HANI 2026: Farhan Perkuat Benteng Keluarga, Orang Tua Wajib Teken Pakta Integritas Cegah Anak Terjerumus Narkoba
Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini. Bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menginstruksikan seluruh orang tua siswa SD dan SMP negeri untuk menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen bersama melindungi anak-anak dari bahaya rokok, minuman keras, obat-obatan terlarang, hingga narkotika.
Kebijakan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri peringatan HANI 2026 di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu (25/07/2026). Kegiatan itu dihadiri ratusan pelajar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta jajaran Pemerintah Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Farhan mengapresiasi semangat para pelajar yang tetap hadir di hari libur untuk menyatakan komitmen memerangi penyalahgunaan narkoba.
“Anak-anak Kota Bandung telah menunjukkan bahwa generasi muda siap menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba. Ini adalah modal besar bagi masa depan kota ini,” ujar Farhan.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum. Peran keluarga menjadi benteng pertama dan paling penting dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.
Farhan mengungkapkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keharmonisan keluarga memiliki pengaruh besar dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kecanduan. Karena itu, Pemkot Bandung akan memperkuat keterlibatan orang tua melalui penerapan Pakta Integritas di seluruh SD dan SMP negeri.
Melalui dokumen tersebut, orang tua menyatakan komitmen untuk melarang anak merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, obat keras tanpa izin, maupun narkotika. Pakta Integritas tersebut akan ditandatangani oleh orang tua dan disaksikan kepala sekolah sebagai bentuk tanggung jawab bersama antara keluarga dan satuan pendidikan.
“Kita ingin memastikan sekolah dan keluarga berjalan seiring dalam melindungi anak-anak dari bahaya narkoba. Semangat ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Farhan menilai, kebiasaan merokok sering menjadi pintu masuk awal yang mengantarkan remaja pada penyalahgunaan narkotika. Ia juga mengingatkan maraknya penggunaan rokok elektronik atau vape yang berpotensi disalahgunakan sebagai media konsumsi narkotika cair.

Selain itu, tingginya rasa ingin tahu pada usia remaja kerap dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkoba untuk menjerat calon korbannya. Menurutnya, tidak sedikit tindak kriminal yang berawal dari penyalahgunaan minuman keras maupun obat-obatan terlarang.
“Sekali seseorang terjerat kecanduan, mereka bisa melakukan apa saja demi mendapatkan barang tersebut. Karena itu jangan pernah mencoba, sebab keluar dari jerat narkoba bukan perkara mudah,” tegasnya.
Farhan juga membagikan pengalaman pribadinya yang telah lama terlibat dalam gerakan pencegahan narkoba sejak akhir 1990-an. Ia mengaku kehilangan sahabat, kerabat, hingga banyak orang berpotensi akibat penyalahgunaan narkotika.
“Saya telah kehilangan sahabat, keluarga, dan banyak orang hebat karena narkoba. Jangan biarkan potensi dan cita-cita kalian hancur akibat penyalahgunaan narkoba,” pesannya kepada para pelajar.
Pada kesempatan tersebut, seluruh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, TNI, Polri, BNN, serta jajaran Pemerintah Kota Bandung turut mengucapkan ikrar bersama untuk mewujudkan Kota Bandung Bersih dari Narkoba sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Andri Darusman, mengatakan peringatan HANI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya narkotika, menanamkan nilai hidup sehat dan berkarakter, memperkuat kolaborasi antara Pemkot Bandung, BNN, sekolah, dan masyarakat, serta mendorong lahirnya pelajar sebagai pelopor gerakan anti narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kami berharap HANI 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Bandung yang bersih dari narkoba sekaligus melahirkan generasi muda yang berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan narkotika,” tuturnya.
Peringatan HANI 2026 menjadi penegasan bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi muda Kota Bandung yang sehat, berkarakter, serta terbebas dari ancaman narkotika demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
(dewi)


























