Cinta Saja Tak Cukup’, Advokat Indra Gatot Sihombing Edukasi Pentingnya Hukum Perkawinan di Bandung Ngariung

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:44 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SatuNews.Id

‎‎Bandung, 1 Juli 2026 – Rendahnya literasi masyarakat terhadap hukum perkawinan dinilai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka perceraian di Indonesia. Kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri membuat banyak persoalan rumah tangga berujung pada perceraian yang sebenarnya dapat dicegah.

‎‎Hal tersebut disampaikan Advokat Indra Gatot Sihombing, S.E., S.H., M.H., C.PM. dalam seminar bertajuk “Cinta Aja Gak Cukup! Membangun Keluarga yang Sah dan Harmonis Berdasarkan Hukum Positif Indonesia” pada rangkaian kegiatan Bandung Ngariung di D’Botanica Mall Pasteur, Kota Bandung, Rabu (1/7/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎‎Dalam pemaparannya, Indra menegaskan bahwa perkawinan bukan sekadar ikatan emosional antara laki-laki dan perempuan, tetapi merupakan ikatan hukum yang bertujuan membentuk keluarga yang bahagia, harmonis, dan kekal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.

‎Rumah tangga bukan tentang siapa yang lebih kuat, tetapi tentang siapa yang lebih dahulu mau membantu pasangannya. Ketika suami dan istri saling mendukung, di situlah keharmonisan keluarga akan terbangun,” ujar Indra.

‎‎Menurutnya, pemahaman mengenai hak dan kewajiban masing-masing pasangan menjadi bekal penting dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga secara bijaksana. Dengan memahami ketentuan hukum, pasangan suami istri diharapkan mampu menyelesaikan konflik tanpa harus berakhir di meja perceraian.

‎‎Selain minimnya literasi hukum, Indra menilai persoalan ekonomi masih menjadi salah satu penyebab utama keretakan rumah tangga. Meningkatnya biaya hidup, kebutuhan pendidikan anak, hingga tekanan ekonomi keluarga kerap memicu konflik dalam rumah tangga.

‎Ia mengingatkan bahwa suami sebagai kepala keluarga memiliki kewajiban memberikan nafkah sesuai kemampuan. Namun, upaya memenuhi kebutuhan keluarga harus dilakukan dengan cara yang halal dan tidak melanggar hukum.

‎Jangan sampai tekanan ekonomi membuat seseorang memilih jalan yang salah, seperti korupsi atau tindak pidana lainnya. Undang-Undang mengatur bahwa kewajiban memberi nafkah dilakukan sesuai kemampuan, tetapi tetap harus ada ikhtiar dan tanggung jawab,” tegasnya.

‎Indra juga menyoroti besarnya pengaruh media sosial terhadap kehidupan rumah tangga. Menurutnya, persoalan keluarga sebaiknya tidak diumbar di ruang publik karena berpotensi memperbesar konflik dan menyulitkan penyelesaiannya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan hukum sebagai pedoman sejak sebelum menikah, bukan hanya ketika menghadapi persoalan rumah tangga.

‎Pemahaman terhadap hukum perkawinan perlu dimiliki sejak awal agar setiap pasangan memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab masing-masing dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis,” katanya.

‎Bandung Ngariung sendiri merupakan forum yang menghadirkan ruang edukasi, diskusi, dan kolaborasi bagi masyarakat melalui berbagai seminar inspiratif dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, seperti hukum, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

‎‎Di akhir pemaparannya, Indra berharap pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat terus memperluas sosialisasi mengenai hukum perkawinan. Menurutnya, meningkatnya literasi hukum akan membantu pasangan suami istri memahami hak dan kewajibannya secara seimbang, menekan angka perceraian, sekaligus memberikan perlindungan terbaik bagi tumbuh kembang anak.

‎‎Seminar tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta Bandung Ngariung. Melalui kegiatan edukatif seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat memahami bahwa membangun keluarga yang kokoh tidak hanya berlandaskan cinta, tetapi juga pengetahuan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.

* Andi *

Berita Terkait

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi
Awak Media Mengaku Dilarang Liput Muskota IX Kadin Kota Bandung, Sikap Panitia Dipertanyakan
Talkshow & Kajian MHABD ke-2 di Pusdai Jabar: Sinergi Ulama, Pemerintah, dan Influencer Kuatkan Keluarga
Hadir di Musda VI, H. Isawara Ucapkan Selamat untuk Ngatiyana Sebagai Ketua Golkar Cimahi
Soroti Anggaran RMP Rp36 Miliar, Paskibar Laskar Kiansantang Gelar Aksi di Disdik dan Balai Kota Bandung
APAK Soroti Pengelolaan Aset KBB, Dugaan Penyimpangan Harus Ditindaklanjuti Sesuai Hukum
DPP CEPOT MOTAH INDONESIA TERTIBKAN ADMINISTRASI CHAPTER DAN GAUNGKAN KEPEDULIAN SOSIAL
Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru