Gebyar Bandung Utama Hadirkan Layanan Publik Terpadu, Warga Bisa Urus Beragam Kebutuhan dalam Satu Lokasi
Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus mendorong pelayanan publik yang semakin mudah dijangkau masyarakat melalui Gebyar Bandung Utama. Kegiatan yang digelar di Lapangan Puter, Minggu (30/8/2026), tersebut menghadirkan beragam layanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Bandung bersama sejumlah instansi lainnya dalam satu lokasi.
Gebyar Bandung Utama menjadi bagian dari gerakan Bandung Unggul Melayani Warga, dengan fokus mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antarinstansi.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Apep Insan Parid, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai gebyar pelayanan yang memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan layanan tanpa harus mendatangi sejumlah lokasi berbeda.
“Gebyar Utama ini semacam gebyar pelayanan. Bapenda Kota Bandung berkolaborasi dan bersinergi dengan beberapa OPD Kota Bandung serta instansi di luar Kota Bandung,” ujar Apep.
Beragam layanan publik tersedia dalam kegiatan tersebut. Bapenda Kota Bandung menghadirkan pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), termasuk layanan PBB Rengse Sapoe yang memungkinkan proses administrasi diselesaikan pada hari yang sama.

Sementara itu, Bapenda Provinsi Jawa Barat melalui layanan Samsat memberikan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kantor Pertanahan Kota Bandung juga membuka layanan konsultasi terkait dokumen dan berbagai persoalan pertanahan.
Sejumlah OPD Pemkot Bandung turut menghadirkan layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan memberikan edukasi mengenai pencegahan serta penanganan kebakaran ringan. Edukasi tersebut antara lain menyasar potensi kebakaran di rumah, khususnya yang bersumber dari aktivitas memasak dan penggunaan kompor gas.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyediakan berbagai layanan dan fasilitas, mulai dari pembagian bibit tanaman dan ikan hias hingga pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis.

Layanan kesehatan hewan juga mencakup hewan peliharaan seperti kucing, termasuk sterilisasi dan vaksinasi rabies.
Di sektor perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian menghadirkan bazar murah dengan sejumlah kebutuhan pangan, seperti beras dan sayuran.
Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyediakan layanan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha perseorangan dengan tingkat risiko rendah.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan administrasi kependudukan berupa perekaman KTP elektronik (KTP-el) dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk layanan kesehatan, Puskesmas Puter menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Gebyar Bandung Utama juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal. Sejumlah UMKM dari wilayah kecamatan ikut memasarkan berbagai produk makanan rumahan kepada masyarakat yang hadir.
Bagi keluarga yang membawa anak, kegiatan tersebut turut menyediakan hiburan dan aktivitas permainan, termasuk flying fox.
Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat Gebyar Bandung Utama tidak hanya menjadi lokasi pelayanan administrasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai instansi pelayanan.
Kemudahan layanan dirasakan langsung oleh masyarakat yang hadir.
Indri, warga sekitar, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membayar PBB. Menurutnya, pelayanan yang berada tidak jauh dari tempat tinggal membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis.
“Menurut saya ini menguntungkan karena dekat, tidak ribet, langsung beres. Kalau biasanya harus ke Bank BJB, menunggu antrean kalau penuh. Kalau di sini langsung,” ujarnya.
Selain membayar PBB, Indri juga memanfaatkan layanan pembagian ikan dan tanaman gratis. Ia pun mengajak anak-anak menikmati sejumlah permainan yang tersedia di lokasi.
Warga lainnya, Endang Sutisna dari Sukaluyu, juga mengaku terbantu dengan adanya pelayanan PBB dalam kegiatan tersebut.
“Lebih gampang,” katanya.
Apep menegaskan, tujuan Gebyar Bandung Utama bukan sekadar mengumpulkan sebanyak mungkin layanan dalam satu kegiatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun sinergi antarinstansi agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani secara lebih mudah dan dekat.
“Yang paling utama adalah pelayanan kepada masyarakat, baik itu kemudahan maupun mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta sinergitas dengan berbagai OPD terkait dengan beberapa layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.
Melalui Gebyar Bandung Utama, Pemkot Bandung menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang dekat, mudah, praktis, dan terintegrasi.
Konsep pelayanan dalam satu lokasi tersebut diharapkan dapat mempersingkat waktu masyarakat dalam mengakses berbagai kebutuhan administrasi, kesehatan, perpajakan, pertanahan, perizinan, hingga layanan sosial dan ekonomi.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antar-OPD dan instansi, pelayanan publik diharapkan tidak hanya hadir ketika masyarakat mendatangi kantor pemerintahan, tetapi juga dapat lebih aktif mendekat kepada warga di ruang-ruang publik.
(dewi)

























