Jebakan Jabatan

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 09:57 WIB

50130 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Idat Mustari**

Satunews.id — Jabatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi. Jabatan biasanya mencerminkan hierarki atau struktur organisasi dan menentukan wewenang, tanggung jawab, dan tugas yang harus dilakukan oleh pemegang jabatan tersebut.

Varian jabatan pun beragam. Di dunia korporat/perusahaan ada istilah Direktur, manager, kepala cabang. Di pemerintahan/ birokrasi ada istilah Kadis (kepala Dinas), Kaban (Kepala Badan), Dirjen (Direktur Jendral). Di organisasi biasanya pemimpin tertinggi sebutannya Ketum (Ketua Umum), Sekjend (Sekretaris jendral) atau Ketua di tingkat provinsi atau Kota dan kabupaten.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dunia profesional, kata “jabatan” sering kali menjadi magnet yang menarik perhatian banyak orang. Sebagian besar pekerja berlomba-lomba untuk naik jabatan demi mendapatkan status sosial yang lebih tinggi, fasilitas yang lebih baik, atau peningkatan finansial. Semakin tinggi jabatan maka semakin besar fasilitas yang didapat dibandingkan dengan yang tidak punya jabatan.

Namun, makna jabatan sebenarnya jauh lebih dalam daripada sekadar kartu nama baru atau ruangan kerja yang lebih luas atau fasilitas yang lebih bagus. Yakni bahwa jabatan adalah sebuah mandat. Ketika seseorang menduduki posisi baru—terutama posisi manajerial atau eksekutif—organisasi sebenarnya sedang menitipkan dua hal mendasar: kepercayaan (trust) dan tanggung jawab (responsibility).

Semakin tinggi jabatan seseorang di sebuah perusahaan maka semakin besar tanggung jawab yang diemban. Salah satu tugas berat sekaligus mulia adalah berpikir bukan bagaimana sejahtera dirinya karena jabatannya tetapi bagaimana membuat sejahtera orang dibawahnya.

Jabatan dalam pandangan Islam adalah amanah. Amanah yang akan diminta pertanggungjawaban. Tanggungjawabnya bukan saja horizontal (keduniaan), tetapi juga vertikal (keakhiratan). Rasulullah melalui sabdanya “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin pasti diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin” (HR. Muslim).

Bahkan Islam mengajarkan untuk tidak sombong dengan jabatan. Sebab seseorang punya jabatan bukan karena dirinya melainkan karena Allah swt. Allah SWT Berfirman : “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kapada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali-Imran : 26)

*Jebakan Sindrom Jabatan*

Jabatan itu bisa merubah watak dan karakter seseorang. Dalam ilmu psikologi disebut power trip atau sindrom jabatan, hingga yang asalnya rendah hati, baik, berubah jadi otoriter. Ada juga seseorang setelah punya jabatan, jadi memandang rendang pendapat orang lain, atau tidak senang mendapat koreksi, dalam psikologi disebut Sindrom Hubris.

Namun sebenarnya bukan karakter seseorang itu berubah karena jabatan, melainkan jabatan mampu membuka topeng atau karakter asli seseorang. Seperti Qoute dari Presiden ke 16 Amerika, Abraham Lincoln,” “Bila kau ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan.”

Terakhir kata, bagi siapapun yang dapat jabatan, ingatlah bahwa jabatan itu sementara dan pasti berakhir, dan  orang lain pun akan  melupakannya , namun konstribusi positif, inspirasi yang bermakna lah yang akan dikenang.

Wallahu’alam
Semoga Bermanfaat

**Penulis Buku Bekerja Karena Allah

 

Berita Terkait

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar
H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif
Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026
Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri
Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah
Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya
Prabowo Salurkan Becak Listrik di Cimahi, Bambang Purnomo Apresiasi Perhatian bagi Pengayuh Becak Lansia
Pelepasan Kontingen PORSADIN VIII Kabupaten Bandung Menuju Cianjur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru