PLT Bupati Bekasi Tegaskan Larangan Rangkap Jabatan PPPK Dan BPD

satu news 01

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:49 WIB

5051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi – Polemik rangkap jabatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sekaligus duduk sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kembali memanas di Kabupaten Bekasi.

Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa praktik tersebut tidak diperbolehkan dan berpotensi menimbulkan masalah serius dalam tata kelola pemerintahan maupun dunia pendidikan.

“Setahu saya itu tidak bisa, harus memilih salah satu, PPPK atau BPD,” ujar Asep Surya Atmaja saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (16/07/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Asep, rangkap jabatan ini menimbulkan dilema besar, terutama bagi PPPK yang berprofesi sebagai guru. “Ini abu-abu sekarang kalau PPPK sebagai guru saat mengajar mata pelajaran dia harus cuti karena ada pekerjaan di BPD, lalu siapa yang menggantikan mengajar di kelas tersebut, malah menjadi masalah baru,” terangnya.

Secara hukum, larangan rangkap jabatan telah diatur dalam Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 63 huruf c, yang menyebutkan bahwa anggota BPD tidak boleh merangkap jabatan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Selain itu, Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang BPD juga menegaskan bahwa calon anggota BPD tidak boleh merangkap jabatan sesuai peraturan perundang-undangan. Hal ini untuk menjaga independensi BPD sebagai lembaga pengawasan desa.

Dari sisi kepegawaian, Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 menekankan bahwa ASN, termasuk PPPK, wajib menjaga integritas dan netralitas serta tidak boleh menduduki jabatan lain yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.

Bahkan, Surat Edaran BKN Nomor 2302/B-KB.01.01/SD/J/2025 menegaskan bahwa PPPK yang mencalonkan diri sebagai anggota BPD dianggap mengakhiri perjanjian kerja dengan instansi pemerintah. (Her)

Berita Terkait

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026
Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar
H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif
Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026
Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri
Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah
Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya
Prabowo Salurkan Becak Listrik di Cimahi, Bambang Purnomo Apresiasi Perhatian bagi Pengayuh Becak Lansia

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru