Optimalkan Potensi Desa, Dosen dan Mahasiswa Wiraraja Berhasil Melakukan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Produksi Batik Organik Mangrove

Satunews.id

- Redaksi

Selasa, 17 September 2024 - 08:09 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Satunews.id – Mahasiswa bersama Dosen Universitas Wiraraja Sumenep, Madura, sukses melaksanakan kegiatan ruang lingkup Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dengan mengoptimalkan potensi desa wisata melalui produksi Batik Organik berbahan dasar Mangrove. Selasa, 17/09/2024.

Diketahui, acara pengabdian dan pelatihan kepada masyarakat dipimpin langsung oleh Evi Dwi Hastri, SH.,MH., yang berlangsung pada tanggal 14 September 2024 di Balai Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura.

Kegiatan mahasiswa Universitas Wiraraja Sumenep tahun 2024 yang tergabung dalam KKN tematik sukses memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini fokus pada optimalisasi potensi desa wisata melalui peningkatan produksi batik organik berbahan dasar mangrove dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan,” kata Evi selaku Dosen fakultas hukum Universitas Wiraraja Sumenep.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberdayakan masyarakat lokal dalam meningkatkan ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi alam yang ada.

“Kami mengajarkan pemrosesan pewarnaan alami mangrove untuk produksi batik organik, metode produksi yang lebih efisien, serta penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pembuatan batik dan juga menghadirkan materi dari aspek hukum lingkungan dan hukum pariwisata,” ungkapnya.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memperkuat posisi desa kebun Dadap timur sebagai destinasi ekowisata unggulan dikawasan tersebut dengan keunggulan lainnya yaitu batik organik mangrove.

“Tidak hanya itu, dari segi produksi program ini juga memberikan wawasan mengenai strategi pemasaran dan pengembangan produk agar lebih dikenal oleh wisatawan yg berkunjung ke desa kebun Dadap timur,” tambahnya.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan Kegiatan pengabdian tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang pada acara ini dihadiri dari seluruh anggota Bumdesa Pasopati, anggota PKK desa kebun Dadap timur, perangkat desa, seluruh ketua RT, dan karangtaruna. Para peserta merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini dan optimis bahwa ilmu yg didapat akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga desa.

“Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampu menjadi awal yang baik dalam menciptakan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat desa, khususnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berbasis pada kearifan lokal,” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi antara potensi wisata mangrove dan produk batik organik, diharapkan desa ini mampu menjadi Pioneer dalam industri kreatif berbasis lingkungan bahkan desa percontohan menjadi desa wisata

Kami berharap, “melalui teknologi ramah lingkungan ini produk batik organik mangrove dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Evi Dwi Hastri ketua tim PBM universitas wiraraja.

Diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Andritiyas Nurkayanti dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, A. Hamdan Rifqi S.P dari DKPP kabupaten Sumenep, Evi Dwi Hastry SH.,MH., dari unsur akademisi Dosen Fakultas hukum universitas wiraraja, Hendra Lesmana dari unsur mahasiswa fakultas hukum universitas wiraraja

 

(Ruls)

#Satunews.id

#KabiroSumenep

Berita Terkait

Kalapas Kelas I Palembang Perkuat Tugas dan Fungsi Jajaran  
PNSB Sumsel Kepung Empat Titik Palembang, 5.000 Masker Dibagikan di Tengah Asap
BNN Gelar Pasanggiri Kawih Sinom, Gaungkan Perang Melawan Narkoba Lewat Seni Sunda
Pemkot Bandung Targetkan Raih Pendapatan Daerah Rp7,46 Triliun Pada APBD 2027
Dukung Program Prioritas Kapolri, Puslitbang Polri Gelar Penelitian Kamseltibcarlantas Berbasis Teknologi di Polda Sumsel
Pisah Sambut Kalapas Kelas I Palembang, Estafet Pengabdian Berlanjut  
Tenggelam Di Sungai Komering Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia  
Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13 WIB

Kecamatan Dayeuhkolot Ikuti Jambore PKK Tingkat Kabupaten Bandung, 10 Program Pokok Jadi Fokus

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

Kalapas Kelas I Palembang Perkuat Tugas dan Fungsi Jajaran  

Selasa, 15 September 2026 - 14:12 WIB

PNSB Sumsel Kepung Empat Titik Palembang, 5.000 Masker Dibagikan di Tengah Asap

Selasa, 15 September 2026 - 08:27 WIB

BNN Gelar Pasanggiri Kawih Sinom, Gaungkan Perang Melawan Narkoba Lewat Seni Sunda

Senin, 14 September 2026 - 22:24 WIB

Dukung Program Prioritas Kapolri, Puslitbang Polri Gelar Penelitian Kamseltibcarlantas Berbasis Teknologi di Polda Sumsel

Senin, 14 September 2026 - 17:53 WIB

Pisah Sambut Kalapas Kelas I Palembang, Estafet Pengabdian Berlanjut  

Senin, 14 September 2026 - 15:16 WIB

Tenggelam Di Sungai Komering Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia  

Minggu, 13 September 2026 - 19:31 WIB

Kampung Budaya Lingkungan Curug Dog Dog Gelar Gotong Royong Bersihkan Gorong-gorong

Berita Terbaru