Masjid IKM Tasikmalaya Dirancang Jadi Pusat Religi dan Pemberdayaan, Unsil Susun Dokumen Teknis

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:36 WIB

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Universitas Siliwangi (Unsil) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat mendampingi Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tasikmalaya dalam menyusun dokumen teknis pembangunan Kawasan Masjid IKM di Jalan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Pendampingan diawali dengan survei lapangan sebagai bagian dari penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang akan menjadi dasar pembangunan kawasan masjid terpadu, Rabu (29/7/2026).

Program bertajuk “Rancangan Desain Masjid Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya” tersebut difokuskan pada penyusunan dokumen perencanaan yang mencakup desain arsitektur, struktur bangunan, utilitas kawasan, drainase, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan agar pembangunan dapat dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan sesuai standar teknis.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Tim Pengabdian Universitas Siliwangi, Ir. Pengki Irawan, S.Tp., M.Si., mengatakan survei lapangan merupakan tahapan penting untuk memastikan setiap rancangan sesuai dengan kondisi aktual di lokasi pembangunan.

“Desain tidak boleh hanya baik di atas kertas, tetapi harus sesuai dengan kondisi nyata di lapangan sehingga dapat dibangun secara aman, efisien, dan memiliki umur layanan yang panjang,” ujar Pengki.

Menurutnya, tim melakukan pengukuran tapak, identifikasi batas lahan, pemetaan kondisi eksisting, analisis elevasi, serta kajian akses menuju lokasi. Selain itu, tim juga mengkaji jalur mobilisasi material konstruksi, akses alat berat, rencana pekerjaan basement, hingga sistem pengangkutan material galian.

Ia menjelaskan, seluruh data lapangan tersebut akan menjadi dasar penyusunan DED sehingga proses pembangunan nantinya dapat berlangsung lebih efektif, meminimalkan risiko teknis, serta mengurangi potensi dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Dari pihak IKM Tasikmalaya, Ketua IKM Syahrial Koto menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Universitas Siliwangi dalam mendampingi organisasi tersebut melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kami berharap hasil pendampingan ini menjadi pijakan utama dalam mewujudkan kawasan masjid yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga mampu menjadi pusat ibadah, pendidikan, sosial, budaya, dan pemberdayaan ekonomi umat,” katanya.

Menurut Syahrial, pembangunan kawasan masjid membutuhkan perencanaan yang matang agar setiap tahapan memiliki dasar teknis yang jelas, mulai dari desain bangunan hingga estimasi biaya pembangunan. Karena itu, penyusunan dokumen perencanaan dinilai menjadi langkah strategis sebelum memasuki tahap konstruksi.

Dalam pelaksanaannya, program pengabdian tersebut melibatkan dosen lintas disiplin di Fakultas Teknik Universitas Siliwangi, yakni Ir. Pengki Irawan, S.Tp., M.Si., Ir. Hendra, S.T., M.Sc., Ir. Herianto, M.T., Dr. Siti Nurhidiyah, S.Si., M.Si., Ir. Fitriana Sarifah, S.T., M.T., IPM., Kartika Seinari Mangala, S.T., M.T., bersama Tresna Diva Yuda, Azmi Nazariah, Beben Muhammad Arifin, D. Jaya Saputra, serta mahasiswa Program Studi Teknik Sipil. Mereka terlibat dalam pengukuran, pemetaan, pengolahan data, visualisasi desain, hingga penyusunan dokumen teknis.

Berdasarkan konsep awal, Kawasan Masjid IKM Tasikmalaya dirancang sebagai kawasan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Konsep arsitektur yang diusung menggabungkan pendekatan Neo-Vernakular Modern dengan memadukan identitas budaya Minangkabau dan kearifan lokal Tasikmalaya. Unsur gonjong, motif songket, serta warna marawa dipadukan dengan elemen khas Tasikmalaya berupa Payung Geulis dan Tusuk Sate sebagai simbol harmonisasi budaya Minangkabau dan Sunda.

Pada tahap perencanaan, kawasan akan dibangun di atas lahan sekitar 2.750 meter persegi. Bangunan utama masjid dirancang berbentuk silinder berdiameter sekitar 22,6 meter dengan kapasitas sekitar 800 hingga 1.000 jemaah. Area basement diproyeksikan sebagai lahan parkir sehingga ruang di permukaan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas sosial dan ruang terbuka.

Selain bangunan utama masjid, kawasan juga direncanakan memiliki kantor sekretariat IKM, kantor pengelola, rumah singgah musafir, madrasah, gedung serbaguna, ruang kegiatan budaya, dapur umum, gudang inventaris, hingga sentra UMKM yang diharapkan dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian dari konsep perencanaan melalui penerapan Eco-Masjid, antara lain dengan memanfaatkan ventilasi alami, pencahayaan alami, sistem drainase terpadu, dan sumur resapan sebagai upaya konservasi air sekaligus mengurangi potensi genangan.

Penyusunan seluruh dokumen dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pengurus dan anggota IKM sejak tahap identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil desain. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan secara bertahap, pengendalian mutu konstruksi, serta mendukung proses penggalangan pendanaan dan pengembangan kawasan di masa mendatang.

Melalui kolaborasi tersebut, Universitas Siliwangi dan IKM Tasikmalaya berharap Kawasan Masjid IKM dapat berkembang menjadi salah satu ikon baru Kota Tasikmalaya yang mengintegrasikan fungsi ibadah, pendidikan, pelestarian budaya, pelayanan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam semangat persatuan dan kebhinekaan.

(Red)

 

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati
Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah
Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas
Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi
Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi
Gentengisasi Prabowo Dimulai di Purwakarta: Tito Karnavian dan Dedi Mulyadi Lepas 500 Ribu Genteng
Talkshow & Kajian MHABD ke-2 di Pusdai Jabar: Sinergi Ulama, Pemerintah, dan Influencer Kuatkan Keluarga
Usman Koto Terpilih, Musda PKDP Tasikmalaya Tekankan Persatuan Perantau Minang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru