Camat Jonggol, Andri Rahman: Pihak BBWS dan Pelaksana Proyek Siap Bertanggung Jawab Penuh

Satunews.id

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025 - 13:52 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Satunews.id – Protes masyarakat dari empat desa di dua kecamatan wilayah Bogor Timur akhirnya memicu respons serius dari berbagai pihak. Camat Jonggol, Andri Rahman, mengungkapkan bahwa setelah dilakukan musyawarah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane dan pihak pelaksana proyek Bendungan Cijurey, telah tercapai sejumlah kesepakatan penting yang menjawab keluhan warga.

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kecamatan Jonggol dan dihadiri oleh unsur Muspika, DPRD Kabupaten Bogor, Kapolsek, Danramil, kepala desa, serta perwakilan dari BBWS, disepakati langkah-langkah konkret untuk merespons dampak buruk pembangunan bendungan, khususnya pada kerusakan jalan dan distribusi material proyek.

“Sudah dilaksanakan musyawarah dengan BBWS. Hasilnya, BBWS dan pelaksana proyek bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan jalan yang rusak,” ujar Camat Andri Rahman, Sabtu (12/07/2025)

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selain perbaikan rutin, juga akan dilakukan peningkatan kualitas jalan melalui rigid beton. Pelaksana proyek diminta untuk berkoordinasi lebih intensif dengan pihak wilayah, termasuk pemerintah desa terdampak.

Andri menyebut bahwa distribusi material ke lokasi proyek Bendungan Cijurey berdampak pada sedikitnya tiga desa, bukan hanya Desa Sukadamai. Pengangkutan material dilakukan pada malam hingga subuh, untuk menghindari gangguan aktivitas warga.

Namun, untuk kegiatan perbaikan jalan, pelaksana proyek diminta menyesuaikan jam operasional, yaitu dimulai di atas pukul 09.00 pagi agar tidak mengganggu jam sibuk warga.

Langkah strategis lain yang sudah mulai dilakukan adalah penyusunan skema kerja sama antara pelaksana proyek dan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, seperti yang sudah diterapkan pada pembangunan Bendungan Cibeet. Di sana, sudah dibuat Surat Perjanjian Pelaksanaan Kegiatan (SPPK) antara BBWS dan PUPR.

“Model SPPK itu akan direplikasi juga untuk Bendungan Cijurey,” tambah Andri.

Kesepakatan ini muncul setelah adanya aksi demonstrasi dari warga yang merasa terdampak langsung oleh aktivitas proyek pembangunan bendungan, mulai dari kerusakan jalan, kebisingan, hingga distribusi material yang tidak terkendali.

Dengan adanya hasil pertemuan ini, warga berharap perubahan nyata segera terealisasi, tidak hanya janji manis. Camat Jonggol memastikan pihak kecamatan akan terus memantau pelaksanaan kesepakatan tersebut bersama para kepala desa dan unsur Muspika lainnya.

“Intinya, ini kerja bersama. Aspirasi warga kita dengar, dan kini kita kawal agar pelaksanaan di lapangan sesuai kesepakatan,” tegas Camat Andri. (Aminah)

Berita Terkait

3 Tahun Teror Seksual Anak di Bekasi: Negara Diuji, Predator Harus Dihukum Tanpa Ampun
Klinik Anggi–UTD RSUD Cileungsi Satukan Aksi Kemanusiaan: 22 Kantong Darah Terkumpul
“Sidak Tak Digubris, Aktivitas Galian C di Cikahuripan Diduga Berubah Jadi Pembuangan Sampah Ilegal”
Cegah Stunting! Lurah Ciriung Turun Langsung ke Posyandu
Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence
Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan
Banjir di Setu Cikaret Kian Mengkhawatirkan, Warga Desak Rudy Susmanto Turun Tangan
Bakso & Mie Ayam Mas Karyo di Klapanunggal, Cita Rasa Istimewa dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 16:21 WIB

Gerak Cepat Polsek Muara Satu, HP Mahasiswa Hilang di Kos Berhasil Ditemukan dalam Hitungan Jam

Selasa, 14 April 2026 - 08:57 WIB

IPPAT Jabar Gelar Halal Bihalal di Holiday Inn Bandung, Usung Tema Integritas Profesi

Sabtu, 4 April 2026 - 15:37 WIB

MEMALUKAN! Anggaran Publikasi Muscab PKB di Sentul Jadi Sorotan, Saling Lempar Tanggung Jawab

Rabu, 1 April 2026 - 17:09 WIB

Segelintir Warga Menolak, Izin Terhenti: Sugiyono, SE., S.H., M.H. Pertanyakan Nyali Dinas

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:13 WIB

Penutupan Jalur Puncak dan Pembatasan Angkutan Umum Disorot, Aktivis Minta Evaluasi Menyeluruh

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:59 WIB

Penangkapan Mobil Box Miras Dikritik sebagai OTT, DPRD Panggil Satpol PP

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Program MBG di SDN Kembang Kuning Klapanunggal: Menu Bergizi Lengkap, Kepala Sekolah Apresiasi Program Pemerintah

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:59 WIB

Makanan Bergizi Nasional Diarak, Kualitasnya Nyaris Kadaluarsa

Berita Terbaru