Jabar Raih Penghargaan Implementasi Industri Hijau Terbaik di AIGIS 2025

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 22:36 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Satunews.id – Pemda Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Implementasi Industri Hijau Terbaik pada ajang The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang digelar Kementerian Perindustrian RI di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (20/8/2025).

Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan yang hadir mewakili Pemdaprov Jabar.

“Alhamdulillah, hari ini Pemdaprov Jabar meraih penghargaan kategori Pemerintah Daerah dengan Implementasi Industri Hijau Terbaik pada ajang The 2nd AIGIS 2025,” ujar Erwan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erwan menekankan, AIGIS merupakan platform penting untuk mendorong transformasi industri berkelanjutan. Menurutnya, penerapan prinsip industri hijau seperti efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan penggunaan teknologi rendah karbon menjadi kunci untuk mencapai target net zero emission sektor industri pada 2050.

Upaya tersebut sejalan dengan program Green Industry Service Company (GISCO) yang diinisiasi Kementerian Perindustrian. Program ini mendampingi industri dalam melakukan asesmen efisiensi, penghitungan jejak emisi, penyusunan rencana transisi hijau, hingga fasilitasi pembiayaan.

“Ekonomi hijau berkelanjutan, itu jadi tujuan kita semua,” tegas Erwan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa AIGIS 2025 diselenggarakan dengan prinsip Zero Emission, Zero Waste, dan Zero APBN.

Agus menekankan pentingnya ekonomi sirkular untuk mendukung industri hijau. Ia menjelaskan bahwa banyak perusahaan nasional telah mempraktikkannya, mulai dari mendaur ulang limbah plastik menjadi kemasan baru, melebur scrap metal menjadi baja, hingga memanfaatkan limbah biomassa sebagai sumber energi alternatif.

“Dengan ekonomi sirkular, kita tidak hanya menekan emisi dan mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, dan membuka lapangan kerja hijau,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa transformasi menuju industri hijau didorong oleh meningkatnya tuntutan konsumen global terhadap produk ramah lingkungan yang transparan jejak karbonnya dan memiliki nilai keberlanjutan.

Selain itu, pembiayaan hijau kini semakin terbuka dari lembaga keuangan domestik maupun internasional yang memprioritaskan proyek sesuai prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), sehingga industri inovatif lebih mudah mendapatkan dukungan.

Faktor lainnya adalah kebijakan pemerintah yang mendorong dekarbonisasi melalui peta jalan, insentif fiskal, kemudahan investasi, hingga regulasi efisiensi sumber daya.

Mekanisme perdagangan global seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa juga menjadi pendorong karena mengenakan biaya tambahan pada produk dengan jejak karbon tinggi.

“Industri nasional harus siap memenuhi standar rendah emisi agar tetap kompetitif,” pungkas Agus.

(dr.j)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru