Terbongkar? Hubungan Intim Kades dan SM, ini Penjelasanya

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 21 September 2023 - 05:13 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plered (purwakarta)// Dugaan kuat terkait adanya hubungan intim Kepala Desa Plered dengan wanita cantik warganya sendiri akhirnya diakui oleh sang Kades saat pertemuan dengan warganya pada Rabu.  (21/09/23).

Dalam pertermian tersebut turut dihadiri unsur-unsur dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan Plered seperti Camat Asep Sonjaya, Kapolsek Plered AKP Ali Murtadho, Danramil Plered Kapten Witopo, Jajaran BPD, Ketua MUI, Karangtaruna, Tokoh masyarakat beserta beberapa unsur masyarakat lainnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Erik Akbar Fauji sang Kepala Desa mengakui pernah satu kali melakukan hubungan intim dengan SM diruang kerjanya, akan tetapi menurut pengakuannya pada saat itu sudah menikah siri.

Dan atas perbuatannya tersebut kades memohonkan permintaan maafnya kepada masyarakat desa Plered atas kejadian itu.

Pada saat yang sama SM yang tanpa di duga turut hadir di acara itu, membantah apa yang dikatakan sang Kades dengan mengatakan,

“saya melakukan hubungan intim dikantor Desa bukan satu kali, akan tetapi beberap kali sebelum menikah siri”

“SM juga menambahkan terkait masalah uang sebesar 15 juta rupiah dari Kades, itu merupakan uang untuk tutup mulut dan bayar hutang ke saya”

“Saya berani bersumpah dihadapan Al’quran jika berbohong berani menerima azab,
Beranikah Pak Lurah mau bersumpah dihadapan Al’quran, tantangnya.”

Ustadz Abdullah Ketua MUI Desa dan juga salah satu tokoh masyarakat mengatakan,

“saya menganjurkan kepada Kepala Desa untuk mengundurkan diri saja dan hal itu sudah saya sampaikan ke BPD sebagai wakil dari masyarakat”

“Yang jelas tidak ridho, saya membimbing masyarakat dari anak-anak, remaja serta yang berusia lanjut untuk menghindari hal-hal negatif akan tetapi malah ada kejadian tercela yang dilakukan oleh Kepala Desanya sendiri”

“Sungguh sangat memalukan apalagi Desa Plered dikenal sebagai kota santri”

Camat Plered Asep Sonjaya menjelaskan,

“jika Kepala Desa mengakui hubungan intimnya dengan SM diruanganya akan tetapi itu dilakuan setelah menikah sirih dengan SM”

“Saya juga menegur apa yang dilakukan sang Kades, etikanya tidak baik dilakukan oleh seorang pemimpin”

Lanjutnya, menurut Plpasal 29 Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa menyatakan Kepala Desa dilarang;

1. Merugikan
kepentingan umum.
2. Membuat keputusan
yang
menguntungkan diri
sendiri, anggota
keluarga, pihak lain
dan/atau golongan
tertentu.
3. Menyalahgunakan
wewenang, tugas, hak
dan atau
kewajibannya.
4. Melakukan tindakan
diskriminatif terhadap
warga dan atau
golongan tertentu.
5. Melakukan tindakan
meresahkan
sekelompok
masyarakat desa.
6. Melakukan korupsi,
kolusi dan nepotisme,
menerima uang,
barang
dan/atau jasa dari
pihak lain yang dapat
mempenggaruhi
keputusan atau
tindakan yang akan
dilakukannya.
7. Menjadi pengurus
partai politik
Merangkap jabatan
sebagai ketua dan/
atau anggota BPD,
anggpta DPR RI,
anggota DPD RI,
anggota DPRD
Provinsi atau DPRD
Kabupaten/Kota dan
jabatan lain yang
ditentukan dalam
peraturan
perundang-undangan,
Ikut serta dan/atau
terlibat dalam
kampanye pemilihan
umum dan/atau
pemilihan kepala
daerah.
8. Melanggar sumpah/
janji jabatan.
9. Meninggalkan tugas
selama 30 hari kerja
berturut-turut tanpa
alasan yang jelas dan
tidak dapat di
pertanggung jawabkan

Berdasarkan kejadian itu kepala desa dapat dikatakan sudah tidak lagi melakukan kewajibannya sebagai kepala Desa sesuai UU nomor 6 tahun 2014 itu.

Bahkan sebaliknya kepala desa melakukan pelanggaran terhadap ketentuan UU no 6 tahun 2014 tersebut dimana atas perbuatannya memenuhi unsur telah merugikan kepentingan umum dan melakukan tindakan yang meresahkan warga.

Oleh sebab itu semua pemangku kebijakan dari Camat Plered sampai kepala Dinas DPMD serta penjabat Bupati harus objektif dan melakukan penegakan administrasi berupa sanksi sesuai ketentuan UU desa tersebut.

Sebab apapun pemicunya hal ini justru membuka mata masyarakat Plered bahwa kebiasaan Kepala desa ini seperti itu adanya, pungkasnya.

(RD)**

Berita Terkait

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi
Presiden Proton FC Thony Indra Gunawan Apresiasi Terpilihnya Buky Wibawa Sebagai Ketua Asprov PSSI Jabar
Respons Cepat Laporan Warga, Polres Prabumulih Evakuasi Korban Tertemper Kereta Api di Rambang Kapak Tengah
Satgas Karhutla Kodim 0418/Palembang Bersama Damkar Padamkan Kebakaran Lahan di Kertapati
Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi
Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan
Direktur Utama Teddy Andrian: Perbaikan Pipa Bukan Cuma Soal Galian, Kualitas Harus Diutamakan
SATPAS SIM Polres Cimahi Kedepankan Pelayanan Humanis, Ramah dan Cepat

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Selamat Atas Terpilihnya Anton Hilman Menjadi Ketua RW 06 kp.Ciandam, Kota Sukabumi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Parah! Gedung SDN Sindangjaya 01 Rusak Parah, Transparansi Dana Bos Dipertanyakan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Parungkuda Mas Abdul Sarip Kembali Mendapat Mandat Menjadi Ketua Karangtaruna Perkuat Solidaritas Serta Peran Pemuda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:35 WIB

SAMISADE NAIK JADI Rp1,5 MILIAR PER DESA! TRANSFORMASI BANKEU AKSELERASI DESA DI BOGOR JADI SOROTAN – RD. HADI HARYONO: MASYARAKAT HARUS AWASI DAN KAWAL

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:46 WIB

​Berkaria Foundation Bagikan Makanan Gratis di Alun-Alun Kota Cimahi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Wamen Bima Arya Kunjungi KDKMP Desa Cangkuang Wetan, Tekankan Fungsi sebagai Penyalur Barang Bersubsidi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Polres Pasuruan Kota Gandeng Pemerintah Desa dan Masyarakat Perkuat Pencegahan Narkoba.

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:20 WIB

DPRD kota Sukabumi Bahas Dua Raperda Strategis Usulan Wali Kota

Berita Terbaru