Diduga Sarat Masalah, Seleksi Calon Komisaris Bank Bahteramas Sultra Tuai Kontroversi

Satunews.id

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 19:35 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Satunews.id – Proses seleksi calon direksi dan komisaris PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas (Perseroda) se-Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara diduga sarat dengan permasalahan.

Dugaan ini muncul karena terdapat salah satu calon komisaris yang sebelumnya telah dinyatakan tidak lolos oleh Panitia Seleksi (Pansel) dan Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), namun belakangan justru dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai komisaris.

Informasi tersebut terungkap setelah beredarnya surat rekomendasi pengisian nama calon direksi dan komisaris yang ditandatangani oleh Andri Permana, mewakili Tim Pemegang Saham Pengendali (PSP) pada bank BUMD milik Pemprov Sultra tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh La Ode Arukun, Ketua Lembaga Pemuda dan Mahasiswa S2 Hukum di Jakarta.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam surat tertanggal 16 Oktober 2025 yang ditujukan kepada seluruh pimpinan BPR se-Sultra, diketahui terdapat salah satu nama, yakni Drs. Basiran, M.Si, yang mendadak ditunjuk menjadi salah satu komisaris pada Bank BPR Kabupaten Konawe. Hal ini tentu menimbulkan keanehan, sebab dalam pengumuman Nomor 900.1.13.2 yang dikeluarkan oleh Panitia Seleksi dan Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan calon direksi dan komisaris BPR Bahteramas se-Sultra pada 20 Agustus lalu, nama Drs. Basiran, M.Si telah dinyatakan tidak lolos pada tahapan seleksi presentasi RBB dan strategi pengawasan,” jelas La Ode Arukun.

Lebih lanjut, La Ode Arukun menambahkan bahwa sangat janggal apabila seseorang yang telah dinyatakan tidak lolos secara terbuka, tiba-tiba dinyatakan lolos kembali pada tahap penetapan akhir. Hal ini menunjukkan adanya dugaan kongkalikong antara Tim Pansel dan UKK yang dinilai tidak bekerja secara profesional dan transparan.

“Panitia seleksi dan UKK yang menyelenggarakan proses seleksi ini harus memberikan klarifikasi, mengapa bisa ada nama yang sudah dinyatakan tidak lolos tiba-tiba muncul dan ditunjuk menjadi komisaris!” tegasnya.

La Ode Arukun juga meminta Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, untuk segera melakukan evaluasi terhadap hasil pengumuman seleksi tersebut serta menginvestigasi masuknya nama-nama peserta yang telah dinyatakan tidak lolos sebelumnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan melaporkan Panitia Seleksi dan UKK kepada Gubernur Sultra, Ombudsman RI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat, maupun pihak-pihak lain yang dianggap berwenang, termasuk menempuh langkah hukum administrasi.

“Kami menduga kuat bahwa Tim Pansel dan UKK telah menerima sogokan untuk melakukan perubahan hasil seleksi tanpa berpedoman pada aturan yang berlaku. Ini adalah tindakan sepihak yang dilakukan oleh Tim Pansel, UKK, dan PSP tanpa berkonsultasi dengan Gubernur Sultra. Oleh karena itu, kami akan melaporkan hal ini kepada Gubernur Sultra, Ombudsman, dan pihak lain yang berwenang agar diinvestigasi dan dievaluasi secara menyeluruh. Kami juga akan menempuh langkah hukum administrasi, karena persoalan ini berpotensi menjadi sengketa administrasi akibat adanya dugaan maladministrasi di dalamnya,” tutup La Ode Arukun.

(red)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru