*Khususiah Mengaku Seperti Disambar Petir Jika Yayasannya Sudah Dijual Ardi dan Sri Serta Oknum Kades

- Redaksi

Kamis, 2 Mei 2024 - 13:15 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung-Ketua Pembina Yayasan Ainur Santri Nusantara Khususiyah mengaku tidak ada hujan tidak ada angin, tiba-tiba ada tamu kehormatan datang ke rumah nya Srinoer Hayati(anggota pembina Yayasan Santri Nusantara Pesawaran), Agus Yunarto, (Ketua Pengawas) dan Zakia Ahada Fanka,(bendahara).

Ketua Pembina Yayasan Khususiyah Merasa senang hati sambut kedatangan dengan riang gembira. Namun setelah beberapa saat ngobrol santai tiba-tiba Sri Noer Hayati menyampaikan kedia jika kampus sudah mereka jual.

“Lalu dia mengatakan kedatangannya menemui saya mintak tanda tangan saya, saya kaget seperti di sambar petir, nggak ada mendung kok ada petir, saya kaget dan nggak bisa bicara apa-apa langsung saya jawab gak bisa, dan gak boleh di jual,”tegas Khususiah kepada Sri Nurhayati kepada awak media group PWDPI pada Kamis (2/5/2924).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khususiyah mengatakan ahirnya mere ka pulang. Namun selang beberapa hari kemudian datang lagi bersama M, Ardi (Ketua Yayasan), ada 4 orang, dengan maksud yang sama yaitu minta tanda tangan ketua pembina, Namun Khususiyah mengaku tetap pada pendiriannya.

“Tidak ada jual beli kampus apalagi yayasan karena tujuan kampus dan yayasan untuk bisa banyak membantu orang, tujuan awalnya akhirat kok malah di jual,”tegasnya kepada Ardi dan Lainnya.

Lalu Ketua Pembina tannya dengan mereka telah dijual berapa kampus tersebut kepada pihak lain. Lalu masih kata Khususiah dijawab dijual Rp 1,8 Miliar

“Saat saya tannya dijual berapa, Jawab mereka telah dijual Rp1,8, dan baru di DP. Panjar tersebut pengakuan mereka telah dibagi ketua yayasan, anggota pengawasan Edi Wartoyo. ketua yayasan juga turut serta menyampaikan hal yng sama. Akhrinya mereka pulang,”ungkap Khususiyah.

Dikesempatan yang lain juga kata Khususiyah, dirinya pernah dipananggil oleh Ketua Yayasan M.Ardi, dengan di saksikan beberapa saksi di rumah 2 orang dan di kantor 6 orang, bahwa Ketua Yayasan menyampaikan kampus telah di jual.

“Bahkan M.Ardi mengakui jika dirinya baru di kasih uang sekitar 25 juta, padahal menurutnya dia mintak seharga mobil Avanza. Ardi juga cerita Kepala Desa Penjambon pak Edi Wartoyo juga dikasih Rp25 juta dengan pesanan yang sama dengan Ardi,”tegas Khususiah.

Terpisah, Ketua Yayasan M.Ardi saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut mengelak. Dia mengatakan jika tidak pernah menjual yayasan.

“Ya monggo datang kepembelinya pak kalok emang britanya seperti itu dari klien bapak dijual kesiapa . Karana saya tidak merasa menjual,”Ujar Ardi Singkat Pada Kamis (2/5/2024).

Sementara dikonfirmasi secara terpisah juga, Anggota Dewan Pembina Sri Nurhayati saat dikonfirmasi melalui via telpon hingga berita ini diturunkan belum ada balasan.(Tim).

Berita Terkait

MAREMA Batch 7 Hadir di Lengkong, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas Lewat Digital Marketing
Dari Semarang ke Bandung: Warisan Kuliner Kepala Manyung Bu Fat Sejak 1969 Kini Bisa Dinikmati
BSI Support Beauty Your Fest 2026, Puluhan Brand Beauty Lokal Tampil di Summarecon Mall Bandung
Pameran IFBEX 2026 Sukses, Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
AstraPay Resmi Diluncurkan: Solusi Pembayaran Digital yang Mudah dan Aman
Membuka Era Baru Transaksi Digital dengan AstraPay: Pengalaman Unik Mendukung Berkelanjutan dan Cashless Society
*Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan dengan AstraPay dan Generasi Digital*
Permudah Aksesibilitas Perekonomian Pasar Lemah Abang, Pemkab Bekasi Wacanakan Bangun Putaran U-Trun

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:57 WIB

Korban Baru Muncul, Dugaan Kasus Taufik Hidayat Makin Disorot: SAA Ungkap Dugaan Penyekapan hingga Kekerasan Seksual

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:01 WIB

Pemdes Ketenong 1 Dukung Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Warga

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:53 WIB

Pelarian Berakhir, Taufik Hidayat Ditangkap Polisi Usai Kasus Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan Gegerkan Bandung

Senin, 22 Juni 2026 - 13:51 WIB

Viral Dugaan Penyekapan Wanita di Cinunuk, Polisi Masih Buru Terduga Pelaku

Senin, 22 Juni 2026 - 10:51 WIB

25 Tahun Kota Cimahi: Dari Perjuangan Otonomi Menuju Kota MANTAP dengan Pembangunan yang Inklusif

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:33 WIB

Kades Ciangsana dan TP-PKK Kawal Posyandu Remaja, Cetak Generasi Sehat, Cerdas, dan Berdaya Saing

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:49 WIB

Ribuan Jamaah Padati Lapangan Cibeber Sejak Pagi, Milad Sinling ke-13 dan Tabligh Akbar Muharram 1448 H Perkuat Persatuan Warga Cikahuripan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:40 WIB

Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Lawan HIV/AIDS, Fokus Eliminasi Stigma dan Perluasan Layanan bagi ODHIV

Berita Terbaru