SatuNew.Id
Bandung — Komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus diperkuat RS Maranatha melalui pengembangan gedung, penambahan fasilitas, serta penguatan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan rumah sakit yang berfokus pada keselamatan pasien serta kemudahan akses bagi masyarakat.
Saat ini, RS Maranatha didukung sekitar 150 tenaga perawat dan 100 dokter, baik dokter umum maupun spesialis.
Besarnya jumlah tenaga kesehatan tersebut dinilai penting untuk menunjang pelayanan yang cepat, responsif, dan berkualitas.
Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa proses rekrutmen tenaga perawat dilakukan secara selektif dengan mengedepankan kompetensi dan standar profesionalisme. Setiap calon tenaga kesehatan harus melalui tahapan penilaian sebelum bergabung memberikan pelayanan kepada pasien.
Tidak hanya merekrut, RS Maranatha juga disebut aktif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan terbaik secara optimal.
Selain penguatan SDM, RS Maranatha menghadirkan inovasi pelayanan administrasi yang terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Melalui kerja sama tersebut, pasien yang melahirkan di RS Maranatha kini dapat langsung memperoleh akta kelahiran bayi sebelum meninggalkan rumah sakit.
Layanan serupa juga diterapkan untuk penerbitan akta kematian, sehingga proses administrasi bagi keluarga pasien dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Di sisi lain, perhatian terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan juga menjadi fokus rumah sakit. Melalui koordinasi internal yang diperkuat, termasuk keberadaan petugas khusus PPIC BPJS, RS Maranatha berupaya membantu penyelesaian berbagai kendala administrasi yang dihadapi pasien.
Manajemen menegaskan bahwa penanganan medis tetap menjadi prioritas utama. Pasien akan terlebih dahulu mendapatkan tindakan dan penanganan medis tanpa dibebani persoalan administrasi maupun biaya. Setelah kondisi pasien stabil, proses administrasi dan pembiayaan akan diselesaikan secara bertahap dan solutif.
Direksi RS Maranatha, Dr. Febiantojo dan Dr. Hendra Subroto, juga menegaskan komitmen keterbukaan kepada masyarakat. Mereka membuka ruang bagi pasien maupun keluarga untuk menyampaikan masukan, keluhan, serta aspirasi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
Dengan berbagai pengembangan dan inovasi tersebut, RS Maranatha optimistis dapat menjadi rumah sakit rujukan yang unggul, tidak hanya dalam pelayanan medis, tetapi juga dalam memberikan kenyamanan dan kemudahan layanan bagi masyarakat.
( Andi )



























