Festival Musik Cileungsi #4 Rebut Piala Bergilir Camat, Tiga Tokoh Kompak Dukung Musisi Lokal
Satunews.id, Bogor – Panggung kreativitas generasi muda kembali bergema di Kecamatan Cileungsi. Festival Musik Cileungsi #4 yang memperebutkan Piala Bergilir Camat Cileungsi menjadi bukti bahwa seni musik lokal memiliki potensi besar untuk terus berkembang sekaligus melahirkan talenta-talenta berbakat dari kalangan anak muda.
Kegiatan yang dipersembahkan Teds Production tersebut berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Festival ini tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang kompetisi, aktualisasi diri, dan unjuk kemampuan bagi para musisi lokal.
Sejumlah grup musik turut ambil bagian, diperkuat penampilan guest star yang menambah semarak suasana festival. Perebutan Piala Bergilir Camat Cileungsi pun menjadi daya tarik tersendiri sekaligus motivasi bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.
Menariknya, festival ini mendapat dukungan dari berbagai unsur, khususnya tiga tokoh yang memberikan perhatian terhadap perkembangan seni dan kreativitas masyarakat, yakni Camat Cileungsi Drs. Adi Henryana A.P., M.Si., H. Deden Setiawan selaku Owner PT Asyrof Fadel Ali, serta Beben Suhendar, S.H., M.M., Anggota DPRD Kabupaten Bogor.
Dukungan juga datang dari Danramil, Kapolsek, seluruh kepala desa se-Kecamatan Cileungsi, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Camat Cileungsi, Drs. Adi Henryana A.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Musik Cileungsi #4. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini perlu terus diberikan ruang karena menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menyalurkan kreativitas.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap generasi muda di Kecamatan Cileungsi memiliki ruang untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya, khususnya di bidang seni musik. Kami sangat mendukung kegiatan positif yang dapat mempererat kebersamaan serta memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk terus berkarya,” ungkapnya.
Senada, H. Deden Setiawan selaku Owner PT Asyrof Fadel Ali menegaskan bahwa perkembangan kreativitas lokal membutuhkan dukungan nyata dari berbagai kalangan, termasuk dunia usaha.
“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya Festival Musik Cileungsi #4. Kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi para musisi lokal untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensinya. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin besar ke depannya,” tuturnya.
Sementara itu, Beben Suhendar, S.H., M.M., Anggota DPRD Kabupaten Bogor, turut menilai festival musik sebagai ruang positif untuk membangun produktivitas dan memperkuat solidaritas generasi muda.
“Festival musik seperti ini merupakan kegiatan positif yang perlu kita dukung bersama. Selain menjadi sarana hiburan masyarakat, kegiatan ini juga dapat menjadi wadah pembinaan bakat, memperkuat persaudaraan, serta mendorong anak-anak muda agar lebih produktif melalui karya dan kreativitas,” ujarnya.
Hadiah Jutaan Rupiah, Persaingan Musisi Makin Bergengsi
Untuk menambah semangat kompetisi, panitia menyediakan hadiah uang pembinaan bagi para pemenang. Juara pertama memperoleh Rp3 juta, juara kedua Rp1,5 juta, dan juara ketiga Rp1 juta.
Besaran hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, kerja keras, serta kemampuan para peserta dalam menunjukkan kualitas musikalitas mereka.
Lebih dari sekadar perlombaan, Festival Musik Cileungsi #4 diharapkan menjadi agenda yang mampu membangun ekosistem seni lokal, memperluas kesempatan bagi musisi untuk tampil, sekaligus mendorong lahirnya generasi kreatif yang berani berkarya dan berkompetisi secara positif.
Kolaborasi pemerintah kecamatan, dunia usaha, legislatif, aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan semacam ini.
Festival Musik Cileungsi #4 pun mengirimkan pesan bahwa potensi anak muda tidak cukup hanya diapresiasi melalui kata-kata, tetapi harus diberikan panggung, kesempatan, dan dukungan nyata agar mampu berkembang menjadi prestasi.
(Aminah)


























