Musdesus Desa Sukahati 2026: Anggaran Dipangkas, Keberpihakan dan Keadilan Warga Jadi Ujian

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 15:02 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, Bogor – Pemangkasan Dana Desa 2026 bukan sekadar angka di atas kertas. Di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, kondisi ini menjadi tekanan nyata, program terpangkas, harapan dipertaruhkan, dan pertanyaan soal keadilan muncul di tengah warga.

Pemerintah Desa Sukahati menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dan Musyawarah Desa (Musdes) dalam satu rangkaian agenda. Forum ini menjadi ruang krusial, bukan hanya membahas anggaran, tetapi juga menentukan arah nasib warga.

Musdesus difokuskan pada penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD 2026. Sementara Musdes membahas ulang APBDes yang kini harus “dipaksa realistis” akibat pemangkasan dana dari pusat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam forum Kepala Desa H. Endang Gunawan, perwakilan Kecamatan Citeureup Ponco, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, perangkat desa, serta Ketua RW dan RT. Kehadiran semua unsur ini menegaskan bahwa keputusan yang diambil akan berdampak pada banyak warga.

Dalam forum, Kepala Desa H. Endang Gunawan menegaskan bahwa anggaran dipangkas dan tidak semua program bisa dilaksanakan. “Kita harus memilih—dan pilihan itu tidak mudah,” ujarnya.

Perwakilan Kecamatan Citeureup, Ponco, menambahkan bahwa kondisi serupa terjadi di seluruh desa. Infrastruktur jalan dan kebutuhan mendesak menjadi prioritas, sementara program lain harus siap ditunda.

Ketegangan semakin terasa saat pembahasan BLT-DD berlangsung. Data calon penerima dibuka, diuji, dan diperdebatkan. Di balik angka dan dokumen, terdapat wajah-wajah warga yang berharap bantuan. Keputusan yang diambil berisiko menimbulkan kecemburuan sosial.

Peran RT dan RW menjadi sangat penting. Mereka dituntut jujur, objektif, dan berani, karena satu rekomendasi bisa menentukan siapa yang menerima bantuan dan siapa yang tersisih.

Dalam pembahasan perubahan APBDes, arah kebijakan semakin jelas: pangkas yang tidak prioritas, selamatkan yang mendesak. Namun konsekuensinya, sejumlah program pembangunan harus ditunda, dan sebagian harapan warga harus menunggu lebih lama.

Pemerintah desa berada di persimpangan sulit: menjaga kepercayaan masyarakat atau menghadapi risiko kekecewaan. Meski begitu, komitmen tetap disuarakan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk bekerja setengah hati. Setiap rupiah harus terasa manfaatnya, dan yang paling membutuhkan harus tetap didahulukan.

Musyawarah ini bukan sekadar soal angka atau dokumen anggaran. Ini soal keberpihakan nyata, keberanian memilih di tengah tekanan, dan integritas dalam menegakkan keadilan untuk rakyat.

Kini masyarakat Desa Sukahati menunggu pembuktian. Apakah keputusan hari ini benar-benar adil? Apakah bantuan tepat sasaran? Atau justru menyisakan tanda tanya? Di tengah anggaran yang menyusut, harapan warga justru semakin menguat: pemerintah harus hadir bukan hanya dengan janji, tetapi dengan bukti nyata.

(Aminah)

Berita Terkait

8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:15 WIB

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR  

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang  

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Berita Terbaru