Satunews.id
Kab Bandung — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi Pentahelix Dayeuhkolot yang dinilai telah memperlihatkan sinergi antara masyarakat, dunia usaha, aparat, pemerintah, hingga unsur terkait lainnya.
Menurutnya, kolaborasi Pentahelix merupakan langkah penting yang perlu terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai wilayah, tidak hanya dalam menangani persoalan sampah, tetapi juga dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan dan tantangan ke depan.
“Apresiasi, tentu kami memberikan apresiasi. Bagaimanapun, kolaborasi Pentahelix ini. Ada keterlibatan unsur lainnya yang bersama-sama bersinergi dalam menangani berbagai persoalan yang ada,” ujar Ruli Hadiana usai mengikuti kegiatan Hari Anak Nasional di Dome Balerame Soreang pada Sabtu (25/7/2027).
Ia menilai, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi kekuatan penting, khususnya dalam menangani persoalan sungai, sampah, hingga banjir yang saling berkaitan.
“Ketika berbicara mengenai sungai, kita semua terlibat. Begitu juga ketika berbicara mengenai sampah. Semua unsur harus bersama-sama melakukan upaya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, termasuk persoalan banjir yang salah satunya berkaitan dengan kondisi sungai,” katanya.
Ruli Hadiana juga mengapresiasi peran Pentahelix Dayeuhkolot. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menangani berbagai persoalan lingkungan.
“Semoga dengan adanya kolaborasi Pentahelix yang dikoordinasikan oleh Pak Tri Rahmanto ini, sinergi antarunsur dapat semakin kuat dan terus berkembang. Dengan kebersamaan dan sinergi semua pihak, berbagai persoalan lingkungan, mulai dari sampah, sungai hingga banjir, mudah-mudahan dapat ditangani secara lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ruli Hadiana berharap keberadaan Pentahelix dapat terus berkembang di berbagai wilayah di Kabupaten Bandung.
“Semoga Pentahelix yang sudah terbentuk di beberapa kecamatan dapat terus berjalan dan semakin berkembang. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena berbagai persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi bersama agar pihak agar upaya penanganan persoalan lingkungan dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ujarnya.
Terkait usulan pemasangan jaring atau trestrek sampah di sejumlah titik perbatasan sungai, Ruli Hadiana mengatakan
“Untuk usulan pemasangan jaring atau trestrek ini, ke depan tentu akan kami kaji dan koordinasikan bersama pihak-pihak terkait. Kami akan melihat bagaimana kebutuhan dan kondisi di lapangan, sehingga apabila memungkinkan, upaya tersebut dapat menjadi bagian dari langkah bersama dalam menangani persoalan sampah kiriman sekaligus membantu memetakan sumber sampah,” ujarnya. ( Asp).


























