Jembatan R2 Cijeruk Telan Korban, Dinas PUTR Didorong Segera Evaluasi Aspek Keselamatan

satu news 01

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:00 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Bojongsoang – Jembatan roda dua Cijeruk yang diresmikan Bupati Bandung beberapa waktu lalu dan menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dengan Baleendah sebelumnya mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena dinilai mampu memperlancar mobilitas dan aktivitas warga.

Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya persoalan keselamatan yang tidak dapat diabaikan, terlebih setelah terjadinya insiden kecelakaan yang menimpa salah satu warga saat melintas di jembatan tersebut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden tersebut menjadi perhatian publik sekaligus peringatan bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan Jembatan Roda Dua Cijeruk, menyusul munculnya sejumlah titik rawan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Salah satu korban kecelakaan di Jembatan R2 Cijeruk

Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Desa Bojongsari, secara terbuka menyampaikan masukan serta mendorong adanya penyempurnaan desain dan kelengkapan keselamatan jembatan upaya pencegahan kecelakaan serupa di kemudian hari.

Kepala Desa Bojongsari, Asep Sunandar S.AP menegaskan bahwa masukan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, bukan untuk mengurangi apresiasi atas pembangunan jembatan yang telah direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bandung atas dibangunnya Jembatan Roda Dua Cijeruk. Namun setelah jembatan digunakan masyarakat, muncul beberapa risiko keselamatan yang perlu segera dievaluasi, apalagi sudah ada warga yang mengalami kecelakaan,” ujarnya kepada Satunews.id. pada Selasa (13/1/2025)

Ia mengungkapkan, salah satu persoalan krusial yang menjadi perhatian adalah belum adanya pagar pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak dan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, elevasi atau kemiringan sayap jembatan dinilai terlalu curam. Berdasarkan temuan di lapangan, kondisi ini kerap menyebabkan pengendara sepeda motor mengalami kesulitan saat menanjak, bahkan hingga mesin kendaraan mati dan sulit dikendalikan. Situasi tersebut banyak dialami oleh ibu-ibu serta pengendara lanjut usia.

Masalah lain yang tak kalah berisiko adalah adanya titik blind spot pada jembatan, di mana pandangan antara kendaraan yang naik dan turun terhalang oleh bentangan tembok. Akibatnya, pengguna jalan tidak dapat saling melihat dari jarak aman, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan.

“Kami menyarankan agar bentangan tembok tersebut diperpendek dan diganti dengan pagar besi, supaya pandangan pengendara lebih terbuka dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” jelasnya.

Pemerintah Desa Bojongsari berharap insiden kecelakaan yang telah terjadi dapat menjadi alarm awal bagi dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi dan penyempurnaan, sehingga Jembatan Roda Dua Cijeruk benar-benar aman, nyaman, dan layak digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUTR Kabupaten Bandung belum memberikan keterangan resmi terkait masukan dan dorongan evaluasi keselamatan tersebut.

(Asp)

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot dan Prima Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-385 Kabupaten Bandung
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan
Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan
Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot
Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru