Rebana Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Jawa Barat

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 20:54 WIB

504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rebana Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Jawa Barat

Satunews.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong kawasan Rebana Metropolitan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus penopang target Indonesia Emas 2045.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman dalam JCC Meeting kerja sama Japan International Cooperation Agency (JICA) di kawasan Rebana, di Ruang Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Herman, Rebana memiliki posisi strategis karena masih memiliki ruang tumbuh yang luas, berbeda dengan kawasan metropolitan lain yang sudah jenuh.

Modalnya pun lengkap, mulai dari kawasan industri, infrastruktur transportasi, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pelabuhan, pertanian, pariwisata hingga potensi investasi yang masih besar.

“Kalau ingin mewujudkan Jawa Barat istimewa menuju Indonesia maju, salah satu kuncinya adalah bagaimana kita mengembangkan Rebana. Kawasan ini sangat potensial dan masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan,” ujar Herman.

Herman menegaskan masterplan Rebana yang disusun bersama JICA tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan. Harus diterjemahkan menjadi program konkret di lapangan.

“Masterplan jangan hanya bagus di atas kertas. Kita perlu membedahnya bersama, memberikan feedback, memastikan cocok dengan kondisi di lapangan, kemudian kita eksekusi bersama,” katanya.

Ia menekankan tujuh kabupaten/kota di kawasan Rebana menjadi penentu utama keberhasilan. Pemprov dan pemerintah pusat berperan memperkuat dukungan dan sinkronisasi kebijakan.

“Ini bukan hanya menyangkut kepentingan pemerintah hari ini, tetapi menyangkut nasib anak cucu kita. Kalau lima tahun ke depan kita salah langkah, dampaknya panjang,” tutur Herman.

Herman mengingatkan pembangunan Rebana harus menjaga empat komponen pertumbuhan ekonomi yakni belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi dan ekspor.

Belanja pemerintah, kata dia, harus diarahkan untuk infrastruktur yang memberi efek berganda. Daya beli masyarakat harus dijaga melalui pengendalian inflasi.

“Kalau inflasi terkendali, daya beli terjaga. Kalau daya beli terjaga, konsumsi bisa bertumbuh. Ini penting karena konsumsi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian,” jelasnya.

Herman juga menekankan pertumbuhan Rebana harus inklusif dan sejalan dengan penurunan kemiskinan dan pengangguran.

“Rebana harus inklusif. Pertumbuhan ekonominya harus diikuti penurunan kemiskinan dan pengangguran. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi terjadi, tetapi masyarakat di sekitar kawasan industri tidak ikut menikmati manfaatnya,” katanya.

Sejumlah pekerjaan rumah juga disorot, mulai dari pengelolaan sampah, kualitas infrastruktur, konektivitas antar daerah, hingga optimalisasi BIJB Kertajati yang diarahkan juga untuk mendukung industri Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

“Bandara dan pelabuhan sudah tersedia. Infrastruktur mulai terbangun. Tinggal bagaimana seluruh simpul ini kita integrasikan sehingga benar-benar menjadi ekosistem ekonomi yang produktif,” ujarnya.

Melalui kerja sama dengan JICA, Herman berharap pengalaman Jepang dapat membantu Jawa Barat membangun model kawasan yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan merata manfaatnya.

(**)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:09 WIB

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Gandeng GP Ansor Sumsel, Kapolda Sumsel Perkuat Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:15 WIB

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR  

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang  

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Lima Pegawai Lapas Kelas I Palembang Ikuti Uji Kompetensi Profiling ASN Tahap 2  

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Berita Terbaru