Musdesus Desa Sukahati 2026: Anggaran Dipangkas, Keberpihakan dan Keadilan Warga Jadi Ujian

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 15:02 WIB

5019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, Bogor – Pemangkasan Dana Desa 2026 bukan sekadar angka di atas kertas. Di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, kondisi ini menjadi tekanan nyata, program terpangkas, harapan dipertaruhkan, dan pertanyaan soal keadilan muncul di tengah warga.

Pemerintah Desa Sukahati menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dan Musyawarah Desa (Musdes) dalam satu rangkaian agenda. Forum ini menjadi ruang krusial, bukan hanya membahas anggaran, tetapi juga menentukan arah nasib warga.

Musdesus difokuskan pada penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD 2026. Sementara Musdes membahas ulang APBDes yang kini harus “dipaksa realistis” akibat pemangkasan dana dari pusat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam forum Kepala Desa H. Endang Gunawan, perwakilan Kecamatan Citeureup Ponco, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, perangkat desa, serta Ketua RW dan RT. Kehadiran semua unsur ini menegaskan bahwa keputusan yang diambil akan berdampak pada banyak warga.

Dalam forum, Kepala Desa H. Endang Gunawan menegaskan bahwa anggaran dipangkas dan tidak semua program bisa dilaksanakan. “Kita harus memilih—dan pilihan itu tidak mudah,” ujarnya.

Perwakilan Kecamatan Citeureup, Ponco, menambahkan bahwa kondisi serupa terjadi di seluruh desa. Infrastruktur jalan dan kebutuhan mendesak menjadi prioritas, sementara program lain harus siap ditunda.

Ketegangan semakin terasa saat pembahasan BLT-DD berlangsung. Data calon penerima dibuka, diuji, dan diperdebatkan. Di balik angka dan dokumen, terdapat wajah-wajah warga yang berharap bantuan. Keputusan yang diambil berisiko menimbulkan kecemburuan sosial.

Peran RT dan RW menjadi sangat penting. Mereka dituntut jujur, objektif, dan berani, karena satu rekomendasi bisa menentukan siapa yang menerima bantuan dan siapa yang tersisih.

Dalam pembahasan perubahan APBDes, arah kebijakan semakin jelas: pangkas yang tidak prioritas, selamatkan yang mendesak. Namun konsekuensinya, sejumlah program pembangunan harus ditunda, dan sebagian harapan warga harus menunggu lebih lama.

Pemerintah desa berada di persimpangan sulit: menjaga kepercayaan masyarakat atau menghadapi risiko kekecewaan. Meski begitu, komitmen tetap disuarakan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk bekerja setengah hati. Setiap rupiah harus terasa manfaatnya, dan yang paling membutuhkan harus tetap didahulukan.

Musyawarah ini bukan sekadar soal angka atau dokumen anggaran. Ini soal keberpihakan nyata, keberanian memilih di tengah tekanan, dan integritas dalam menegakkan keadilan untuk rakyat.

Kini masyarakat Desa Sukahati menunggu pembuktian. Apakah keputusan hari ini benar-benar adil? Apakah bantuan tepat sasaran? Atau justru menyisakan tanda tanya? Di tengah anggaran yang menyusut, harapan warga justru semakin menguat: pemerintah harus hadir bukan hanya dengan janji, tetapi dengan bukti nyata.

(Aminah)

Berita Terkait

Milad ke-12 Forum DKM, Pemdes Pasir Angin Perkuat Sinergi Keagamaan dan Kebersamaan Warga
Revitalisasi Kawasan Gedung Sate–Gasibu, Perkuat Ikon Pusat Pemerintahan Jawa Barat
Dukung Atlet Muda Berprestasi, Bupati OKU Pastikan Tim Voli U-18 Berangkat ke Kejurnas
Dukung Program Nasional, Bupati OKU Luncurkan Beasiswa Kedokteran untuk Siswa Kurang Mampu
Pemkot Bandung Perketat Pengawasan WFH ASN, Disiplin dan Kinerja Tetap Optimal
Posbakum Desa Ciangsana Dibangun, Warga Kini Punya Akses Nyata Menuju Keadilan
Ratusan CPNS Resmi Dilantik Jadi PNS, Bupati Bogor Tegaskan Ini Awal Pengabdian Nyata
Sopir Angkot Cibinong–Cileungsi Diduga Ugal-ugalan, Nyawa Penumpang Seolah Dipertaruhkan

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 15:41 WIB

Kang DS Instruksikan Bentuk Tim Pentahelix Penanggulangan Banjir Margahayu

Jumat, 10 April 2026 - 10:37 WIB

Camat Dayeuhkolot Bersama Pentahelix dan Prima Angkat Sampah Penyebab Banjir di Sukabirus

Rabu, 8 April 2026 - 15:48 WIB

Ini Dia 6 Calon Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung

Selasa, 7 April 2026 - 17:11 WIB

Kolaborasi Pentahelix, Survey Terpadu Siapkan Pembongkaran Drainase hingga Normalisasi

Senin, 6 April 2026 - 15:52 WIB

Kapolda Jabar Perkuat Sinergi Melalui Silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

Senin, 6 April 2026 - 11:24 WIB

Lonjakan Sampah Capai 1.500 Ton per Hari, Kabupaten Bandung Andalkan Solusi Regional Sarimukti

Minggu, 5 April 2026 - 13:43 WIB

Camat Margahayu Sambangi Warga Terdampak Banjir, Bawa Dukungan dan Solusi

Sabtu, 4 April 2026 - 22:37 WIB

Kolaborasi Pentahelix , Camat Baleendah Turun Langsung Bersihkan Sampah Demi Redam Banjir

Berita Terbaru