Kab. Bandung // Dewan Pengurus Cabang Ikatan Jurnalis Pajajaran (IJP) Kabupaten Bandung mengadakan audensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung pada Kamis (8/8/2024) di gedung KPU yang baru saja diresmikan. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan membahas peran media dalam mendukung penyelenggaraan Pilkada 2024.

Sekretaris KPU Kabupaten Bandung, Enda Kurniawan, SH., MH., menyambut baik kehadiran DPC IJP Kabupaten Bandung. Enda menegaskan bahwa KPU membutuhkan kerjasama dengan media untuk menyebarkan informasi secara luas dan efektif kepada masyarakat. “Kami ucapkan terima kasih kepada DPC IJP atas kerjasama dan solidaritasnya. Kami sangat membutuhkan dukungan dari rekan-rekan media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara masif,” ujar Enda.
Enda juga menjelaskan bahwa KPU akan memulai persiapan teknis untuk pendaftaran calon wakil bupati pada 10 Agustus 2024, dengan pendaftaran resmi calon dijadwalkan mulai 27 Agustus hingga 28 Agustus 2024. “Kami akan melaksanakan sosialisasi teknis pada 10 Agustus nanti, dan rekan-rekan media bisa berkoordinasi dengan kami untuk detailnya,” tambah Enda.
Ketua DPC IJP Kabupaten Bandung, Agus Supriadi (Agus Cai), mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari KPU. Agus menekankan pentingnya kolaborasi antara jurnalis dan KPU untuk menyampaikan informasi akurat dan terkini mengenai Pilkada. “Tujuan audensi ini adalah menjalin silaturahmi dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Pilkada. Peran pers sangat krusial dalam memantau dan menyajikan informasi kepada masyarakat, serta mendorong partisipasi pemilih,” ungkap Agus.
Agus juga menyoroti pentingnya edukasi pemilih dan kolaborasi dalam pemantauan serta pengawasan proses Pilkada. Ia menekankan bahwa pers harus berperan dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan integritas, serta menjaga etika jurnalistik. “Dengan keterlibatan pers yang baik dan komprehensif, diharapkan Pilkada dapat berlangsung dengan integritas dan partisipasi masyarakat yang tinggi, serta memperkuat proses demokrasi,” pungkas Agus.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara media dan KPU dalam memfasilitasi proses demokrasi yang bersih dan transparan di Kabupaten Bandung.
(Asep)**


























