Cegah DBD, Pemkot Bandung Luncurkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 19:05 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, Satunews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggencarkan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan menggandeng sektor swasta.

Melalui program kolaborasi dengan Enesis Group, peluncuran Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) secara resmi dilakukan dalam rangkaian Gebyar PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan pelatihan Kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang akan kick off di Kiara Artha Park, Rabu 2 Juli 2025

“Saya mengapresiasi Enesis Group, perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi lotion anti nyamuk (Softell/Sari Puspa), karena melalui CSR-nya turut mendukung program pemerintah mengendalikan DBD di Kota Bandung,” ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain di Pendopo Kota Bandung, Selasa 1 Juli 2025 malam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menegaskan bahwa DBD masih menjadi ancaman kesehatan utama, terutama bagi anak-anak dan lansia.

“Kami tidak ingin ada lagi nyawa direnggut virus dengue. Pencegahan harus dimulai sekarang, sebelum musim hujan tiba. Jangan tunggu,” tegas Zul Sapaan Akrabnya.

Zul mengatakan, kolaborasi ini adalah best practice kemitraan pemerintah dan swasta dalam isu kesehatan masyarakat. Tidak hanya bertujuan mencegah DBD, tetapi juga penyakit lain akibat nyamuk seperti chikungunya, malaria, dan kaki gajah.

“Kita dorong tiap rumah punya satu Jumantik aktif. Para lurah dan camat harus menggerakkan kader Posyandu dan PKK agar penyuluhan terus berjalan,” katanya.

​“Gerakan ini dalam gerakan satu rumah satu jumantik, agar fokus pada KIE (komunikasi – informasi – edukasi) kepada warga,” ungkapnya.

Selain edukasi 3M (Menguras, Menutup, Mendaur ulang), masyarakat juga didorong menambahkan satu langkah penting: ‘M’ mengoles lotion antinyamuk untuk perlindungan tambahan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian mengungkapkan, Kota Bandung merupakan daerah endemis DBD.

“Pada 2024 tercatat 7.680 kasus DBD. Sementara periode Januari–Juni 2025 sudah tercatat 1.653 kasus,” ungkapnya.

Ia menuturkan, perlunya penguatan komitmen dan partisipasi masyarakat, termasuk dengan penggunaan teknologi informasi.

Salah satunya adalah pengembangan sistem SEMPATI (Sistem Evaluasi dan Monitoring Penyakit Terintegrasi).

“Ini hasil kolaborasi Dinkes dan Diskominfo, untuk memantau kasus secara real time dan mendukung tindakan cepat di lapangan,” bebernya.

Di tempat yang sama, CEO Enesis Group, Aryo Widiwardhono berkomitmen mendukung Kota Bandung karena adanya kedekatan historis dengan kota ini.

“Brand kami hadir di 14 negara, tapi kami berakar di Indonesia. Melalui program ‘Gerakan Berantas Nyamuk dengan 3M dan M Mengoles’, kami ingin bantu setiap rumah dan komunitas lebih sadar bahaya nyamuk,” jelasnya.

Ia menerangkan, Enesis mulai melaksanakan program ini di Kecamatan Buahbatu, Rancasari, dan Coblong, menjangkau 14 kelurahan sebagai tahap awal.

“Kami ingin ciptakan momentum seperti Hari Bebas Nyamuk dan menargetkan rekor dunia (Guinness World Record) sebagai kampanye global dari Indonesia,” ucapnya.

(dr.j)

Kepala Diskominfo Kota Bandung

Yayan A. Brilyana

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru