baru karakter bangsa.” Setuju? 

Berita Terbaru