Warga Demo Peternakan Bebek di Rawailat, Diduga Tak Berizin dan Cemari Lingkungan, DLH Kabupaten Bogor Diminta Bertindak Tegas

satu news 01

- Redaksi

Sabtu, 7 November 2026 - 20:12 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Demo Peternakan Bebek di Rawailat, Diduga Tak Berizin dan Cemari Lingkungan, DLH Kabupaten Bogor Diminta Bertindak Tegas

‎

Satunews.id – ‎BOGOR, — Aktivitas peternakan bebek yang berlokasi di Kampung Rawailat, Gang Onin RT 03/RW 08, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menuai protes keras dari masyarakat sekitar. Pasalnya, usaha peternakan tersebut diduga belum mengantongi perizinan yang sesuai dan limbahnya dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat hingga mengganggu kenyamanan lingkungan, Sabtu (7/11/2026)

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎

‎Ketidakpuasan warga akhirnya memuncak. Sejumlah masyarakat mendatangi lokasi peternakan untuk menyampaikan protes dan meminta agar aktivitas usaha tersebut segera dihentikan apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.

‎Dalam situasi tersebut, petugas Satpol PP bersama unsur RT setempat terlihat turun tangan mendatangi lokasi untuk menangani keluhan masyarakat. Namun, menurut keterangan warga, upaya penyelesaian yang dilakukan belum membuahkan hasil sebagaimana diharapkan.

‎Sementara itu, pemilik peternakan berinisial (D) disebut-sebut menghindari warga dan belum memberikan penjelasan secara terbuka terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.

‎Beberapa warga yang enggan disebutkan identitasnya kepada awak media mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap keberadaan peternakan tersebut.

‎”Kami sudah sangat terganggu dengan bau menyengat yang ditimbulkan dari peternakan bebek itu. Ini lingkungan tempat tinggal masyarakat, bukan kawasan yang bisa digunakan untuk kegiatan usaha tanpa memperhatikan dampaknya terhadap warga. Kami minta peternakan itu ditutup,” ungkap salah seorang warga.

‎Warga lainnya juga meminta Pemerintah Kabupaten Bogor tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut.

‎”Jangan sampai masyarakat terus-menerus menjadi korban bau limbah peternakan. Kami berharap DLH Kabupaten Bogor segera turun langsung melakukan pemeriksaan. Kalau memang tidak memiliki izin dan terbukti mencemari lingkungan, kami minta instansi terkait mengambil tindakan tegas, termasuk menghentikan atau menutup usaha tersebut sesuai aturan,” tegas warga lainnya.

‎Masyarakat menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Selain menyangkut kenyamanan, keberadaan usaha peternakan juga harus memperhatikan pengelolaan limbah, kesehatan lingkungan, serta kepatuhan terhadap peraturan perizinan.

‎Warga pun mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan Cileungsi, Pemerintah Desa Dayeuh, serta instansi terkait lainnya agar segera melakukan inspeksi langsung ke lokasi.

‎Jangan Tunggu Konflik Membesar

‎Persoalan ini menjadi ujian bagi keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Jangan sampai keluhan warga hanya berhenti pada kunjungan petugas tanpa ada tindak lanjut dan kepastian penyelesaian.

‎Apabila ditemukan pelanggaran perizinan maupun pencemaran lingkungan berdasarkan hasil pemeriksaan, masyarakat berharap pemerintah tidak ragu menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

‎Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pemilik peternakan berinisial (D) maupun hasil pemeriksaan instansi berwenang terkait dugaan perizinan dan pengelolaan limbah tersebut. Awak media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak pemilik usaha maupun instansi terkait.

‎Masyarakat hanya menginginkan lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan bebas dari bau menyengat. Jangan sampai kepentingan usaha mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

(Aminah/Ricki Ananda)

Berita Terkait

Sasar Peredaran Miras,Kapolres Pasuruan Kota Bersama Walikota Gelar Operasi Gabungan Di Sejumlah Tempat Hiburan Malam
Pemprov Jabar Bangun 21 Unit Rumah Bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Majalengka
Sinergi Nyata, Manfaat Terasa: Wali Kota Bandung dan BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Hadir Lindungi Pekerja
IPM Jabar 2026 Naik Jadi 76,62, Seluruh Indikator Penyusun Meningkat
Farhan Dorong Penguatan Sektor Ritel untuk Perluas Pasar Produk Lokal dan Gerakkan Ekonomi Bandung
Wakapolda Sumsel Sampaikan Imbauan Kamtibmas dalam Jum’at keliling kepada Jemaah Masjid Al magfirah Palembang 
PERERAT SINERGI ANTARINSTANSI, KAJARI PALEMBANG BESERTA JAJARAN LAKUKAN KUNJUNGAN SILATURAHMI KE RUTAN KELAS I PALEMBANG
Wawalkot Bandung Erwin Buka Cimindi Advent Cup 3.0, Turnamen Futsal SMP-SMA Swasta se-Bandung Raya

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:38 WIB

Farhan Turun ke Cipadung, Pastikan Rutilahu, Sampah, dan Drainase Segera Dibereskan

Rabu, 4 November 2026 - 09:58 WIB

Dukcapil Lebong Genjot Perekaman KTP-el Sambut Pilkades Serentak di 78 Desa Tahun 2026

Rabu, 4 November 2026 - 03:04 WIB

Tiga jenderal jadi tersangka penyadapan presiden, termasuk mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 23:39 WIB

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Jabar Irjen Hengki Silaturahmi ke Pemprov Jabar di Gedung Sate

Selasa, 3 November 2026 - 23:29 WIB

Pemkot Bandung Tertibkan PKL Bundaran Cibiru: Tanpa Kompensasi, Dagang Boleh Tapi Harus Tertib

Selasa, 3 November 2026 - 23:24 WIB

48 Bangli di Soekarno-Hatta Ditertibkan, Pemkot Bandung Kembalikan Fungsi Trotoar dan Drainase

Senin, 2 November 2026 - 14:31 WIB

Wagub Jabar Erwan Setiawan Lepas ASN Purna Tugas di Gedung Sate

Minggu, 1 November 2026 - 23:45 WIB

Kejati Jabar Gelar Bazar Lelang Barang Bukti dan Rampasan di Momentum Car Free Day

Berita Terbaru