PLN Nyalakan Asa Perajin Songket Banyuasin, Dari Pelatihan hingga Strategi Menembus Pasar Global  

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 12:51 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Palembang – Upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui kolaborasi dunia usaha dan pemerintah daerah. Salah satunya diwujudkan PT PLN (Persero) UIP3B Sumatera UPT Palembang Banyuasin melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Kilau Songket Banyuasin” di Desa Merah Mata, Kabupaten Banyuasin, Rabu (9/9/2026).

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program tersebut diarahkan untuk membantu para perajin songket mempertahankan kearifan lokal sekaligus mengembangkan usaha agar mampu naik kelas. Tidak berhenti pada pemberian bantuan modal, PLN juga mendorong penguatan kapasitas perajin melalui pelatihan pengemasan produk dan pemasaran berbasis digital.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., M.M., General Manager PLN UIP3B Sumatera Elvanto Yanuar Ikhsan, Manager PLN UPT Palembang Hasbullah, Kepala Desa Merah Mata Seftian, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

 

General Manager PLN UIP3B Sumatera Elvanto Yanuar Ikhsan mengatakan, program TJSL PLN salah satunya diarahkan untuk membantu komunitas di sekitar instalasi PLN. Dalam program ini, pihaknya memilih pengembangan songket sebagai bagian dari upaya mempertahankan budaya dan kearifan lokal Banyuasin.

 

“Pada hari ini kita mencoba membantu mempertahankan budaya-budaya kearifan lokal, salah satunya songket. Kita ingin songket yang ada di Banyuasin ini menjadi produk utama di Kabupaten Banyuasin,” kata Elvanto.

 

Menurutnya, pengembangan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya keluarga para perajin.

 

PLN, lanjut Elvanto, memberikan sejumlah dukungan untuk memperkuat usaha para perajin. Bantuan tersebut mencakup dukungan modal, pendidikan dan pelatihan mengenai pengemasan produk agar tampil lebih menarik, hingga pengembangan website sebagai sarana pemasaran.

 

“Kita memberikan modal kepada teman-teman, kemudian pendidikan bagaimana mengemas produk ini dengan lebih menarik. Kita juga memberikan bantuan bagaimana membuat tampilan website yang menarik,” ujarnya.

 

Strategi digital tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran songket Banyuasin. Produk yang selama ini dipasarkan secara lokal diharapkan dapat menjangkau konsumen dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan membuka peluang masuk ke pasar mancanegara.

 

“Harapannya konsumennya bukan hanya dari lokal saja, tetapi bisa lebih luas lagi, seluruh Indonesia bahkan sampai ke mancanegara,” tambah Elvanto.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menyampaikan apresiasi kepada PLN dan ISSF atas perhatian serta dukungan terhadap pengembangan usaha songket di Kabupaten Banyuasin.

 

Ia menilai program “Kilau Songket Banyuasin” memberikan ruang bagi para perajin untuk mendapatkan pelatihan, pembinaan, sekaligus dukungan pemasaran yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dalam skala UMKM.

 

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, saya mengucapkan terima kasih kepada segenap rekan-rekan dari PLN dan juga ISSF atas perhatiannya kepada masyarakat Kabupaten Banyuasin, khususnya pengembangan usaha songket,” ujar Netta.

 

Menurutnya, pengembangan songket harus dilakukan secara berkelanjutan agar produk kerajinan khas Banyuasin tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga memiliki daya saing lebih luas.

 

Netta berharap songket Banyuasin, termasuk motif kembang pade, dapat semakin dikenal dari tingkat kabupaten, Provinsi Sumatera Selatan, hingga tingkat nasional.

 

“Insya Allah dengan adanya kegiatan ini Kabupaten Banyuasin tidak hanya menghasilkan songket yang dikenal di wilayah Kabupaten Banyuasin, tetapi juga dikenal di Provinsi Sumatera Selatan, skala nasional Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan sampai skala internasional,” katanya.

 

Program “Kilau Songket Banyuasin” menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Ketika keterampilan perajin diperkuat, kemasan diperbaiki dan pemasaran diperluas melalui teknologi digital, kain tradisional bukan hanya tetap hidup sebagai warisan budaya, tetapi juga berpeluang menjadi sumber penghidupan yang semakin kuat bagi masyarakat.

 

Melalui kolaborasi PLN, pemerintah daerah, dan para pelaku UMKM, kilau songket Banyuasin kini diharapkan tidak berhenti di tanah asalnya, melainkan mampu membawa identitas Banyuasin semakin dikenal hingga ke pasar nasional dan dunia.(Hari)

Berita Terkait

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan
Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus
Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran
Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel
Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba
Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif
Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  
Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru