Lahan Warga Diduga Terdampak Instalasi PDAM
Satunews.id, Singkawang – Persoalan dugaan dampak pembangunan infrastruktur kembali mencuat di Kota Singkawang. Seorang warga bernama Supriadi mengaku kesulitan memanfaatkan lahan miliknya akibat adanya instalasi pipa PDAM yang melintas di area tanah pribadinya di Jalan Tirtasari RT 050 RW 010, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Sabtu (09/05/2026).
Permasalahan tersebut menjadi sorotan setelah kondisi lahan disebut mengalami genangan air dan berlumpur diduga akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air secara maksimal.
Berdasarkan pantauan tim investigasi media di lokasi, tampak pipa berukuran besar melintang di area lahan milik warga. Kondisi itu dinilai menghambat pemanfaatan tanah yang sebelumnya direncanakan untuk kebutuhan produktif.
Dalam keterangannya kepada media, Supriadi menyampaikan kekecewaannya karena merasa belum mendapatkan solusi yang jelas terkait kondisi tersebut.
“Saya hanya ingin memanfaatkan tanah milik sendiri, tetapi keberadaan pipa itu membuat lahan sulit digunakan. Harapan saya ada solusi yang baik agar hak warga juga diperhatikan,” ujar Supriadi.

Ia mengaku selama ini telah berupaya menyampaikan keluhan terkait kondisi tersebut, terutama menyangkut genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras turun.
Menurutnya, saluran drainase yang ada diduga tidak mampu menampung volume air sehingga menyebabkan luapan ke area lahannya.
“Kalau hujan deras, air meluap ke tanah saya hingga menjadi becek dan berlumpur. Tentu ini sangat mengganggu aktivitas dan membuat lahan tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada kualitas lingkungan sekitar apabila tidak segera dilakukan penanganan secara serius dan menyeluruh.
Melalui pemberitaan ini, Supriadi berharap pihak PDAM maupun Pemerintah Kota Singkawang dapat turun langsung meninjau lokasi serta membuka ruang komunikasi untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
“Kami hanya berharap ada perhatian dan penyelesaian yang baik. Semoga ada langkah nyata agar persoalan ini tidak terus berlarut,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga tersebut.
Masyarakat pun berharap adanya langkah cepat dan bijak dari pihak terkait agar persoalan infrastruktur yang berdampak pada warga dapat segera diselesaikan secara adil dan humanis demi menjaga kenyamanan lingkungan serta menghindari potensi konflik berkepanjangan.
(Aminah/Yopi)



























