Bapak Ir H Joko Widodo Akui Pernah Bernama Mulyono, Diganti karena Sering Sakit

Satunews.id

- Redaksi

Minggu, 25 Mei 2025 - 08:15 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Satunews.id – Mantan Presiden Ke 7 Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo, mengungkap fakta menarik tentang masa kecilnya. Dalam sebuah pernyataan terbaru, Jokowi mengakui bahwa ia sempat diberi nama Mulyono sebelum akhirnya berganti menjadi Joko Widodo.

“Saya pernah diberi nama Mulyono waktu kecil, tapi karena saya sering sakit, oleh orang tua nama saya diganti jadi Joko Widodo,” ujar Jokowi dalam wawancara yang dikutip dari berbagai sumber, Jumat (24/5).

Pergantian nama ini, menurutnya, terjadi sebelum ia masuk Sekolah Dasar. Meski tidak ingat kapan tepatnya, Jokowi menyebut pergantian itu dilakukan karena kepercayaan orang tuanya terhadap tradisi Jawa, di mana mengganti nama anak yang sakit-sakitan diyakini bisa membawa kesehatan dan keberuntungan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama “Widodo” sendiri dalam bahasa Jawa berarti “selamat” atau “sejahtera”, sehingga diharapkan membawa kehidupan yang lebih baik bagi anak mereka.

Sebelumnya, sempat mencuat kabar bahwa Jokowi juga pernah menggunakan nama “Purwoko”. Namun, ia membantah informasi tersebut dan menegaskan bahwa hanya nama “Mulyono” yang pernah disandangnya sebelum berubah menjadi Joko Widodo.

Pernyataan ini menambah catatan menarik dalam biografi tokoh yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode tersebut.

(red)

Berita Terkait

Program SASARSADESA Ciangsana Kian Nyata, Puluhan Calon Mahasiswa Serahkan Berkas Beasiswa ke IPWIJA untuk Wujudkan Generasi Unggul Desa
Dukung Swasembada Pangan, Satlantas Polres Bogor Turun Langsung Tanam Jagung Bersama Masyarakat
Pahami UHC dengan Benar, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Makin Mudah dan Terjamin
Pemkot Bandung dan DPRD Sahkan Dua Perda Strategis untuk Perkuat Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat
Pemkot Bandung Ajukan Tiga Raperda Strategis, Fokus Atasi Sampah dan Perkuat Infrastruktur Pelayanan Publik
Ketua APALOG Kabupaten Bogor Apresiasi Kinerja Kepolisian, Serukan Pengemudi Logistik Bangun Kemitraan demi Keselamatan di Jalan
Kajati Jabar Lantik Kajari Kabupaten Sukabumi dan Koordinator Baru, Tegaskan Integritas serta Profesionalisme Penegakan Hukum
Pemdes Sukau Mergo Mulai Realisasikan Dana Desa 2026, Bangun Jalan Usaha Tani dan Rabat Beton untuk Dorong Produktivitas Warga

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:38 WIB

Satpol PP Jabar Tertibkan 201 Bangunan di Jalan Terusan Pasirkoja, Trotoar dan Saluran Air Dikembalikan untuk Kepentingan Publik

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:23 WIB

Dispora Bandung Gelar Pelatihan Barista Cempor 2026, Cetak Pemuda Jadi Wirausaha Kopi

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:59 WIB

Perdana Digelar, Kajian Muharram 1448 H Majelis Taklim MHABD Diserbu 700 Jamaah, Hadirkan Tokoh Nasional dan Ulama Ternama

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:54 WIB

Sekilas Catatan Pentahelix Dayeuhkolot: Dari Kolaborasi hingga Terwujudnya Normalisasi Cipalasari

Senin, 15 Juni 2026 - 14:09 WIB

Warga Sambut Baik Pembangunan JDU Tirta Raharja, Akses Air Bersih Makin Terjamin

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:24 WIB

Indomaret Fun Bike 2026 Jadi Magnet Baru Olahraga Masyarakat Bandung,

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:54 WIB

Pemilihan BPD Desa Bojongmalaka Berlangsung Demokratis, Diharapkan Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:54 WIB

Bandung Jadi Saksi Kejayaan Tenis Meja ASEAN, Indonesia Raih Trofi TTACC 2026 dan ONIC Sport Juara U-13 ‎

Berita Terbaru