Ratusan anggota Paguyuban Asep Dunia berkumpul dalam Konferensi Asep Asep (KAA) ke-7 yang digelar di Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Barat, Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (7/11/2026).
Salah satu tokoh yang hadir adalah Ketua Pembina DPW Priangan Barat, *Asep Mulyana, SE., MM.* Ia menegaskan, KAA ke-7 ini memiliki dua tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi sekaligus menambah anggota baru.
“Yang pertama mempererat lagi tali silaturahmi antar sesama Asep. Kedua, menambah nama-nama anggota Asep lagi. Banyak yang namanya Asep yang belum tahu kalau ini ada perkumpulan Asep,” ujar Asep Mulyana.
Menurutnya, Paguyuban Asep Dunia harus menjadi wadah penghujung nama yang lestari sampai akhir. Pasalnya, nama Asep saat ini sudah mulai langka.
“Semoga paguyuban ini salah satu penghujung nama yang lestari sampai akhir. Karena nama Asep itu sudah langka,” tegasnya.
*Sejarah Nama Asep Sejak 1600-an*
Asep Mulyana kemudian menceritakan sejarah panjang nama Asep yang sudah ada sejak tahun 1600-an.
“Dulu lahirnya Asep itu di tahun 1600-an. Adanya Asep Jamu, Pangeran Kornel, Asep Santri dengan Pangeran Santri, dan Asep Ema di Sumedang,” jelasnya.
Nama Asep kembali banyak digunakan pada tahun 1900-an, di zaman generasinya. Namun, memasuki tahun 2000-an, tren pemberian nama mulai bergeser ke nama-nama bernuansa Arab dari arah barat.
“Terus tahun 2000-an sudah ganti nama itu ke arab-araban semua,” katanya.
Kemudian pada 2010-an, tren kembali bergeser ke nama-nama kebarat-baratan, seperti Kevin dan nama modern lainnya.
“2010-an itu sudah ke barat-baratan, misalnya ada Kevin, ada ini,” ungkapnya.
*Angkat Lagi Nama Asep Sejak 2015*
Melihat nama Asep mulai tenggelam, pada tahun 2015 Asep Mulyana bersama para pegiat Paguyuban Asep mulai mengangkat kembali nama Asep agar tidak punah.
“Yang 2015 saya mengangkat nama Asep ke ini lagi,” ujarnya.
Komitmen itu juga ia buktikan dalam keluarganya sendiri. Meskipun anaknya perempuan, ia tetap memberikan nama Asep.
“Kebetulan anak kami meskipun perempuan namanya Aneska Alicia Asep Gusti, umur 7 tahun perempuan,” katanya bangga.
*Konferensi Dua Tahun Sekali, Sekretariat di Garut*
Asep Mulyana memastikan, Konferensi Asep Asep ini akan terus berlanjut dan digelar secara rutin.
“Acara ini akan berlanjut, Konferensi Asep Asep itu dua tahun sekali,” jelasnya.
Saat ini, sekretariat Paguyuban Asep Dunia berada di Garut, di kediaman Presiden Paguyuban Asep Dunia, *H. Asep Jaelani, http://S.Pd., http://M.Pd.*
“Kalau sekretariatnya sekarang masih di Garut, di rumahnya Presiden Asep namanya Pak Haji Asep Jaelani,” pungkasnya.


























