Bandung, 23 Juli 2026 – http://satunews.id
Kepala Sekolah Rakyat Perintisan *Wyata Guna*, *Setia Nugraha*, mengapresiasi kegiatan yang mempertemukan siswa Sekolah Rakyat dengan sekolah umum. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menyalurkan potensi dan membangun karakter anak Indonesia. “Anak kami juga anak Indonesia. Lewat lomba ini karakter dan potensi mereka bisa tersalurkan,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Kamis 23 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Sekolah Rakyat Wyata Guna mengikuti lomba nyanyi dan puisi tingkat SMP. Hasilnya, 4 siswa berhasil meraih juara. “Alhamdulillah sekolah kami dapat juga. Ada lomba nyanyi dan puisi. Alhamdulillah ada 4 orang yang jadi,” kata Setia bangga. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar anak-anak punya ruang menampilkan bakatnya.
Setia menjelaskan Sekolah Rakyat Wyata Guna adalah sekolah nasional plus berbasis asrama 24 jam. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum nasional, namun kelebihannya terletak pada pembinaan karakter, kemandirian, dan kepercayaan diri. “Semua kehidupan mereka ada di asrama. Dari bangun pagi, ibadah, sekolah, belajar malam, sampai refleksi semua terpantau,” jelasnya.
Sistem asrama ini sangat membantu siswa dari keluarga Desil 1 dan Desil 2. Saat ini ada 47 siswa dari Kota Bandung yang belajar di Wyata Guna. Penerimaan siswa tidak dibuka umum, melainkan melalui data Kemensos, BPS, dan Pemda dengan SK Walikota. “Yang diutamakan Desil 1 dan Desil 2. Banyak dari mereka yang kalau tidak masuk Sekolah Rakyat mungkin tidak bisa lanjut sekolah,” ungkapnya.
Di akhir, Setia berharap kegiatan kolaborasi dengan sekolah umum terus digelar. Ia juga mengapresiasi kepedulian Ibu Cinta terhadap anak-anak Sekolah Rakyat. “Walaupun dari Desil 1-2, ternyata potensinya luar biasa. Di sekolah kami ada yang juara boxing, taekwondo, dan futsal juga,” pungkasnya.
(Neng sih) **


























