Pemkab Bekasi Canangkan Layanan Primer Puskesmas Berbasis Pencegahan dan Sesuai Klaster Usia

- Redaksi

Selasa, 3 Desember 2024 - 10:00 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN : Pj Bupati Bekasi Dedy Supriyadi didampingi Pj Ketua TP PKK Wulur Hartanti membuka Kick Off Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Puskesmas Kabupaten Bekasi, di hotel Sakura, Sukamahi, Cikarang Pusat pada Senin (02/12/2024).

KESEHATAN : Pj Bupati Bekasi Dedy Supriyadi didampingi Pj Ketua TP PKK Wulur Hartanti membuka Kick Off Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Puskesmas Kabupaten Bekasi, di hotel Sakura, Sukamahi, Cikarang Pusat pada Senin (02/12/2024).


SATUNEWS.ID – Kab. Bekasi, || Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menggelar Kick Off Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Puskesmas Kabupaten Bekasi, di hotel Sakura, Sukamahi, Cikarang Pusat pada Senin (02/12/2024).

Acara ini dibuka langsung oleh Pj Bupati Bekasi Dedy Supriyadi didampingi Pj Ketua TP PKK Wulur Hartanti.

Program ILP yang merupakan program pemerintah pusat ini juga dihadiri oleh Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI, dr. Ivonne Kusumaningtias.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pj Bupati Bekasi Dedy Supriyadi menyampaikan, program Kemenkes RI ini menjadi upaya perubahan yang baik menitikberatkan ke enam pilar Pelayanan. Yaitu, Pelayanan kesehatan Primer, sistem ketahanan Kesehatan, sistem pembiayaan, Sumber Daya Manusia dan Teknologi di bidang kesehatan.

“Tujuannya nanti menata kembali Pelayanan Kesehatan Primer agar mampu melayani seluruh warga Kabupaten Bekasi secara lengkap, berkualitas dan berkesinambungan,” jelasnya.

Dari program ini, Dedy Supriyadi meminta agar seluruh Tenaga Kesehatan dari mulai Dinas sampai Puskesmas dan Posyandu untuk bisa melayani masyarakat dengan pelayanan terbaik. Bahkan mesti lebih peka apabila melihat masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di lingkungan masing-masing.

“Saya meminta kepada Puskesmas, unit pelayanan kesehatan di Desa kelurahan atau Pustu dan Posyandu untuk bisa lebih memperhatikan masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah menjelaskan pelayanan primer dimaksudkan dengan pelayanan kesehatan dasar masyarakat. Nantinya program ini akan menekankan manajemen kesehatan yang promotif dan preventif. Promotif artinya pelayanan kesehatan yang menekankan edukasi, konsumsi makanan sehat, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Sementara preventif artinya melakukan pencegahan terhadap penyakit periksa secara rutin, pemberian vaksin dan edukasi penyakit tertentu.

“Nanti itu mengikuti siklus hidup. Makanya Puskesmas itu nanti mengikuti berdasarkan siklus hidup atau klaster. Mulai dari bayi-balita, remaja, dewasa, kemudian nanti ada penanganan penyakit. Ini manajemen. Dan itu bukan hanya di Puskesmas saja. Nanti sampai di Puskesmas pembantu, kita ada 47 Pustu. Harapannya sampai di RT/RW Dusun, sampai di Posyandu, makanya ini integrasi” jelasnya.

Dalam kesempatan kick off katanya, semuanya ikut terlibat karena nanti akan terintegrasi. Mulai dari kecamatan, pihak swasta, organisasi profesi sampai PKK.

“Jadi klaster itu untuk memudahkan saja unit pelayanan. Tapi tidak kaku. Agar memudahkan. Kalau dicampur selama ini agak kurang rapi. Nanti kalau anak, ada, remaja ada, jadi dikelompokan,” tuturnya.

Pihak swasta nantinya akan dilibatkan untuk memperkuat 51 Puskesmas yang saat ini telah dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sementara ada 187 desa dan kelurahan yang harus ditangani kesehatannya.

“Kita libatkan itu untuk membantu Puskesmas-Puskesmas,” ucapnya.

Sumber: Diskominfosantik kabupaten Bekasi

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Cikarang Beri Penghargaan Transformasi Digital untuk FKTP dan FKRTL
Ali Syakieb Apresiasi Kemenko PMK Turun Tangan Atasi Keluarga Rentan di Daerah
SMPN 1 Cibitung Sukseska Program Cek Kesehatan Gratis 1200 Siswa
RSUDMA Sumenep Wujudkan Pelayanan Berbasis Teknologi Lewat Platform Satu Sehat
DP2KBP3A Gelar Pelayanan KB Gratis, Dukung 100 Hari Kerja Bupati Bandung di RSUD Bedas Tegalluar
Prevalensi Stunting Kabupaten Bandung Turun Signifikan Hingga 5,1 Persen, Dinkes: Berkat Kolaborasi Pentahelix
Perangi Stunting, Kepala DP2KBP3A Dampingi Ketua TPPS Salurkan Bantuan Stunting
DP2KBP3A Bandung Hadirkan Layanan KB MoW dan MoP Dalam Rangka 100 Hari Kerja Bupati

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:04 WIB

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto Apresiasi Langkah Bupati Bandung Prioritaskan Penanganan Banjir

Jumat, 17 April 2026 - 22:22 WIB

ANGKA FANTASTIS! BELANJA ELEKTRONIK, FURNITUR DAN PAKAIAN SEKRETRIAT DPRD PRINGSEWU TEMBUS MILYARAN, DISOROT TAJAM PULIK

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

LSM Trinusa DPD Lampung Akan Gelar Aksi di KPK 21 April, Soroti Dugaan Kejanggalan Banjir, Hibah Rp60 Miliar, Program Umroh berulang serta Proyek PUPR Bermsalah

Kamis, 16 April 2026 - 22:24 WIB

Gerak Cepat, Bupati OKU Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 16 April 2026 - 21:48 WIB

Pemkot Bandung: FKPPI Harus Jadi Motor Bela Negara dan Solusi Masalah Kota

Kamis, 16 April 2026 - 07:08 WIB

DATA TERUNGKAP: ANGGARAN MAKAN MINUM DPRD PRINGSEWU TAHUN 2025 MENCAPAI RP1,35 MILIAR, DINILAI TIDAK WAJAR DAN MEMBOROSKAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:33 WIB

Pembayaran MoU Media Tahun 2025 Rp1,3 Miliar: Sekwan Lempar Tanggung Jawab, Sekretariat & Kaspro Bungkam Saat Dikonfirmasi

Selasa, 14 April 2026 - 11:06 WIB

LSM PENJARA INDONESIA TANGGAPI PERNYATAAN WAKIL KETUA I DPRD PESAWARAN TERKAIT PERBAIKAN GEDUNG DPRD

Berita Terbaru