5 Siswa SMP Negeri 1 Pasuruan Kerasukan Mahluk Halus.

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 20 November 2024 - 22:00 WIB

50373 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan,Satunews.id-Kesurupan merupakan gangguan mental yang menyebabkan seseorang merasa dirinya jadi orang lain, seperti jelmaan makhluk halus, atau yang lainya. Seperti salah satu yang terjadi di SMPN 1 Kota Pasuruan yang mengalami kejadian kesurupan di gedung sekolah kelas 8.

Rabu (20/11/2024)

Berawal dari mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Pramuka disekolah, para siswa semua berkumpul dilapangan sekolah untuk melaksanakan kegiatan pramuka tersebut hingga tanpa diketahui bahwa ada salah satu siswa yang tidak mengikuti kegiatan itu malah dia memilih untuk menyendiri di dalam kelas dengan menutup pintu hingga tirai jendela pun ikut tertutup dan memutar lagu gamelan melalui hp pribadinya hingga menyanyikan lagu lingsir wengi sontak saja seketika musik gamelan baru di putar detik itupun juga siswa itu langsung kesurupan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

mendengar adanya suara seperti lemparan sesuatu dan suara keras di dalam ruang kelas sontak para siswa dan guru pengajar pun ikut berlari untuk melihat apa yang terjadi di dalam ruangan kelas 8 tersebut.

Hingga didalam kelas pun ternyata ada satu murid tanpa diketahui oleh gurunya siswa tersebut berada di dalam kelas. sontak saja guru beserta siswa yang lainya segera masuk ruangan kelas untuk menolong dan sesegera mungkin membawa siswa tersebut ke tempat yang lebih aman dengan harapan dan doa agar siswa itu segera tersadarkan diri.

Kami pun sempat menanyakan kepada salah satu teman satu kelas yang mengetahui bahwa murid tersebut sebelum kerasukan dia telah memakan bunga melati dengan tujuan dan maksud apa kami juga tidak bisa menjelaskan untuk apa dan buat apa,”Kata Siswa.

Bahkan ada salah satu guru pun yang sempat memantau dalam keseharian siswa seketika siswa itu nyampai di sekolahan kenapa siswa tersebut sepertinya selalu menangis sebelum kerasukan ini sampai terjadi dan guru pengajar pun sempat menghubungi pihak keluarga hingga orang tuanya pun datang ke sekolah, Saya pun bertanya kenapa setiap sampai disekolah anak ini selalu menangis namun kami tidak mendapatkan jawaban.

Informasi demi informasi yang sempat kami tanyakan hingga kami pun mendapatkan jawaban dari salah satu yang diduga mengerti permasalahan siswa tersebut dan ternyata si siswa tersebut dari rumahnya sudah ada masalah di keluarga seperti mengalami tekanan batin, beban pikiran, kesedihan, trauma, atau bingung,”Ungkapnya.

Siswa yang pertama kali kesurupan pun tidak masuk sekolah pada hari sabtu.
namun di hari sabtu itu pula ada yang kesurupan lagi yang menimpa kepada teman yang lainya.

Hingga pada hari rabu tadi siang ada 5 anak yang mengalami hal yang sama namun ada salah satu dari kelima siswa yang tersadarkan diri dan empat yang lainya sudah dibawa pulang sama pihak keluarga,Tuturnya.

Hingga kami selaku awak media juga menanyakan dan langkah apa yang harus dilakukan oleh pihak sekolah supaya kejadian semacam ini tidak terulang lagi dan siapa yang harus bertanggung jawab.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan pun mengatakan pihaknya pun akan Mengorganisir dan menyusun kegiatan kesiswaan, seperti kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka pun akan dibatasi hanya dengan jam 4 sore agar tidak terlalu sore atau surup kata orang tua zaman dahulu,dan untuk hari ini saya juga sudah menyiapkan dan sudah mengumpulkan data kebenaran terkait adanya hal kesurupan dan kerasukan yang menimpa para siswa ini kepada Dinas terkait”Ungkap khoirul Anam.

Dan kami berharap juga bantuan untuk para awak media untuk mempublikasikan agar kejadian semacam ini tidak terjadi lagi dan tidak di alami oleh sekolahan yang lain,”Tutupnya.

(yahya)

#Satunews.id

#Satunews.idJatim

Tags: Breaking news

Berita Terkait

HJB Ke-544, Pemdes Gunungsari Siap Bergerak Serempak Wujudkan Bogor Istimewa; Uwes Wijaya: Pembangunan Harus Nyata Dirasakan Masyarakat
HJB Ke-544, SATUNEWS.ID Tegaskan Komitmen Mengawal Pembangunan Bogor Maju dan Berdampak untuk Masyarakat
HJB Ke-544, Ketua APDESI Jonggol Ahmad Yani Serukan Kolaborasi dan Gotong Royong Wujudkan Bogor Istimewa yang Maju dan Berdampak
HJB Ke-544 Jadi Momentum Persatuan dan Pembangunan, Lurah Ciriung Ajak Warga Bergerak Serempak untuk Bogor Istimewa
HJB Ke-544, H. Udin Saputra Ajak Masyarakat Bersatu Wujudkan Bogor Maju dan Berdampak Nyata
Langkah Baru Menuju Masa Depan Gemilang! Boy Akbar Saoet JR Resmi Lulus SD, Kebanggaan Keluarga dan Harapan Bangsa
Desa Wangunjaya, Permata di Lereng Gunung Salak: Potensi Pertanian, Perikanan, dan Wisata Alam Menjanjikan
Dadan Hindayana Dicopot, Nanik S Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:01 WIB

HJB Ke-544, Pemdes Gunungsari Siap Bergerak Serempak Wujudkan Bogor Istimewa; Uwes Wijaya: Pembangunan Harus Nyata Dirasakan Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:54 WIB

HJB Ke-544, SATUNEWS.ID Tegaskan Komitmen Mengawal Pembangunan Bogor Maju dan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:49 WIB

HJB Ke-544, Ketua APDESI Jonggol Ahmad Yani Serukan Kolaborasi dan Gotong Royong Wujudkan Bogor Istimewa yang Maju dan Berdampak

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:40 WIB

HJB Ke-544 Jadi Momentum Persatuan dan Pembangunan, Lurah Ciriung Ajak Warga Bergerak Serempak untuk Bogor Istimewa

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:28 WIB

HJB Ke-544, H. Udin Saputra Ajak Masyarakat Bersatu Wujudkan Bogor Maju dan Berdampak Nyata

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:16 WIB

Desa Wangunjaya, Permata di Lereng Gunung Salak: Potensi Pertanian, Perikanan, dan Wisata Alam Menjanjikan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:36 WIB

Dadan Hindayana Dicopot, Nanik S Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:28 WIB

Desakan Usut Dugaan TPPU Tambang Ilegal di Hutabargot Menguat, Kejagung dan PPATK Diminta Telusuri Aliran Dana

Berita Terbaru