Klarifikasi PUTR soal Jembatan Cijeruk Disambut, Warga Minta Tindak Lanjut

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:29 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Bojongsoang – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) memberikan klarifikasi resmi terkait pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk yang menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah.

PUTR melalui Pejabat PPTK Asep Subrata menegaskan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut telah mengacu pada Bridge Management System (BMS), Standar Nasional Indonesia (SNI), serta Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seluruh aspek teknis, mulai dari desain struktur, pembebanan hingga standar kelayakan layanan, disebut telah memenuhi ketentuan yang berlaku,” terang Asep Pejabat PPTK secara tertulis kepada Satunews.id pada, Kamis (15/1/2026).

Terkait aspek pengamanan, Asep menjelaskan bahwa railing untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki telah dipasang sesuai standar desain, menggunakan pipa baja berdiameter 2,5 inci di sisi barat dan timur jembatan.

Sementara desain oprit yang dinilai cukup curam oleh sebagian pengguna disebut merupakan bentuk penyesuaian terhadap elevasi jalan eksisting serta keterbatasan ruang lahan di sekitar lokasi pembangunan.

Menanggapi keluhan mengenai blind spot, Asep Subrata menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung untuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas sebagai langkah mitigasi keselamatan pengguna jembatan.

Di sisi lain, Kepala Desa (Kades) Bojongsari Asep Sunandar menyampaikan bahwa masyarakat pada dasarnya mengapresiasi kehadiran Jembatan Cijeruk karena membantu mobilitas warga antarwilayah.

Namun demikian, di lapangan masih ditemukan sejumlah catatan keselamatan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, terutama terkait kemiringan oprit, elevasi sayap jembatan, serta potensi blind spot yang dinilai berisiko bagi pengguna roda dua.

Keluhan serupa juga disampaikan warga. Sejumlah pengguna jembatan menyebut telah terjadi insiden kecelakaan roda dua di sekitar area jembatan, yang diduga dipicu oleh pandangan terbatas serta kondisi oprit yang menantang.

Kepala desa dan masyarakat berharap klarifikasi teknis yang telah disampaikan PUTR dapat segera ditindaklanjuti dengan evaluasi lapangan dan langkah pengamanan yang lebih komprehensif.

(Asp)

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot dan Prima Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-385 Kabupaten Bandung
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan
Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan
Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot
Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru