5 Siswa SMP Negeri 1 Pasuruan Kerasukan Mahluk Halus.

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 20 November 2024 - 22:00 WIB

50405 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan,Satunews.id-Kesurupan merupakan gangguan mental yang menyebabkan seseorang merasa dirinya jadi orang lain, seperti jelmaan makhluk halus, atau yang lainya. Seperti salah satu yang terjadi di SMPN 1 Kota Pasuruan yang mengalami kejadian kesurupan di gedung sekolah kelas 8.

Rabu (20/11/2024)

Berawal dari mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Pramuka disekolah, para siswa semua berkumpul dilapangan sekolah untuk melaksanakan kegiatan pramuka tersebut hingga tanpa diketahui bahwa ada salah satu siswa yang tidak mengikuti kegiatan itu malah dia memilih untuk menyendiri di dalam kelas dengan menutup pintu hingga tirai jendela pun ikut tertutup dan memutar lagu gamelan melalui hp pribadinya hingga menyanyikan lagu lingsir wengi sontak saja seketika musik gamelan baru di putar detik itupun juga siswa itu langsung kesurupan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

mendengar adanya suara seperti lemparan sesuatu dan suara keras di dalam ruang kelas sontak para siswa dan guru pengajar pun ikut berlari untuk melihat apa yang terjadi di dalam ruangan kelas 8 tersebut.

Hingga didalam kelas pun ternyata ada satu murid tanpa diketahui oleh gurunya siswa tersebut berada di dalam kelas. sontak saja guru beserta siswa yang lainya segera masuk ruangan kelas untuk menolong dan sesegera mungkin membawa siswa tersebut ke tempat yang lebih aman dengan harapan dan doa agar siswa itu segera tersadarkan diri.

Kami pun sempat menanyakan kepada salah satu teman satu kelas yang mengetahui bahwa murid tersebut sebelum kerasukan dia telah memakan bunga melati dengan tujuan dan maksud apa kami juga tidak bisa menjelaskan untuk apa dan buat apa,”Kata Siswa.

Bahkan ada salah satu guru pun yang sempat memantau dalam keseharian siswa seketika siswa itu nyampai di sekolahan kenapa siswa tersebut sepertinya selalu menangis sebelum kerasukan ini sampai terjadi dan guru pengajar pun sempat menghubungi pihak keluarga hingga orang tuanya pun datang ke sekolah, Saya pun bertanya kenapa setiap sampai disekolah anak ini selalu menangis namun kami tidak mendapatkan jawaban.

Informasi demi informasi yang sempat kami tanyakan hingga kami pun mendapatkan jawaban dari salah satu yang diduga mengerti permasalahan siswa tersebut dan ternyata si siswa tersebut dari rumahnya sudah ada masalah di keluarga seperti mengalami tekanan batin, beban pikiran, kesedihan, trauma, atau bingung,”Ungkapnya.

Siswa yang pertama kali kesurupan pun tidak masuk sekolah pada hari sabtu.
namun di hari sabtu itu pula ada yang kesurupan lagi yang menimpa kepada teman yang lainya.

Hingga pada hari rabu tadi siang ada 5 anak yang mengalami hal yang sama namun ada salah satu dari kelima siswa yang tersadarkan diri dan empat yang lainya sudah dibawa pulang sama pihak keluarga,Tuturnya.

Hingga kami selaku awak media juga menanyakan dan langkah apa yang harus dilakukan oleh pihak sekolah supaya kejadian semacam ini tidak terulang lagi dan siapa yang harus bertanggung jawab.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan pun mengatakan pihaknya pun akan Mengorganisir dan menyusun kegiatan kesiswaan, seperti kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka pun akan dibatasi hanya dengan jam 4 sore agar tidak terlalu sore atau surup kata orang tua zaman dahulu,dan untuk hari ini saya juga sudah menyiapkan dan sudah mengumpulkan data kebenaran terkait adanya hal kesurupan dan kerasukan yang menimpa para siswa ini kepada Dinas terkait”Ungkap khoirul Anam.

Dan kami berharap juga bantuan untuk para awak media untuk mempublikasikan agar kejadian semacam ini tidak terjadi lagi dan tidak di alami oleh sekolahan yang lain,”Tutupnya.

(yahya)

#Satunews.id

#Satunews.idJatim

Tags: Breaking news

Berita Terkait

Biodigester AKSARA Hadir di Ciangsana, H. Udin Saputra Dorong Inovasi Pengolahan Limbah dan Energi Ramah Lingkungan
Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati
Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas
Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas
Launching BKK Akselerasi 2026, Desa Gunung Putri Alokasikan Rp1,5 Miliar untuk 12 Program Pembangunan
Hari Santri 2026, H. Udin Saputra dan Hj. Silvia Maharani: Santri Pilar Moral Bangsa, Penguat Indonesia Emas
KORVE Gerakan Indonesia Asri, Kades Citeureup Gugun Wiguna: Jangan Tunggu Lingkungan Kotor Baru Bergerak!
Pemdes Cikeas Udik Mulai Realisasi BKK Akselerasi 2026, Alokasi Rp1,5 Miliar Prioritaskan Betonisasi Jalan di Tiga Wilayah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:04 WIB

Api Melalap Rumah Jurnalis di Palembang, Dugaan Korsleting Listrik Jadi Perhatian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:32 WIB

LANSIA YANG LOMPAT DARI JEMBATAN MUSI IV DITEMUKAN BASARNAS MENGAPUNG MENINGGAL DUNIA

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Polda Sumsel Tindak Penipuan Berkedok Rekrutmen CPNS, Ingatkan Masyarakat Hindari Jalur Tidak Resmi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Polda Sumsel Gelar Binrohtal Rutin Perkuat Keimanan dan Integritas Personel  

Berita Terbaru