H. Hercules Dianugerahi Gelar Abah Maung, Resmi Menjadi Dewan Kehormatan Majelis Taqlim Makam Kramat Ki Gede Tubagus Angke

Satunews.id

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025 - 09:43 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayakarta, Satunews.id – Sosok H. Hercules Rozario Marshall kembali menjadi perhatian publik. Ketua Umum GRIB Jaya yang dikenal karena kepemimpinannya dan perjuangan sosialnya itu kini resmi dianugerahi gelar Abah Maung dan diangkat sebagai Dewan Kehormatan Majelis Taqlim Makam Kramat Ki Gede Tubagus Angke pada dalam acara haul ke-498 Pangeran Jayakarta II pada Minggu malam (22/6/2025).

Ini bukan sekadar gelar kehormatan biasa. Gelar Abah Maung, yang dalam budaya Betawi dan Sunda berarti “sang penjaga” atau “pelindung”, merupakan bentuk pengakuan atas keteguhan, keberanian, serta kepedulian sosial H. Hercules.

Gelar ini lazimnya disematkan pada figur yang diyakini mampu menjadi pengayom lahir dan batin bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menggenggam Jejak Sejarah: Pangeran Jayakarta Kedua

Makam Kramat Ki Tubagus Angke, tempat berlangsungnya penobatan, menyimpan jejak penting dalam sejarah Jakarta. Ki Gede Tubagus Angke dikenal sebagai Pangeran Jayakarta Kedua, menantu dari Fatahillah—sang penakluk Sunda Kelapa yang mengganti namanya menjadi Jayakarta pada 1527.

Sebagai tokoh utama dalam penyebaran Islam dan pemerintahan lokal, Tubagus Angke tak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga spiritual yang masih hidup hingga kini.

Nama Angke di Jakarta Barat menjadi saksi bisu akan kiprah beliau. Di kawasan inilah, nilai-nilai perjuangan, religiusitas, dan kepemimpinan Tubagus Angke terus diwariskan.

Kini, dengan bergabungnya H. Hercules sebagai Dewan Kehormatan di majelis taqlim tersebut, semangat dan warisan luhur itu mendapatkan penerus baru. Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta modern tetap menjunjung tinggi sejarah dan menghormati jejak para leluhur.

Pengakuan Sosial dan Spiritualitas

Hercules bukan sekadar figur publik. Ia telah melewati berbagai fase kehidupan—dari masa-masa sulit hingga kini menjadi pemimpin ormas besar dan tokoh yang banyak berbuat untuk masyarakat bawah.

Penobatan ini bukan semata penghargaan simbolik, tapi bentuk pengakuan moral dan spiritual: bahwa seseorang, betapa pun keras latar belakangnya, dapat menjadi pelanjut nilai luhur bila ia memilih jalan yang benar.

Acara penobatan berlangsung penuh khidmat. Doa-doa mengalun, simbol-simbol tradisi seperti sorban putih, peci, dan batik dikenakan para tokoh agama dan masyarakat. Semua berpadu dalam suasana penuh makna, menandai hubungan erat antara nilai sejarah, spiritualitas, dan tokoh kontemporer.

Menjaga Warisan Leluhur di Era Modern

Dalam era yang serba cepat dan modern ini, penobatan H. Hercules menjadi Abah Maung adalah pesan yang kuat. Bahwa kearifan lokal, sejarah, dan spiritualitas tetap relevan, bahkan penting, untuk menjadi fondasi dalam membangun masa depan.

Sebagai Dewan Kehormatan, tanggung jawab Hercules tak berhenti pada seremoni. Ia diharapkan turut menjaga kehormatan situs makam kramat, membimbing generasi muda dalam memahami akar budaya Jakarta, serta menjembatani nilai-nilai lama dengan semangat zaman kini.

Dalam pernyataannya setelah acara, H. Hercules menyampaikan rasa haru dan kesiapannya menjalankan amanah:

“Saya merasa sangat terhormat dan tersentuh. Ini bukan soal gelar, tapi soal tanggung jawab. Saya siap menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur kita, terutama Ki Tubagus Angke. Jakarta bukan hanya milik masa kini, tapi juga milik masa lalu dan masa depan.”

Pernyataan itu mencerminkan perubahan mendalam dalam perjalanan spiritual H. Hercules. Bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan di jalan sosial dan politik, tetapi juga dalam menjaga akar nilai spiritualitas yang menjadi kekuatan sebuah bangsa.

Gelar Abah Maung yang kini disandang H. Hercules Rozario Marshall bukanlah semata kehormatan, tapi cerminan dari nilai tanggung jawab lintas zaman. Ia menjadi jembatan antara jejak luhur sejarah Jakarta dengan tantangan masyarakat modern.

Sosok keras itu kini juga menjadi pelindung spiritual, memperkuat pesan bahwa masa depan bangsa akan kuat bila akarnya tak tercerabut dari sejarah.

(red)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:13 WIB

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Berita Terbaru