Pemkot Cimahi Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Warga, KANDAGA Jadi Inovasi Perlindungan Dokumen

Satunews.id

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 18:52 WIB

5064 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada Senin (30/03/2026) di Aula Kecamatan Cimahi Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah sistematis Pemkot Cimahi dalam menekan risiko bencana sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi berbagai potensi ancaman yang semakin kompleks.

Cimahi sendiri termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, longsor, hingga potensi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang. Selain itu, ancaman bencana hidrometeorologi yang dipicu perubahan iklim juga dinilai semakin meningkat dan sulit diprediksi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menyampaikan bahwa berbagai kejadian bencana dalam beberapa tahun terakhir menjadi pembelajaran penting. Ia menilai, dampak besar yang ditimbulkan, baik korban jiwa, kerusakan lingkungan, maupun gangguan psikologis, sebagian besar dipicu oleh rendahnya tingkat kesiapsiagaan masyarakat.

“Karena itu, pendekatan mitigasi tidak bisa lagi bersifat reaktif. Harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan hingga ke tingkat komunitas paling kecil,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa investasi dalam mitigasi bencana jauh lebih efisien dibandingkan penanganan pascabencana.

“Setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk mitigasi dapat menghemat empat hingga tujuh kali lipat biaya yang harus ditanggung saat bencana terjadi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi geografis Cimahi yang berada di kawasan rawan bencana menjadikan aspek kebencanaan sebagai variabel penting dalam pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut telah diintegrasikan dalam berbagai dokumen perencanaan daerah, termasuk dalam kebijakan tata ruang, perizinan bangunan, hingga pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada pengurangan risiko.

Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari berbagai kelurahan, termasuk ketua RT dan unsur karang taruna. Peserta dibekali pemahaman praktis terkait pencegahan, kesiapsiagaan, serta penanganan saat dan setelah bencana.

Materi yang diberikan meliputi simulasi evakuasi, pengenalan tanda-tanda bencana, hingga pentingnya membangun sistem peringatan dini di tingkat lingkungan.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi memicu banjir, melakukan penghijauan untuk mencegah longsor, serta memastikan kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul di wilayah masing-masing.

Hingga saat ini, penanganan bencana di Cimahi dinilai menunjukkan capaian positif, khususnya dalam respons cepat terhadap situasi darurat. Namun, pemerintah menegaskan bahwa fase pemulihan tetap membutuhkan waktu panjang dan koordinasi lintas sektor, sehingga penguatan mitigasi menjadi strategi paling efektif dalam meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan aplikasi KANDAGA (Kanal Dokumen Administrasi Terintegrasi), inovasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi yang berfungsi sebagai “brankas digital” bagi masyarakat.

Melalui KANDAGA, warga dapat menyimpan salinan dokumen penting seperti administrasi kependudukan dan pendidikan secara aman. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi non-struktural, khususnya dalam mengantisipasi kehilangan dokumen penting saat terjadi bencana.

Aplikasi ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain dapat diakses secara gratis, dilengkapi sistem keamanan berbasis login dan hak akses, serta memungkinkan dokumen tetap tersimpan meskipun dokumen fisik rusak akibat bencana.

Dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung serta didukung inovasi teknologi, Pemkot Cimahi menegaskan komitmennya dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

(Tini)

Berita Terkait

8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dedikasi Tanpa Batas: Meski Belum Dilantik, Kepala Desa Terpilih H. Ibnu Rusdi Sigap Kawal Penyaluran Bansos KKS Di Kedungwaringin

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:12 WIB

H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya

Berita Terbaru