Gerakan Pangan Murah Desa Kranggan di Serbu Warga

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 15:30 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Satunews.id – Warga Desa Keranggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, tumpah ruah memenuhi lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas oleh Pemerintah Desa Keranggan, Kamis (10/07/25).

‎Kegiatan ini dipusatkan di lingkungan padat penduduk, tepatnya di Perumahan Gunung Putri Permai, Jalan Nanas IV RT 02 RW 11, dan diselenggarakan sejak pukul 08.00 WIB.

‎GPM ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah desa dalam merespons gejolak harga kebutuhan pokok yang semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah. Antusiasme masyarakat begitu tinggi; sejak pagi hari, warga sudah mulai antre di area lokasi pasar murah. Hanya dalam waktu beberapa jam, hampir seluruh bahan pangan yang disediakan habis diserbu warga.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Komoditas Paling Diburu: Beras, Telur, dan Minyak Goreng

‎Menurut laporan panitia pelaksana, tiga komoditas yang paling cepat ludes adalah beras, telur ayam negeri, dan minyak goreng kemasan. Produk-produk ini dijual dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar, berkat subsidi dan kerja sama lintas sektor antara Pemdes Keranggan dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor.

‎“Saya bisa beli beras 5 kilo cuma Rp 60 ribu, biasanya di pasar bisa Rp 80 ribuan. Telur juga lebih murah, beda hampir Rp 5.000. Ini sangat membantu sekali, apalagi buat kami ibu rumah tangga,” ujar Lina, warga RW 11 yang sejak pagi sudah ikut antre bersama warga lainnya.

‎Sementara itu, Kepala Dusun III Desa Keranggan, Heru, mengungkapkan bahwa kegiatan seperti GPM ini sangat dinantikan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa sejak diumumkan dua hari sebelumnya, masyarakat langsung merespon dan menyatakan minat yang besar.

‎“Kita lihat sendiri, jam 10 pagi stok sudah hampir habis. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat memang besar. Gerakan seperti ini harus lebih sering dilakukan, tidak hanya saat ada momen tertentu. Ini sangat berdampak secara sosial dan ekonomi,” jelasnya.

‎Heru juga menambahkan bahwa selain membantu meringankan beban biaya hidup, GPM ini juga menjadi ajang silaturahmi antara warga dan aparat desa.

‎Kepala Desa Keranggan, Asdi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk menghadirkan negara dalam bentuk nyata.

‎ “Kami sadar betul situasi ekonomi sekarang sedang sulit. Inflasi dan naiknya harga bahan pokok cukup memberatkan warga. Melalui program ini, kita ingin memberikan solusi langsung di tingkat desa. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam wujud nyata, bukan hanya janji,” ungkap Asdi.

‎Beliau juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemdes Keranggan, Dinas Ketahanan Pangan, Kecamatan dan perintah kabupaten Bogor.

‎Selain sembako, kegiatan GPM juga diisi oleh stand UMKM binaan desa Keranggan yang menjual berbagai produk olahan makanan, minuman herbal, kerajinan tangan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Beberapa produk yang menarik perhatian warga antara lain keripik singkong , dan jajanan tradisional.

‎“UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dalam kegiatan seperti ini, kita beri mereka panggung supaya semakin dikenal dan berkembang,” tambah Kepala Desa Asdi.

‎Kegiatan berlangsung tertib dengan dukungan penuh dari para pengurus RT/RW, Karang Taruna, dan Linmas Desa Keranggan yang turut menjaga ketertiban dan keamanan selama acara berlangsung. serta tempat duduk untuk warga lanjut usia yang mengantri
(Aminah)

‎

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru