Satunews.id
Dayeuhkolot – Upaya mitigasi dampak musim kemarau dan peningkatan infrastruktur terus dilakukan oleh Pentahlix Dayeuhkolot. Salah satu langkah yang saat ini tengah dikawal adalah koordinasi dengan PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) Provinsi Jawa Barat terkait rencana penempatan Hidran Umum (HU) di kawasan underpass Tol Moh. Toha, RW 08, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot.
Selain pembangunan Hidran Umum, lokasi tersebut juga direncanakan akan dilengkapi dengan bak penampungan air (ground tank/reservoir) sebagai bagian dari upaya menghadapi potensi kekeringan yang dipicu fenomena El Niño. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat saat musim kemarau.
Ketua Pentahlix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menjelaskan bahwa Hidran Umum nantinya akan berfungsi sebagai titik pasokan air darurat bagi armada mobil tangki PDAM maupun mobil tangki Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB).
“Keberadaan hidran ini akan menjadi titik pengisian bagi mobil tangki yang kemudian mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah padat penduduk yang terdampak kekeringan, terutama ketika sumur warga mengalami penurunan debit atau bahkan mengering akibat kemarau panjang,” ujarnya di lokasi pada Selasa ( 23/6/2026 ).
Selain berfungsi sebagai langkah kekeringan, fasilitas tersebut juga memiliki nilai penting dalam mendukung penanganan kebakaran. Musim kemarau ekstrem biasanya meningkatkan risiko kebakaran di kawasan permukiman padat maupun pertokoan.
Dengan tersedianya hidran yang terhubung dengan jaringan suplai air utama, petugas pemadam kebakaran dapat memperoleh pasokan air secara cepat saat terjadi keadaan darurat,” tukasnya
Di sisi lain, Pentahlix Dayeuhkolot juga melanjutkan koordinasi dengan DPUTR Kabupaten Bandung melalui Sarpras Baleendah bersama Himpunan Pengguna Jalan Mengger (HPJM) terkait rencana peningkatan infrastruktur di kawasan Jalan Mengger.
Pembahasan meliputi pembangunan rabat beton jalan serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
“Sebagai langkah awal, penanganan darurat akan dilakukan melalui perbaikan oprit masuk dan keluar yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan. Perbaikan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut,” sambungnya.



























