Satunews.id, Bogor – Komitmen terhadap aksi kemanusiaan kembali ditegaskan melalui kegiatan donor darah yang digelar Klinik Pratama Rawat Inap Anggi bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Cileungsi, Kamis (23/04/2026), di wilayah Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Mengangkat tema “Setetes Kebaikanmu Mampu Selamatkan Mereka yang Membutuhkan”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga langkah strategis dalam menjawab kebutuhan darah yang masih kerap mengalami kekurangan di wilayah Kabupaten Bogor.

Kolaborasi lintas layanan kesehatan ini terbukti efektif menarik partisipasi publik. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak awal kegiatan, meski dari 73 pendaftar, hanya 22 orang yang lolos skrining kesehatan dan berhasil mendonorkan darahnya. Hasilnya, sebanyak 22 kantong darah berhasil dihimpun untuk kepentingan medis dan kemanusiaan.
Penanggung jawab kegiatan dari UTD RSUD Cileungsi, Dr. Muthia, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan stok darah.
“Kebutuhan darah itu tidak mengenal waktu. Karena itu, kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara berpindah-pindah lokasi agar menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya partisipasi warga sebagai sinyal positif meningkatnya kesadaran sosial, khususnya di wilayah Klapanunggal.

Sementara itu, Humas Klinik Pratama Rawat Inap Anggi, Mujiyati, mengungkapkan bahwa saat ini golongan darah A+ menjadi yang paling krusial karena stoknya kerap menipis, meskipun golongan darah O masih mendominasi jumlah pendonor.
Ia menekankan bahwa donor darah tidak hanya berdampak bagi penerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.
“Donor darah membantu menjaga stamina, melancarkan peredaran darah, serta mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Ini bukan hanya aksi sosial, tapi juga investasi kesehatan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Owner Klinik Anggi, Anggiat Lammiduk, M.H., turut turun langsung menjadi pendonor. Kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata kepedulian sekaligus ajakan moral kepada masyarakat.
Partisipasi juga datang dari berbagai elemen, termasuk anggota Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Klapanunggal yang dipimpin Misnia Sari, memperkuat nilai gotong royong dalam aksi kemanusiaan ini.
Dari sisi masyarakat, testimoni positif mengalir. Salah satu pendonor, Yanto, mengaku rutin mengikuti kegiatan donor darah dan mengetahui agenda ini melalui media sosial Klinik Anggi.
Hal senada disampaikan Revita, yang merasakan langsung manfaat donor darah bagi tubuhnya.
“Setelah donor, badan terasa lebih ringan dan segar. Selain sehat untuk diri sendiri, kita juga bisa membantu orang lain,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
“Jangan takut. Donor darah itu aman, menyehatkan, dan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara fasilitas kesehatan dan masyarakat mampu menciptakan dampak nyata. Di tengah tantangan ketersediaan darah, aksi sederhana seperti donor darah justru menjadi garda terdepan penyelamat nyawa.(Aminah)



























