Gentengisasi: Bukan Sekadar Atap, Tapi Menghidupkan Ekonomi Akar Rumput
Satunews.id, Purwakarta – Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar soal mengganti bahan atap yang lebih sehat. Di baliknya ada arah kebijakan strategis: mengangkat martabat usaha lokal, memberdayakan perajin rakyat, dan membangun kemandirian ekonomi dari bawah.
Selama ini industri kecil kerajinan tanah liat kerap terpinggirkan produk pabrikan besar. Lewat Gentengisasi, negara membuka pasar yang luas sekaligus mendorong peningkatan kualitas agar UMKM mampu bersaing.
Jumat, 2 Oktober 2026, Kecamatan Plered, Purwakarta menjadi saksi awal pelaksanaan Gentengisasi Nasional. Sebanyak 500 ribu genteng karya perajin lokal dikirim menggunakan 125 truk.
Peluncuran dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, serta jajaran DPRD dan pejabat terkait.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan program ini bukan sekadar urusan pasokan material.
“Kita ingin memberdayakan UMKM, tapi kualitasnya di-upgrade dulu. Ada efek berantai: UMKM tumbuh, kualitas meningkat, dan pasar terbuka lebar,” ujar Bang Ara.
Plered yang lama dikenal sebagai sentra genteng kini dihadapkan pada peluang sekaligus tantangan: memproduksi massal dengan standar mutu ketat.
Dari persiapan sekitar enam bulan, pemerintah menemukan banyak perajin belum memenuhi standar dan belum mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pemprov Jabar bersama Pemkab Purwakarta dan Majalengka pun melakukan pendampingan menyeluruh.

Sekda Jabar Herman Suryatman menyebut pembinaan terus dilakukan dan ekosistem supply-demand akan dipertemukan langsung agar kebutuhan program perumahan terhubung dengan kapasitas produksi lokal.
Kepala UPTD Sentra Keramik Plered Mumun Maemunah menyebutkan, dari 78 perajin di sentra tersebut baru sebagian terlibat. Tiga perajin sudah ber-SNI, sisanya didorong Dinas Koperasi dan UKM untuk segera sertifikasi. Seluruh produk yang dikirim telah lulus uji Balai Besar Keramik.
Penguatan sentra juga dilakukan di Majalengka. Pada 8 November 2026 mendatang akan dikirim 2,4 juta genteng menggunakan 600 truk dengan melibatkan 45 perajin. Sebanyak 34 perajin telah ber-SNI, 11 lainnya lolos uji keandalan.
Pemerintah juga mendorong akses pembiayaan UMKM perajin melalui BRI dan Bank BJB untuk pengembangan kapasitas usaha.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menambahkan, genteng ini akan menggantikan atap asbes dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sehingga lebih sehat bagi warga penerima manfaat.
Program Gentengisasi akan bernilai jika tidak berhenti pada pemenuhan pesanan. Target akhirnya adalah perubahan struktur: dari sekadar pemasok menjadi pelaku usaha mandiri, berstandar, dan berdaya saing. Ketika perajin naik kelas, ekonomi rakyat pun naik kelas.
(**)


























