Krisis Air Bersih di Bojongmangu: Air PAM Sering Mati, Warga Medalkrisna Desak Pemkab Bekasi Bangun Sumur Bor

satu news 01

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:36 WIB

5026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabuapten Bekasi — Warga Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, kembali harus menghadapi momok tahunan berupa krisis air bersih yang kian mengkhawatirkan. Ancaman kekeringan yang melanda wilayah tersebut membuat masyarakat semakin terjepit dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

​Kondisi pelik ini dirasakan langsung oleh Nurja, salah seorang warga Desa Medalkrisna. Menurutnya, persoalan air bersih di desanya sudah berada pada taraf yang mendesak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

​Selama ini, warga sebenarnya sempat mengandalkan jaringan air perpipaan atau PAM yang ada di wilayah mereka. Namun, sistem tersebut dinilai gagal diandalkan lantaran aliran air kerap macet dan jarang sampai ke rumah-rumah warga.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Mengandalkan air PAM kebanyakan tidak kebagian air, tidak mengalir dengan lancar ke permukiman kami,” ungkap Nurja saat ditemui di lokasi, menggambarkan betapa sulitnya mendapatkan air bersih secara mandiri di desanya.

​Akibat aliran PAM yang sering mati, warga praktis tidak memiliki cadangan air tatkala musim kemarau mulai mendera. Mereka terpaksa harus menunggu bantuan distribusi air bersih darurat yang jumlahnya sering kali sangat terbatas.

​Menghadapi situasi yang terus berulang setiap tahun ini, Nurja bersama warga lainnya secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk segera turun tangan memberikan solusi jangka panjang, salah satunya dengan menyalurkan bantuan pembangunan sumur bor.

​Keberadaan sumur bor di titik-titik strategis desa dinilai sebagai langkah antisipasi paling efektif untuk memutus rantai kekeringan di Bojongmangu. Warga berharap Pemkab Bekasi segera merespons jeritan ini sebelum krisis air menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas. (Her)

Berita Terkait

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026
Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar
H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif
Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026
Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri
Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah
Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya
Prabowo Salurkan Becak Listrik di Cimahi, Bambang Purnomo Apresiasi Perhatian bagi Pengayuh Becak Lansia

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru