Mahal! Harga Pupuk Subsidi di Sukabumi Dijual di Atas HET, Pemerintah Harus Turun Tangan

- Redaksi

Selasa, 16 April 2024 - 11:55 WIB

5011 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Sukabumi-Harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi sudah ditentukan pemerintah. Namun, peraturan yang dibuat hanya jadi macan kertas. Pasalnya, harga pupuk di pasaran lebih mahal dari batasan yang dibuat pemerintah.

HET pupuk bersubsidi diatur oleh Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) 734/2022. HET pupuk subsidi tahun ini ditentukan Rp 2.250 per kilogram untuk pupuk urea, Rp 2.300 per kilogram pupuk NPK, dan Rp 3.300 per kilogram untuk pupuk NPK dengan formula khusus kakao.

Di antaranya,kios Mugni Tani yang berlokasi di pasar panggeleseran

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desa kertaraharja kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, kios tersebut menjual pupuk subsidi tak sesuai HET. Temuan ini menjadi catatan pemerintah untuk ditindaklanjuti.Di nota tertulis sesuai HET, tapi penerima (petani) di Terima nya harga di atas HET,”

Salah satu petani Ojo 52 tahun Kampung mekarsari RT 02 RW013 Desa Parakan Lima kecamatan cikembar,menjelaskan ke awak media. bahwa pupuk yang ia beli (tebusnya) harganya di atas ketentuan pemerintah (mahal)

“Iya Pak kalo saya beli pasti pupuk subsidi jenis Urea dan Npk phonska selain dari subsidi saya tidak mampu untuk membelinta karena mahal,urea saya beli perkarungnya dengan harga Rp 120.000 (seratus dia puluh ribu rupiah) berarti kalo perkilonya Rp 2.400,kadang kalo lagi musim tani itu harga lebih dari itu. Yang namanya petani tetap berusaha untuk membelinya karena kalo tidak di pupuk bagaimana hasil panen nya nanti pasti jelek pak”Katanya Senin 15/04/2024

Awak media mencoba konfirmasi ke pihak kios Mugni Tani,namun kios tersebut tutup

Di tempat terpisah ketua DPC Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Sukabumi raya Agus Salim menyampaikan ketika ditemui dikantornya,

“Saya meminta kepada pemerintah dalam hal ini dinas pertanian dan intansi terkait agar segera terjun kelapangan,untuk mengevaluasi kios kios pupuk yang di duga memainkan harga yang diluar ketentuan HET pemerintah.agar para petani tidak merasa dibebankan dengan tebusan harga yang mahal.sudah jelas jelas pupuk bersubsidi itu artinya pupuk yang sepenuhnya dalam pemantauan pemerintah” paparnya

Lebih lanjut agus salim di sini harus lebih tegas lagi yaitu Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) kabupaten sukabumi untuk memonitor pengawasan distribusi pupuk subsidi di kios kios. pungkasnya

 

Jurnalis | Eneng Nur KS

Berita Terkait

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi
Enam Rumah Dilalap Api di Kampung Dayeuh, Kades Jamhali BJ Turun Langsung Pastikan Warga Terdampak Tak Sendirian
SERBU PACU Klapanunggal: Seribu Pohon Ditanam, Masa Depan Anak Cucu Dipertaruhkan
Festival Kemerdekaan HUT RI ke-81 di Puri Harmoni 7: Karnaval, Fashion Show, dan Drama Kerajaan Kobarkan Semangat Generasi Bangsa
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB, Total Kerugian Masih Dihitung
Sosialisasi Empat Pilar, Abidin Fikri: Perlu Kesadaran Bersama Mewujudkan Gagasan Founding Father
Milad Kades Cipeucang Jadi Momentum Berbagi, Puluhan Lansia Tersenyum Terima Sembako di Tengah Pengajian Majelis Taklim
Keluarga Besar Satunews.id Ucapkan Selamat Atas Pernikahan Alva & Ulya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:31 WIB

Wagub Jabar Erwan Setiawan Lepas ASN Purna Tugas di Gedung Sate

Minggu, 1 November 2026 - 23:45 WIB

Kejati Jabar Gelar Bazar Lelang Barang Bukti dan Rampasan di Momentum Car Free Day

Minggu, 1 November 2026 - 21:15 WIB

Kerja Bakti di Sukaraja Kaum RW 008, Kades Asep Aos Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan

Minggu, 1 November 2026 - 16:39 WIB

Halo JPN Hadir di CFD Dago, Warga Bandung Bisa Konsultasi Hukum Gratis

Minggu, 1 November 2026 - 16:33 WIB

Sekdispora Kota Bandung: Porprov XV Jadi Panggung Pembuktian Atlet dan Sportivitas

Minggu, 1 November 2026 - 16:29 WIB

Sarasehan DMI Ciangsana Satukan Ketua DKM, Kades H. Udin Saputra Tegaskan Masjid Harus Jadi Pusat Pembinaan Umat

Minggu, 1 November 2026 - 16:25 WIB

Festival Musik Cileungsi #4 Rebut Piala Bergilir Camat, Tiga Tokoh Kompak Dukung Musisi Lokal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Farhan Siapkan Insentif PBB Rp1 untuk Pemilik Gedung Cagar Budaya di Bandung

Berita Terbaru