Pemkot Bandung Wacanakan Gunakan Mesin Produk Lokal untuk Atasi Masalah Sampah

Satunews.id

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025 - 18:01 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, Satunews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mencari teknologi yang bisa menjadi solusi permasalahan sampah. Teknologi yang dapat ditempatkan di lingkup kecil seperti RT atau RW.

Salah satunya, Pemkot Bandung tengah mempertimbangkan untuk memanfaatkan mesin Bio Blend karya CV Sinar Jaya Bandung. Mesin ini disebut dapat mengolah sampah organik secara efisien dan ramah lingkungan.

Hal ini terungkap saat Wakil Wali Kota Bandung, mendinjau lokasi produksi CV Sinar Jaya di Jalan Pelajar Pejuang, Selasa, 24 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, ia menilai inovasi seperti Bio Blend dibutuhkan dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di Kota Bandung.

“Saya terus berkoordinasi dengan jajaran dinas terkait. Sampai saat ini kita masih mencari formula terbaik untuk memaksimalkan pengelolaan sampah, terutama di tiap wilayah,” ujar Erwin.

Ia juga menilai, mesin Bio Blend memiliki potensi untuk digunakan di tingkat rumah tangga.

“Mesin ini sangat bagus. Prosesnya ramah lingkungan dan hasilnya bisa diolah kembali, misalnya jadi pakan ternak atau pupuk,” tambahnya.

“Kita akan analisis lebih lanjut. Harapannya bisa dipakai di tingkat RT dan RW, tentu dengan kapasitas yang memadai,” tambahnya.

Sementara itu, Pemilik CV Sinar Jaya, Hasan Permana menyampaikan, mesin Bio Blend telah melalui berbagai uji kelayakan dan telah digunakan oleh beberapa perumahan besar, apartemen, kafe, dan restoran.

“Selama ini sampah organik menjadi masalah, sering menumpuk dan jadi sumber penyakit. Mesin ini bisa membantu mengurangi beban TPA,” ujar Hasan.

“Dalam waktu 2-3 menit, 3 kilogram sampah organik bisa dihancurkan menjadi bubur atau cairan. Ampasnya bisa disaring untuk jadi pakan ikan atau pupuk,” bebernya.

Ia mengungkapkan, mesin ini dirancang agar bisa digunakan langsung oleh warga. Instalasinya pun fleksibel dan bisa dipasang di dapur, tepat di bawah tempat pencucian piring.

“Ini lebih bersih, praktis, dan bisa dimanfaatkan kembali,” ungkapnya.

Mesin ini bisa menghancurkan sisa buah dan sayuran, sisa makanan, tulang ayam, ampas kopi dan teh, cangkang telur dan es batu.

Dengan harga sekitar Rp3.750.000 per unit, mesin ini diharapkan menjadi solusi terjangkau yang bisa menjawab tantangan besar pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga dan komunitas.

(dr.j)

Kepala Diskominfo Kota Bandung

Yayan A. Brilyana

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:13 WIB

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Berita Terbaru