Bunda Nia, Motivator Donor Darah Garut Selatan

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 1 November 2023 - 07:25 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id; GARUT  // Darah adalah elemen penting penunjang kehidupan seseorang. Tanpa darah tidak akan ada kehidupan. Untuk itu keberadaan donor darah sangat diperlukan guna kelangsungan hidup umat manusia. Namun sayangnya masih banyak orang yang belum mengerti tentang pentingnya donor darah.

Di wilayah Garut Selatan yang mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, tidaklah mudah untuk mengajak sadar akan pentingnya donor darah. Perlu upaya dan kerja keras agar masyarkat mau mendonorkan darahnya.
Demikian pula yang dialami oleh Bunda Nia Kurniati, motivator donor darah dari Kecamatan Pameungpeuk Garut Selatan. Pada Rabu (1/11/23).

Awalnya Bunda Nia Kurniati kesulitan mendapatkan darah bagi anaknya yang menderita Thalassemia. Penderita Thalassemia membutuhkan transfusi darah yang dilakukan secara rutin.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya anak saya yang menderita Thalassemia harus dirawat di Rumah Sakit Pameungpeuk. Saat itu stok darah sedang tidak ada. Saya yang saat itu hampir putus asa, menghubungi PMI. Untung ada donor yang bisa membantu anak saya. Sejak saat itu saya bertekad untuk bisa menjadi motivator donor darah.” ujarnya dalam sesi mengobrol dengan media.

Selanjutnya Bu Nia mengatakan bahwa ia mulai mengajak keluarga dan kerabat dekat untuk mau mendonorkan darahnya, demi membantu kelangsungan hidup orang yang membutuhkan darah. Yang semula hanya kalangan keluarga saja yang menjadi donor, kemudian terus berkembang hingga mencapai jumlah 170 orang pendonor.

“Jumlah itu sungguh luar biasa untuk wilayah terpencil seperti di Pameungpeuk ini. Alhamdulillah lancar dan banyak warga yang sadar akan pentingnya donor darah”. Kata dia.

 

Lebih lanjut, Jumlah sebesar itu luar biasa sehingga membuat Bupati Garut Dr.Helmy memberikan penghargaan dengan mengundang Bu Nia Kurniati ke Garut dalam sebuah acara penghargaan yang dihadiri pula oleh PMI Kabupaten Garut, Dinas Kesehatan serta instansi terkait. Saat itu dirinya mendapatkan penghargaan. Bupati Garut sangat mengapresiasi upaya Bu Nia Kurniati dalam menjadi motivator donor darah yang sukses.

 

Jika orang lain hanya bisa mambawa pendonor antara 5 hingga 15 orang, maka Bu Nia berhasil mengajak banyak orang. Dirinya mengakui tidak memiliki liat khusus dalam menjadi motivator donor darah, dia hanya memberikan edukasi akan pentingnya menjadi pendonor karena drag diperlukan oleh pasien untuk melakukan operasi, ibu2 yang baru melahirkan, kecelakaan maupun untuk penderita kelainan darah seperti Thalassemia. Menurutnya mata rantai penyakit Thalassemia harus diputus.

Ia menghimbau bagi pasangan yang akan menikah harus dilakukan screening guna melihat apakah calon mempelai menderita Thalassemia atau sebagai carrier penyakit Thalassemia. Dengan adanya screen ing tersebut, nanti akan ketahuan sehingga dalam pernikahan nanti bisa dilakukan pencegahan2.


Menjadi motivator donor darah bagi Bu Nia merupakan suatu nilai ibadah yang tinggi. Pendonor darah adalah orang yang bersedekah, ia memiliki pahala yang tinggi dengan mendonorkan darahnya bagi yang membutuhkan. Karena darah manusia tidak ada pabriknya jadi tidak bisa diproduksi. Bu Nia menambahkan bahwa selama dirinya menjadi motivator, banyak suka duka yang dialami. Ia mendapatkan penghargaan dari Bupati dan sering ikut serta dalam acara nasional.

Tidak ada penghargaan yang senilai dengan uang selain pengakuan. Dirinya masih terus memotivasi masyarakat untuk sadar akan pentingnya mendonorkan darah. Apalagi di Pameungpeuk banyak orang yang mengkonsumsi ikan, para nelayan dan keluarganya memiliki Hb yang tinggi, dan itu sangat bagus untuk donor.

Tidak sedikit upaya yang dilakukan Bunda Nia dalam upayanya menyadarkan masyarakat, secara bergotong royong dirinya dan rekan2nya patungan menyediakan makanan untuk para pendonor jika ada acara donor darah.


“Saya berharap akan makin banyak orang yang sadar tentang kesehatan. Mudah2an ke depan banyak orang yang mau menjadi pendonor, lillahi karena Allah” pungkasnya

(Rina)**

Berita Terkait

Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta
Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi
IPPAT Jabar Gelar Halal Bihalal di Holiday Inn Bandung, Usung Tema Integritas Profesi
Kata Melly Guslaw: “Turunin ke hidup sehari-hari. Itu baru karakter bangsa.” Setuju? 
PAN Perkuat Struktur di Jabar, Targetkan 11 Kursi DPR RI dan Masuk 4 Besar Nasional
Kapolda Jabar Perkuat Sinergi Melalui Silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat
Budayawan Bogor Bersatu: Teh Mela Pimpin Panitia Halal Bihalal di Kebun Raya

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Selasa, 14 April 2026 - 08:57 WIB

IPPAT Jabar Gelar Halal Bihalal di Holiday Inn Bandung, Usung Tema Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 - 14:19 WIB

Kata Melly Guslaw: “Turunin ke hidup sehari-hari. Itu baru karakter bangsa.” Setuju? 

Sabtu, 11 April 2026 - 22:24 WIB

Sinergi Bina Marga dan Pentahelix, Bupati Bandung Tinjau Langsung Proyek Penanganan Banjir

Sabtu, 11 April 2026 - 15:41 WIB

Kang DS Instruksikan Bentuk Tim Pentahelix Penanggulangan Banjir Margahayu

Jumat, 10 April 2026 - 10:37 WIB

Camat Dayeuhkolot Bersama Pentahelix dan Prima Angkat Sampah Penyebab Banjir di Sukabirus

Berita Terbaru

Jawa Barat

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:27 WIB