Gerakan Jabar Berseka Resmi Digelorakan, Pemerintah Targetkan 80 Persen Persoalan Sampah Tuntas pada 2029

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:47 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan Jabar Berseka Resmi Digelorakan, Pemerintah Targetkan 80 Persen Persoalan Sampah Tuntas pada 2029

Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota se-Bandung Raya secara resmi menggelorakan Gerakan Jabar Berseka (Bersih, Resik, dan Indah) sebagai langkah strategis mempercepat penanganan persoalan sampah melalui Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah yang digelar di Sport Jabar Arcamanik, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 4.000 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, TNI, Polri, akademisi, mahasiswa, perangkat RT/RW, hingga berbagai komunitas peduli lingkungan. Gerakan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi tantangan serius di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk kawasan Bandung Raya yang menghasilkan hampir 2.000 ton sampah setiap hari.

Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Kalau sampah dikelola dengan baik, justru bisa menghasilkan energi, pupuk, bahkan bahan bakar,” ujarnya.

Zulkifli menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyederhanakan regulasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik guna mempercepat penanganan sampah di sekitar 60 kota di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan penghentian sistem open dumping atau pembuangan terbuka dalam dua tahun ke depan sebagai bagian dari reformasi pengelolaan sampah nasional.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi berskala besar, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat.

“Hal yang paling penting adalah pemilahan sampah dari rumah tangga. Organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumbernya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan bahwa perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat merupakan faktor utama keberhasilan Gerakan Jabar Berseka.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak sekadar mengabadikan persoalan sampah melalui media sosial, tetapi turut mengambil tindakan nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau ada sampah jangan divideo, tetapi dipungut. Budaya itu yang harus kita ubah,” tegas Dedi.

Sebagai bentuk penguatan budaya peduli lingkungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengintegrasikan kegiatan memilah dan mengelola sampah ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Selain itu, peserta didik penerima bantuan pendidikan juga akan didorong membawa sampah plastik bersih ke sekolah sebagai bagian dari program daur ulang yang melibatkan perusahaan mitra.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah menyiapkan Peraturan Gubernur yang mengatur larangan membuang sampah sembarangan disertai penerapan sanksi bagi para pelanggar.

“Kita ingin Jawa Barat Berseka, hidup yang bersih, rapi, dan indah menuju Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah,” ujar Dedi.

Melalui Gerakan Jabar Berseka, pemerintah berharap lahir budaya baru dalam pengelolaan sampah yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Gerakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan target nasional, yakni menuntaskan sedikitnya 80 persen persoalan sampah pada tahun 2029 melalui kolaborasi lintas sektor dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

(dewi)

Berita Terkait

PERSIB Awali Piala Presiden 2026 dengan Kemenangan, Gol Barros Tumbangkan Arema FC
Pemkot Bandung dan LPM Perkuat Sinergi, Semangat Gotong Royong Jadi Pondasi Wujudkan Bandung Utama
HANI 2026: Farhan Perkuat Benteng Keluarga, Orang Tua Wajib Teken Pakta Integritas Cegah Anak Terjerumus Narkoba
Delapan Tim Ramaikan Kades Cup 2026, Pemdes Tangkil Dorong Pembinaan Atlet dan Sportivitas
Semarak Kades Cup 2026! Sebanyak 15 Tim Ramaikan Turnamen Sepak Bola Desa Hambalang, Perkuat Persatuan dan Sportivitas
Integritas Pers Dipertaruhkan! Wakil Ketua DPD PJPM Bogor Tegaskan Jurnalis Harus Berbasis Fakta, Bukan Kepentingan
KDM Gelar Sayembara Anti-Begal Pakai Dana Pribadi, Warga Berpeluang Raih Hadiah hingga Rp50 Juta
Pemkot Bandung Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah Jawa Barat, Farhan: Jadi Motivasi Tingkatkan Kinerja

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:26 WIB

PERSIB Awali Piala Presiden 2026 dengan Kemenangan, Gol Barros Tumbangkan Arema FC

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:23 WIB

Pemkot Bandung dan LPM Perkuat Sinergi, Semangat Gotong Royong Jadi Pondasi Wujudkan Bandung Utama

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:17 WIB

HANI 2026: Farhan Perkuat Benteng Keluarga, Orang Tua Wajib Teken Pakta Integritas Cegah Anak Terjerumus Narkoba

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:55 WIB

Semarak Kades Cup 2026! Sebanyak 15 Tim Ramaikan Turnamen Sepak Bola Desa Hambalang, Perkuat Persatuan dan Sportivitas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:31 WIB

Integritas Pers Dipertaruhkan! Wakil Ketua DPD PJPM Bogor Tegaskan Jurnalis Harus Berbasis Fakta, Bukan Kepentingan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:07 WIB

KDM Gelar Sayembara Anti-Begal Pakai Dana Pribadi, Warga Berpeluang Raih Hadiah hingga Rp50 Juta

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:51 WIB

Pemkot Bandung Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah Jawa Barat, Farhan: Jadi Motivasi Tingkatkan Kinerja

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:47 WIB

Gerakan Jabar Berseka Resmi Digelorakan, Pemerintah Targetkan 80 Persen Persoalan Sampah Tuntas pada 2029

Berita Terbaru