KKJB 2026: Bunda Yanti Ajak Pelaku UMKM Ubah Pola Pikir, Dari Keterbatasan Menjadi Kesempatan

satu news 01

- Redaksi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:31 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SatuNews.Id

‎Bandung, 29 Juni 2026 — Semangat pemberdayaan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal mengemuka dalam gelaran Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) 2026 yang berlangsung di Trans Studio Mall Bandung, Sabtu (27/6/2026)

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎‎Kegiatan yang menghadirkan kolaborasi antara pelaku UMKM, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, dan Sarung Majalaya ini menyoroti pentingnya membangun nilai sebuah produk melalui kreativitas dan kebermanfaatan.

‎‎Salah satu narasumber yang mencuri perhatian adalah Bunda Yanti, pelaku UMKM sekaligus pegiat pemberdayaan masyarakat. Dalam sesi diskusi, ia mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap usaha dan kehidupan, dengan lebih menekankan nilai daripada sekadar harga.

‎Jangan pernah melihat nilai harga dulu. Yang paling penting adalah bagaimana keberadaan kita bisa bermanfaat. Sandal yang tadinya seharga Rp15.000, kalau kita sentuh dengan karya, bisa menjadi Rp50.000,” ujarnya.

‎‎Mengubah Limbah Menjadi Berkah‎Bunda Yanti menilai masih banyak masyarakat yang terjebak pada pola pikir keterbatasan, seperti merasa tidak memiliki modal hingga akhirnya memilih jalan pintas melalui pinjaman. Padahal, menurutnya, setiap orang telah dianugerahi potensi yang bisa dikembangkan.

‎Tuhan menciptakan manusia dengan segala potensi dan kekurangannya. Jangan melihat kekurangannya, tetapi jadikan itu sebagai tantangan. Limbah di tangan kita pun bisa memiliki nilai jual jika diolah menjadi karya yang indah,” katanya.

‎Ia juga mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan

‎Kuncinya satu, jangan selalu berpikir apa yang kita dapatkan. Berpikirlah apa yang bisa kita berikan. Usaha yang dibangun dengan niat baik akan lebih berkelanjutan.”

‎Fokus Memberdayakan Anak Berkebutuhan Khusus

‎Bagi Bunda Yanti, membangun ekonomi tidak bisa dipisahkan dari misi sosial.

‎Saat ini, ia membina sekitar 15 anak berkebutuhan khusus (ABK), termasuk penyandang tunarungu dan tunawicara, agar memiliki keterampilan dan mampu menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.

‎Selain itu, ia juga aktif mendampingi anak-anak penyandang talasemia melalui kolaborasi dengan rumah sakit.

‎‎Ke depan, ia memiliki cita-cita mempertemukan anak-anak berkebutuhan khusus dengan para lansia yang hidup sendiri agar keduanya dapat saling menguatkan.

‎Ini adalah mimpi saya. Saya yakin akan terwujud selama Allah masih memberi napas untuk terus melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

‎Filosofi “Botol Kosong”

‎Menutup pemaparannya, Bunda Yanti membagikan filosofi hidup yang selalu ia pegang, yakni menjadi “botol kosong”. Menurutnya, seseorang yang terus berbagi akan selalu diberi ruang untuk menerima hal-hal baru.

‎Ia mengaku tidak pernah menjadikan honor sebagai tujuan utama saat memenuhi undangan sebagai pembicara.

‎Saya dibayar saya terima, tidak dibayar pun saya terima. Karena saya yakin Allah membayar dengan cara-Nya sendiri. Kalau dalam setiap langkah kita fokus pada apa yang bisa kita berikan, nilainya tidak akan pernah bisa diukur.”

‎Ia kemudian mengibaratkan manusia seperti sebotol air.

‎Botol yang penuh tidak bisa diisi lagi. Saya memilih menjadi botol kosong. Karena ketika kita mau berbagi, Allah akan mengisinya kembali.

‎Di akhir sesi, Bunda Yanti menegaskan pesan yang menjadi semangat hidupnya.

‎Jangan takut untuk berbagi. Takutlah kalau kita tidak bisa berbagi. Maju bersama jauh lebih baik daripada maju sendiri.

‎Melalui kisah dan pengalamannya, Bunda Yanti mengajak para pelaku UMKM untuk membangun usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Baginya, keberhasilan sejati adalah ketika sebuah usaha mampu memberdayakan sesama dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

( Andi )

‎

Berita Terkait

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar
H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif
Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026
Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri
Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah
Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya
Prabowo Salurkan Becak Listrik di Cimahi, Bambang Purnomo Apresiasi Perhatian bagi Pengayuh Becak Lansia
Pelepasan Kontingen PORSADIN VIII Kabupaten Bandung Menuju Cianjur
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru