Jembatan R2 Cijeruk Telan Korban, Dinas PUTR Didorong Segera Evaluasi Aspek Keselamatan

satu news 01

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:00 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Bojongsoang – Jembatan roda dua Cijeruk yang diresmikan Bupati Bandung beberapa waktu lalu dan menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dengan Baleendah sebelumnya mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena dinilai mampu memperlancar mobilitas dan aktivitas warga.

Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya persoalan keselamatan yang tidak dapat diabaikan, terlebih setelah terjadinya insiden kecelakaan yang menimpa salah satu warga saat melintas di jembatan tersebut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden tersebut menjadi perhatian publik sekaligus peringatan bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan Jembatan Roda Dua Cijeruk, menyusul munculnya sejumlah titik rawan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Salah satu korban kecelakaan di Jembatan R2 Cijeruk

Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Desa Bojongsari, secara terbuka menyampaikan masukan serta mendorong adanya penyempurnaan desain dan kelengkapan keselamatan jembatan upaya pencegahan kecelakaan serupa di kemudian hari.

Kepala Desa Bojongsari, Asep Sunandar S.AP menegaskan bahwa masukan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, bukan untuk mengurangi apresiasi atas pembangunan jembatan yang telah direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bandung atas dibangunnya Jembatan Roda Dua Cijeruk. Namun setelah jembatan digunakan masyarakat, muncul beberapa risiko keselamatan yang perlu segera dievaluasi, apalagi sudah ada warga yang mengalami kecelakaan,” ujarnya kepada Satunews.id. pada Selasa (13/1/2025)

Ia mengungkapkan, salah satu persoalan krusial yang menjadi perhatian adalah belum adanya pagar pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak dan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, elevasi atau kemiringan sayap jembatan dinilai terlalu curam. Berdasarkan temuan di lapangan, kondisi ini kerap menyebabkan pengendara sepeda motor mengalami kesulitan saat menanjak, bahkan hingga mesin kendaraan mati dan sulit dikendalikan. Situasi tersebut banyak dialami oleh ibu-ibu serta pengendara lanjut usia.

Masalah lain yang tak kalah berisiko adalah adanya titik blind spot pada jembatan, di mana pandangan antara kendaraan yang naik dan turun terhalang oleh bentangan tembok. Akibatnya, pengguna jalan tidak dapat saling melihat dari jarak aman, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan.

“Kami menyarankan agar bentangan tembok tersebut diperpendek dan diganti dengan pagar besi, supaya pandangan pengendara lebih terbuka dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” jelasnya.

Pemerintah Desa Bojongsari berharap insiden kecelakaan yang telah terjadi dapat menjadi alarm awal bagi dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi dan penyempurnaan, sehingga Jembatan Roda Dua Cijeruk benar-benar aman, nyaman, dan layak digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUTR Kabupaten Bandung belum memberikan keterangan resmi terkait masukan dan dorongan evaluasi keselamatan tersebut.

(Asp)

Berita Terkait

Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah
KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur
Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma
Musdes Ketiga, Pemdes Malakasari Mantapkan Risalah Tanah Carik untuk Dukung Pembangunan
Distan Gelar Tani Verse, Dukung Lahirnya Generasi Baru Petani
Kades Marsel Farhan Taufik Sambut Baik Kunjungan KDM ke Jadek dan Cikahiyangan.
Kadis LH Ruli Hadiana, Sesuai Petunjuk Bupati Bandung Lakukan Sosialisasi Hingga Ke Tingkat Kecamatan, Dalam Penangan Sampah
Kades Sayati Apresiasi Kunjungan Gubernur Jabar, Penanganan Banjir Jadek Diharapkan Segera Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:04 WIB

Api Melalap Rumah Jurnalis di Palembang, Dugaan Korsleting Listrik Jadi Perhatian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:32 WIB

LANSIA YANG LOMPAT DARI JEMBATAN MUSI IV DITEMUKAN BASARNAS MENGAPUNG MENINGGAL DUNIA

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Polda Sumsel Tindak Penipuan Berkedok Rekrutmen CPNS, Ingatkan Masyarakat Hindari Jalur Tidak Resmi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Polda Sumsel Gelar Binrohtal Rutin Perkuat Keimanan dan Integritas Personel  

Berita Terbaru