Insiden Maut di Cut Mutia Bekasi Bukan Salah Sopir Semata, Ini Kegagalan Sistem Transportasi Kemenhub

satu news 01

- Redaksi

Senin, 2 November 2026 - 09:40 WIB

502 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BEKASI,- Tragedi berdarah kembali terjadi di jalanan Kota Bekasi, merenggut hak hidup warga sipil akibat lemahnya pengawasan kelaikan kendaraan berat.

Insiden mematikan yang melibatkan satu unit truk molen bernomor polisi B-9548-MV di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Minggu (01/11/26) sore, menewaskan enam orang dan melukai enam lainnya.

Kecelakaan nahas ini diduga kuat dipicu oleh malafungsi sistem pengereman atau rem blong saat truk melintasi jalanan menurun selepas flyover.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saksi mata di lapangan melaporkan kendaraan berat bermuatan semen tersebut kehilangan kendali penuh dan oleng ke sisi kiri.

Truk kemudian menghantam keras fasilitas halte bus di depan kampus Universitas BSI yang saat itu tengah dipadati oleh kerumunan warga yang sedang menunggu transportasi umum.

Enam korban jiwa tewas seketika di tempat kejadian, memicu kepanikan luar biasa dan gelombang kemarahan publik atas berulangnya teror kendaraan berat di jalur urban.

Merespons bencana transportasi ini, Pengamat Kebijakan Publik dan Hukum Ferdian Bolon angkat bicara dan soroti pimpinan Kementerian Perhubungan (Menhub) sebagai pihak yang paling bertanggung jawab moral dan struktural.

Ferdian menilai tragedi Bekasi bukan sekadar kesalahan supir semata. Menurutnya, tragedi ini menjadi bukti kegagalan sistem pengawasan transportasi jalan.

Ia menegaskan bahwa KIR seharusnya bukan sekadar urusan administrasi, melainkan pemeriksaan nyata terhadap sistem rem, beban muatan, dan kelayakan operasional kendaraan berat.

“Kalau rem blong terjadi di tengah jalan dan menabrak kerumunan, maka ada rantai tanggung jawab yang harus dibongkar. Mulai dari supir, pemilik truk, lembaga pemeriksaan KIR, hingga Kementerian Perhubungan yang seharusnya mengawasi praktik ODOL,” tegas Ferdian Bolon kepada Wartawan, Senin (02/11/26).

Ia menambahkan bahwa kawasan Jalan Cut Mutia merupakan jalur yang padat pemukiman. Seharusnya kendaraan berat yang tidak laik jalan tidak diizinkan melintas bebas di sana. Jika KIR tetap terbit padahal kendaraan bermasalah, maka hal itu patut diduga adanya kelalaian serius.

Ferdian juga menyebut Menhub sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas sistem pengawasan nasional. Ia menilai selama ini pengawasan kerap bersifat sporadis dan baru bergerak setelah terjadi tragedi. Pola reaktif semacam itu dinilai tidak lagi dapat diterima oleh masyarakat.

(Red)

Berita Terkait

Hadiri Pelantikan PCNU di Jababeka, Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja: NU Benteng Moral di Tengah Modernisasi Industri
Perlunya Keterwakilan Pers dalam Tim Percepatan Pembangunan Daerah, Ini Dasarnya!
Pilkades Karang Bahagia Berujung Sengketa, LSM Ganas: DPMD Harus Tanggung Jawab!
Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan
Bekasi Darurat Limbah B3? TRINUSA Temukan Bukti Pembakaran dan Pembuangan Ilegal
Hidup di Ujung Pinjol: Kisah Pekerja Outsourcing Bekasi yang Terlilit Utang Digital
Kabid SDA SDABMBK Kabupaten Bekasi Disorot, Diduga Miliki CV Keluarga di Proyek Konstruksi
Ironis, Peredaran Tramadol di Bantar Gebang Masih Marak Jelang Bulan Suci Ramadhan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Top! Dibawah Komando Mubtadi Latip, Dishub Sukabumi Jadi OPD Paling Inovatif, Luncurkan 6 Jurus Jitu 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kadispar Kabupaten Sukabumi H. Ali Iskandar Raih Tanda Penghargaan Lencana Melati dari Kwarnas Gerakan Pramuka

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:15 WIB

PERUMDA TIRTA JAYA MANDIRI GEBER TIGA PROGRAM BESAR OKTOBER 2026

Senin, 21 September 2026 - 15:00 WIB

Perumda Tirta Jaya Mandiri (TJM) Tegaskan Komitmen Terhadap Kode Etik Dan Tata Kelola Perilaku oknum Karyawan

Jumat, 18 September 2026 - 20:36 WIB

SEKDA TEGASKAN PASAR INDUK JUBLEG STRATEGIS SERAP HASIL AGRIBISNIS DARI SELURUH SUKABUMI

Sabtu, 12 September 2026 - 17:01 WIB

Dirut Perumda Tirta Jaya Mandiri Sampaikan Ucapan Milangkala ke-156 Kabupaten Sukabumi

Kamis, 10 September 2026 - 09:30 WIB

Sekda Kabupaten Sukabumi Sampaikan Ucapan Milangkala ke-156

Jumat, 4 September 2026 - 17:12 WIB

Rapat Paripurna ke-18 DPRD Kabupaten Sukabumi Tahun Sidang 2026

Berita Terbaru