Tirta Musi Perkuat Layanan Air Bersih, Targetkan Respons Keluhan Maksimal Dua Hari  

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:50 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Palembang – Perumda Tirta Musi Palembang terus mendorong transformasi pelayanan air bersih seiring pertumbuhan jumlah pelanggan dan perkembangan kawasan permukiman di Kota Palembang. Tak hanya berfokus pada ketersediaan air, perusahaan juga menyiapkan sejumlah inovasi untuk mempercepat penanganan gangguan, meningkatkan pelayanan pelanggan dan memperkuat infrastruktur.

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng, mengatakan pelayanan air bersih merupakan pekerjaan yang membutuhkan kesinambungan. Selama air terus mengalir kepada masyarakat, berbagai tantangan akan selalu muncul dan harus diselesaikan.

 

“Selagi air masih mengalir, pasti akan selalu ada masalah dan tantangan. Yang penting bagi kami, bagaimana masalah itu ditangani dan tidak dibiarkan berlarut-larut,” ujar Teddy.

 

Saat ini, jumlah pelanggan Perumda Tirta Musi telah mencapai sekitar 370 ribu pelanggan hingga Juli 2026. Dengan jumlah pelanggan yang terus bertambah, penguatan jaringan menjadi kebutuhan utama agar pelayanan dapat mengikuti pertumbuhan Kota Palembang.

 

Teddy menjelaskan, persoalan pelayanan tidak selalu disebabkan oleh berkurangnya debit air. Sumber air baku Perumda Tirta Musi berasal dari Sungai Musi yang secara historis memiliki ketersediaan air yang relatif terjaga. Tantangan justru banyak berkaitan dengan kapasitas jaringan yang harus terus disesuaikan dengan pertumbuhan pelanggan.

 

“Dulu satu jaringan mungkin dirancang untuk melayani 100 rumah. Lima tahun kemudian jumlahnya bisa menjadi 200 atau 300 rumah. Artinya pipanya harus diperbesar atau ditambah. Ini yang menjadi tantangan kita,” jelasnya.

 

Karena itu, Perumda Tirta Musi terus melakukan peningkatan kapasitas pipa, pompa dan jaringan distribusi, termasuk di wilayah yang mengalami pertumbuhan permukiman cukup pesat seperti Talang Jambe, Sako, Kalidoni, Gandus dan kawasan Mata Merah.

 

Menurut Teddy, pembangunan jaringan juga membutuhkan dukungan masyarakat. Pekerjaan penggalian yang dilakukan perusahaan bukan bertujuan merusak fasilitas umum, melainkan bagian dari proses memperluas dan memperkuat jaringan agar pelayanan air dapat menjangkau kawasan yang lebih luas.

 

“Kalau ada pipa yang harus melewati depan rumah masyarakat, memang ada pekerjaan yang harus dilakukan. Bukan kami mencari pekerjaan atau ingin merusak jalan. Justru kami ingin jaringan ini bisa sampai ke masyarakat yang berada di ujung,” katanya.

 

Dalam memberikan pelayanan, Teddy menegaskan bahwa setiap keluhan pelanggan menjadi perhatian perusahaan. Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui tatap muka, WhatsApp maupun telepon.

 

Ia memastikan keluhan di tingkat rumah pelanggan diupayakan dapat ditangani maksimal dua hari, sementara persoalan pada jaringan utama membutuhkan proses teknis yang berbeda.

 

“Kalau skala rumah pelanggan, saya bisa pastikan maksimal dua hari sudah harus tertangani. Kalau jaringan besar atau jalan protokol, tentu prosesnya bisa membutuhkan waktu karena ada pekerjaan teknis yang harus dilakukan,” tegasnya.

 

Terkait keluhan tagihan yang dinilai tidak wajar, Teddy menyebut persoalan tersebut juga menjadi bagian dari laporan yang rutin diterima. Perusahaan akan melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab kenaikan tagihan.

 

Beberapa penyebab yang ditemukan di lapangan antara lain kebocoran pipa, kerusakan meteran, rumah kosong yang tetap mengalami penggunaan air, aktivitas renovasi hingga pembayaran yang dilakukan secara menumpuk.

 

Untuk memperkuat layanan call center dan customer service, Perumda Tirta Musi memenuhi kebutuhan tenaga pendukung melalui penyedia jasa pihak ketiga sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

 

Teddy juga meluruskan informasi yang beredar terkait kebutuhan tenaga untuk layanan call center dan customer service tersebut. Menurutnya, kebutuhan tersebut bukan merupakan penerimaan pegawai Perumda Tirta Musi, melainkan penyediaan tenaga pendukung melalui pihak ketiga.

 

“Kebutuhan tenaga itu disediakan oleh pihak ketiga. Kami hanya memastikan orang yang ditempatkan memang mampu berkomunikasi dan memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

 

Hal tersebut dinilai penting karena petugas customer service menjadi wajah perusahaan ketika berhadapan langsung dengan pelanggan. Karena itu, kemampuan komunikasi, ketepatan memberikan informasi dan sikap dalam menghadapi masyarakat menjadi perhatian.

 

Teddy mengungkapkan Perumda Tirta Musi juga tengah menjajaki penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional. Salah satunya teknologi untuk mendeteksi kebocoran pipa tanpa harus melakukan penggalian secara luas.

 

Teknologi seperti sonar, inframerah hingga robotik menjadi bagian dari penjajakan yang dilakukan perusahaan dengan melihat perkembangan teknologi di sejumlah negara, termasuk Korea dan Jepang.

 

Selain itu, konsep green energy juga mulai dikembangkan melalui pemanfaatan tenaga surya. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional, khususnya dalam mendukung operasional pompa dan layanan pelanggan ketika terjadi gangguan listrik.

 

“Kalau listrik mati, pompa kita juga berhenti. Karena itu pemanfaatan tenaga surya sedang kita jajaki agar ada sistem yang lebih mandiri dan layanan masyarakat tidak mudah terganggu,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Perumda Tirta Musi juga menyiapkan pengembangan aplikasi layanan yang lebih kuat dan aman dengan memperhatikan aspek keamanan siber.

 

Bagi Teddy, transformasi tersebut bukan sekadar mengejar teknologi, tetapi bagaimana inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Intinya kita ingin terus maju. Masyarakat membutuhkan air, kita menyediakan air. Yang harus dibangun adalah kolaborasi supaya pelayanan semakin baik dan masyarakat juga merasa memiliki perusahaan ini,” pungkasnya. (Hari)

Berita Terkait

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan
Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus
Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran
Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel
Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba
Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif
Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  
Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru