Ketua Pokja Wartawan KBB M. Raup Tegas Menolak Kenaikan Tunjangan DPRD Rp83,5 Juta: Kebijakan yang Melukai Hati Rakyat!

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 15:53 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KBB, Satunews.id – Sabtu, 20 September 2025 | Setelah publik diguncang polemik rotasi mutasi 14 pejabat Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini muncul lagi isu yang tak kalah kontroversial: kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB tahun 2025 yang disebut mencapai Rp83,5 juta per bulan. Kebijakan ini memantik gelombang kritik tajam, terutama karena kondisi ekonomi masyarakat Bandung Barat tengah menghadapi kesenjangan sosial yang serius.

Salah satu suara keras penolakan datang dari Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bandung Barat, M. Raup, yang dikenal aktif menyuarakan isu-isu publik. Dengan lantang ia menyatakan bahwa kebijakan ini sama sekali tidak berpihak pada rakyat.

“Di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan kemarahan publik yang kian memuncak, kenaikan tunjangan anggota DPRD sebesar Rp83,5 juta per bulan adalah kebijakan yang melukai hati rakyat. Bagaimana mungkin pejabat menikmati tunjangan berlimpah sementara masyarakat masih bergulat dengan kesulitan hidup?” tegas Raup saat ditemui awak media, Sabtu (20/09/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Raup, penolakan kenaikan tunjangan DPRD KBB ini dilandasi sejumlah pertimbangan:

Keterbatasan Anggaran: Dana daerah seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak masyarakat, bukan untuk menaikkan tunjangan pejabat.

Minim Transparansi: Rincian besaran tunjangan selama ini tidak jelas dan kenaikan fantastis dinilai tidak masuk akal.

Prioritas Salah Arah: Masyarakat masih sangat membutuhkan peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.

Lebih jauh, Raup mengingatkan bahwa isu tunjangan dan gaji pejabat akan terus menjadi sorotan publik selama kesenjangan sosial-ekonomi masih tajam.

“Rakyat butuh perhatian, bukan disuguhi kabar gembira untuk pejabat di tengah kesusahan mereka. Bupati Bandung Barat seharusnya lebih bijak mempertimbangkan dampak kebijakan ini terhadap kepercayaan publik,” tambahnya.

Sebagai gambaran, rincian gaji dan tunjangan anggota DPRD kabupaten/kota per bulan adalah sebagai berikut:

•Uang representasi: Rp1.575.000

•Tunjangan keluarga: Rp220.000

•Tunjangan beras: Rp289.000

•Uang paket: Rp157.000

•Tunjangan jabatan: Rp2.283.750

•Tunjangan alat kelengkapan: Rp91.350

•Tunjangan komunikasi intensif: Rp10.500.000

•Tunjangan reses: Rp2.625.000

•Tunjangan perumahan: Rp12.000.000

•Tunjangan transportasi: Rp12.000.000

Total gaji dan tunjangan anggota DPRD kabupaten/kota berkisar Rp41,7 juta – Rp42,26 juta per bulan. Dengan tambahan kenaikan Rp83,5 juta, maka angka tersebut melonjak drastis melebihi Rp100 juta.

Raup menegaskan bahwa isu kenaikan tunjangan DPRD KBB harus menjadi perhatian publik. Ia mendesak agar pemerintah daerah meninjau ulang kebijakan tersebut demi menjaga kepercayaan masyarakat.

“Keputusan seperti ini tidak hanya soal angka, tapi soal rasa keadilan. Jangan sampai rakyat merasa ditinggalkan oleh wakilnya sendiri,” tutup Raup.

(dr.j)

Sumber : M. Rauf ketua pokja wartawan kbb

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru