KDMP: Proyek Kontroversial atau Solusi Cerdas?
Satunews.id// Kabupaten Bandung, 27 Februari 2026, KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Proyek ini digadang-gadang sebagai solusi untuk meningkatkan ekonomi desa, namun ada juga yang mengkritiknya sebagai proyek yang tidak tepat sasaran.
Pengamat politik, Zarina Deen, menyatakan bahwa proyek KDMP masih menjadi topik perdebatan dan perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa proyek ini benar-benar membantu meningkatkan ekonomi desa.
“KDMP adalah proyek yang belum tepat sasaran. Seharusnya pemerintah melihat ke lapangan, kondisi-kondisi Desa yang tidak sama,” kata Zarina Deen.
Zarina Deen juga mempertanyakan efektivitas proyek KDMP, mengingat bahwa dana untuk pembangunan gedung KDMP berasal dari Dana Desa yang dipotong dari seluruh Indonesia, dan desa-desa hanya menerima 373 juta rupiah untuk kegiatan rutin per tahun.
“Suatu nilai yang fantastis jika dikumpulkan untuk membangun gedung KDMP dan permodalannya. Namun, kita perlu melihat ke lapangan dan memastikan bahwa proyek ini benar-benar membantu meningkatkan ekonomi desa,” tambah Zarina Deen.
Inisial A, seorang pendukung KDMP, berpendapat bahwa proyek ini adalah solusi cerdas untuk meningkatkan ekonomi desa. “Koperasi Desa Merah Putih adalah solusi cerdas untuk meningkatkan ekonomi desa. Ini dapat membantu meningkatkan pendapatan desa dan menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Namun, yang jelas adalah bahwa proyek KDMP masih menjadi topik perdebatan dan perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa proyek ini benar-benar membantu meningkatkan ekonomi desa. (Red) **



























